Kitab 1 · Bab 52
Keutamaan berharap kepada Allah
✦ 4 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى إخباراً عن العبد الصالح: ﴿ وأفوض أمري إلى اللَّه إن اللَّه بصير بالعباد، فوقاه اللَّه سيئات ما مكروا ﴾ .سورة غافر(44-45)
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman mengabarkan tentang hamba-Nya yang shalih: 'Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka.' (QS. Ghafir: 44-45)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan bahwa inti keselamatan seorang hamba terletak pada tauhid dan tawakkal yang sempurna. Dengan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Yang Maha Melihat, Dia akan memberikan perlindungan (mahfadzah) dari segala keburukan dan tipu daya musuh. Ini adalah jalan keselamatan dunia dan akhirat.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan bahwa inti keselamatan seorang hamba terletak pada tauhid dan tawakkal yang sempurna. Dengan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Yang Maha Melihat, Dia akan memberikan perlindungan (mahfadzah) dari segala keburukan dan tipu daya musuh. Ini adalah jalan keselamatan dunia dan akhirat.
# 2
وعن أبي هريرة ، رضيَ اللَّه عنه ، عن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّهُ قال : « قالَ اللَّه ، عَزَّ وَجلَّ ، أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدي بي ، وأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُني ، وَاللَّهِ للَّهُ أَفْرَحُ بتَوْبةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يجدُ ضالَّتَهُ بالْفَلاةِ ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْراً ، تَقرَّبْتُ إِلَيْهُ ذِرَاعاً ، وَمَنْ تَقَرّبَ إِلَيَّ ذِراعاً ، تقَرَّبْتُ إليه بَاعاً ، وإِذَا أَقْبَلَ إِلَيَّ يمْشي ، أَقبلتُ إلَيه أُهَرْوِلُ » متفقٌ عليه ، وهذا لفظ إحدى رِوايات مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Allah berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya (dengan ilmu dan pendengaran) ketika ia mengingat-Ku. Demi Allah! Allah benar-benar lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang di antara kalian yang menemukan kembali tunggangannya setelah hilang di padang luas. Barangsiapa mendekat kepada-Ku (dengan amal shaleh) sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari kecil. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dan ini adalah riwayat Muslim. Penjelasannya ada dalam bab sebelumnya.
Penjelasan singkat: Hadis Qudsi ini mengajarkan tentang kemurahan dan kedekatan Allah. Intinya, kualitas hubungan kita dengan Allah sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan usaha kita. Allah membalas setiap langkah pendekatan hamba-Nya dengan limpahan karunia yang berlipat ganda. Taubat dan dzikir kita disambut dengan kegembiraan dan kedekatan-Nya, menunjukkan bahwa rahmat Allah selalu mengalahkan murka-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis Qudsi ini mengajarkan tentang kemurahan dan kedekatan Allah. Intinya, kualitas hubungan kita dengan Allah sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan usaha kita. Allah membalas setiap langkah pendekatan hamba-Nya dengan limpahan karunia yang berlipat ganda. Taubat dan dzikir kita disambut dengan kegembiraan dan kedekatan-Nya, menunjukkan bahwa rahmat Allah selalu mengalahkan murka-Nya.
# 3
وعن جابِر بن عبدِ اللَّه ، رضي اللَّه عنهما ، أَنَّهُ سَمعَ النَبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قَبْلَ موْتِهِ بثلاثَةِ أَيَّامٍ يقولُ : « لا يموتن أَحَدُكُم إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ باللَّه عزَّ وَجَلَّ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, bahwa ia mendengar Nabi ﷺ bersabda tiga hari sebelum wafatnya: "Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah 'Azza wa Jalla." Diriwayatkan oleh Muslim.
Penjelasan: Di akhir hayat, seorang muslim dianjurkan untuk selalu memiliki harapan dan keyakinan positif terhadap rahmat dan ampunan Allah, serta tidak berputus asa.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya husnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah, terutama di akhir kehidupan. Ini adalah perintah langsung Nabi ﷺ yang disampaikan menjelang wafat beliau, menunjukkan urgensi dan kedalaman maknanya. Intinya, seorang Muslim harus mengakhiri hidup dengan penuh harapan akan rahmat dan ampunan Allah, serta jauh dari putus asa, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Penjelasan: Di akhir hayat, seorang muslim dianjurkan untuk selalu memiliki harapan dan keyakinan positif terhadap rahmat dan ampunan Allah, serta tidak berputus asa.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya husnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah, terutama di akhir kehidupan. Ini adalah perintah langsung Nabi ﷺ yang disampaikan menjelang wafat beliau, menunjukkan urgensi dan kedalaman maknanya. Intinya, seorang Muslim harus mengakhiri hidup dengan penuh harapan akan rahmat dan ampunan Allah, serta jauh dari putus asa, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
# 4
وعن أَنسٍ ، رضي اللَّه عنه قال : سمعتُ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قال اللَّه تعالى : يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعوْتَني وَرَجوْتَني غَفَرْتُ لَكَ عَلى ما كَانَ مِنكَ ولا أُبَالِي ، يا ابن آدمَ ، لَوْ بَلغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السماءِ ، ثم اسْتَغْفَرْتَني غَفَرتُ لَكَ ، يَا ابْنَ آدَم ، إِنَّكَ لَو أَتَيْتَني بِقُرابٍ الأَرْضِ خطايا ، ثُمَّ لَقِيْتَني لا تُشْرِكُ بِي شَيْئاً ، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً » رواه الترمذي . وقال : حديث حسن .
« عَنَانُ السماءِ » بفـتح العين ، قيل : هو مَا عن لَكَ منها ، أي : ظَهَرَ إذَا رَفَعْتَ رَأْسَكَ، وقيلَ : هو السَّحَابُ .
و « قُرابُ الأرض»بضم القاف ، وقيلَ بكسرِها ، والضم أصح وأشهر، وهو:ما يقارِبُ مِلأَهَا ،واللَّه أعلم .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Allah Ta'ala berfirman: "Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas dosa-dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula." Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits hasan.
"'Anaanus samaa'" dengan fathah 'ain: ada yang mengatakan maksudnya adalah apa yang tampak bagimu darinya (langit) jika engkau menengadahkan kepala, dan ada yang mengatakan maksudnya adalah awan.
"Quraabul ardhi" dengan dhommah qaf (ada juga yang membaca dengan kasrah), dan yang lebih shahih dan masyhur adalah dengan dhommah. Maksudnya adalah apa yang mendekati penuh bumi. Wallahu a'lam.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keluasan rahmat dan ampunan Allah SWT. Intinya adalah bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi hamba selama ia berdoa, berharap, dan memohon ampun dengan ikhlas, serta tidak menyekutukan-Nya. Betapapun besar dosa seseorang, ia tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, karena pengampunan-Nya jauh lebih besar.
"'Anaanus samaa'" dengan fathah 'ain: ada yang mengatakan maksudnya adalah apa yang tampak bagimu darinya (langit) jika engkau menengadahkan kepala, dan ada yang mengatakan maksudnya adalah awan.
"Quraabul ardhi" dengan dhommah qaf (ada juga yang membaca dengan kasrah), dan yang lebih shahih dan masyhur adalah dengan dhommah. Maksudnya adalah apa yang mendekati penuh bumi. Wallahu a'lam.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keluasan rahmat dan ampunan Allah SWT. Intinya adalah bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi hamba selama ia berdoa, berharap, dan memohon ampun dengan ikhlas, serta tidak menyekutukan-Nya. Betapapun besar dosa seseorang, ia tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, karena pengampunan-Nya jauh lebih besar.