Kitab 1 · Bab 8
Berpegang teguh pada kebenaran
✦ 5 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى : ﴿ فاستقم كما أمرت ﴾ .سورة هود(112)
Terjemahan
Allah berfirman: "Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu." (QS. Hud: 112).
Penjelasan singkat: Perintah "istiqamah" dalam ayat ini adalah perintah universal bagi Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya. Intinya adalah konsisten dan teguh pendirian di atas syariat Allah dengan mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah. Hikmahnya, keteguhan inilah yang menjadi kunci keselamatan dan keberhasilan di dunia dan akhirat, serta bukti ketundukan yang hakiki kepada Allah.
Penjelasan singkat: Perintah "istiqamah" dalam ayat ini adalah perintah universal bagi Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya. Intinya adalah konsisten dan teguh pendirian di atas syariat Allah dengan mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah. Hikmahnya, keteguhan inilah yang menjadi kunci keselamatan dan keberhasilan di dunia dan akhirat, serta bukti ketundukan yang hakiki kepada Allah.
# 2
وقال تعالى: ﴿ إن الذين قالوا ربنا اللَّه ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة أن لا تخافوا ولا تحزنوا، وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون، نحن أولياؤكم في الحياة الدنيا وفي الآخرة، ولكم فيها ما تشتهي أنفسكم، ولكم فيها ما تدعون، نزلا من غفور رحيم ﴾ .سورة فصلت(30-32)
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (dalam tauhid dan ketaatan saat menjelang ajal), malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'" (QS. Fushshilat: 30-32).
Penjelasan singkat: Ayat ini menjanjikan jaminan keselamatan dan kebahagiaan bagi orang yang memurnikan tauhid ("Rabb kami adalah Allah") dan konsisten (istiqamah) dalam keimanan serta ketaatan hingga akhir hayat. Janji itu berupa ketenangan dari malaikat, perlindungan Allah di dunia dan akhirat, serta kenikmatan surga yang kekal. Intinya, keselamatan abadi diraih dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah dan berpegang teguh pada jalan-Nya tanpa menyimpang.
Penjelasan singkat: Ayat ini menjanjikan jaminan keselamatan dan kebahagiaan bagi orang yang memurnikan tauhid ("Rabb kami adalah Allah") dan konsisten (istiqamah) dalam keimanan serta ketaatan hingga akhir hayat. Janji itu berupa ketenangan dari malaikat, perlindungan Allah di dunia dan akhirat, serta kenikmatan surga yang kekal. Intinya, keselamatan abadi diraih dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah dan berpegang teguh pada jalan-Nya tanpa menyimpang.
# 3
وقال تعالى :﴿ إن الذين قالوا ربنا اللَّه ثم استقاموا فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون، أولئك أصحاب الجنة خالدين فيها جزاء بما كانوا يعملون ﴾ .سورة الأحقاف(13-14)
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah (dalam tauhid dan ketaatan), tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf: 13-14).
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan bahwa syarat utama meraih surga dan ketenteraman abadi ada dua. Pertama, mengikrarkan tauhid dengan lisan dan hati (ربنا الله). Kedua, istiqamah (ثم استقاموا) yaitu konsisten menjalankan konsekuensi keimanan tersebut dalam amal dan ketaatan hingga akhir hayat. Janji Allah bagi yang memenuhi dua syarat ini adalah keamanan dari ketakutan di akhirat dan kesedihan, serta balasan surga yang kekal.
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan bahwa syarat utama meraih surga dan ketenteraman abadi ada dua. Pertama, mengikrarkan tauhid dengan lisan dan hati (ربنا الله). Kedua, istiqamah (ثم استقاموا) yaitu konsisten menjalankan konsekuensi keimanan tersebut dalam amal dan ketaatan hingga akhir hayat. Janji Allah bagi yang memenuhi dua syarat ini adalah keamanan dari ketakutan di akhirat dan kesedihan, serta balasan surga yang kekal.
# 4
وَعَنْ أبي عمرو ، وقيل أبي عمْرة سُفْيانَ بنِ عبد اللَّه رضي اللَّه عنه قال: قُلْتُ : يا رسول اللَّهِ قُلْ لِي في الإِسلامِ قَولاً لا أَسْأَلُ عنْه أَحداً غيْركَ . قال: « قُلْ : آمَنْت باللَّهِ: ثُمَّ اسْتَقِمْ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Amr -ada yang mengatakan Abu Umrah- radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang mencukupiku, sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain lagi." Beliau ﷺ bersabda: "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian berpegang teguhlah (istiqamahlah)." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa inti Islam adalah keimanan yang tulus kepada Allah diikuti dengan konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan perintah-Nya. Iman bukan hanya pengakuan lisan, tetapi harus dibuktikan dengan keteguhan hati dan amal perbuatan secara terus-menerus. Dengan dua prinsip ini—iman dan istiqamah—seorang muslim telah memiliki pondasi yang kuat untuk seluruh agamanya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa inti Islam adalah keimanan yang tulus kepada Allah diikuti dengan konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan perintah-Nya. Iman bukan hanya pengakuan lisan, tetapi harus dibuktikan dengan keteguhan hati dan amal perbuatan secara terus-menerus. Dengan dua prinsip ini—iman dan istiqamah—seorang muslim telah memiliki pondasi yang kuat untuk seluruh agamanya.
# 5
وعنْ أبي هُريْرة رضي اللَّه عنه : قال قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قَارِبُوا وسدِّدُوا ، واعْلَمُوا أَنَّه لَنْ ينْجُو أحدٌ منْكُمْ بعملهِ » قَالوا : ولا أنْت يَا رسُولَ اللَّه؟ قال : « ولا أَنَا إلا أنْ يتَغَمَّدني اللَّه برَحْمةٍ منْه وَفضْلٍ » رواه مسلم .
و « الْمُقارَبةُ » : الْقَصْدُ الَّذي لا غلُوَّ فيه ولا تقْصيرَ . و « السَّدادُ » : الاسْتقَامةُ وَالإِصابةُ ، و « يتَغَمَّدني » يُلْبسُني ويَسْتُرني .
قالَ الْعُلَمَاءُ : معنَى الاستقَامَةِ : لُزومُ طَاعِة اللَّهِ تَعالى ، قالُوا : وَهِي مِنْ جوامِعِ الْكلِم، وهِيَ نظام الأمُورِ ، وباللَّه التَّوفيق .
Terjemahan
Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Lakukanlah amal dengan mendekati kebenaran (tidak berlebihan dan tidak meremehkan), dan luruskanlah (amal kalian). Ketahuilah, tidak ada seorang pun dari kalian yang akan selamat karena amalnya." Mereka bertanya: "Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Tidak juga aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku." (Diriwayatkan oleh Muslim).
"Al-Muqarabah" artinya sikap pertengahan yang tidak berlebihan dan tidak meremehkan. "As-Sadad" artinya lurus dan tepat. "Yataghammadani" artinya meliputi dan menutupiku.
Para ulama berkata: Makna istiqamah adalah senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala. Mereka berkata: Istiqamah termasuk kalimat yang ringkas namun padat, ia adalah pokok segala urusan. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua prinsip utama dalam beribadah dan beramal. Pertama, bersikap pertengahan (tidak berlebihan dan tidak meremehkan) dan berusaha lurus dalam menjalankan perintah Allah. Kedua, mewaspadai sifat ujub dengan menyadari bahwa keselamatan akhirat semata-mata bergantung pada rahmat dan karunia Allah, bukan semata pada amal perbuatan kita.
"Al-Muqarabah" artinya sikap pertengahan yang tidak berlebihan dan tidak meremehkan. "As-Sadad" artinya lurus dan tepat. "Yataghammadani" artinya meliputi dan menutupiku.
Para ulama berkata: Makna istiqamah adalah senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala. Mereka berkata: Istiqamah termasuk kalimat yang ringkas namun padat, ia adalah pokok segala urusan. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua prinsip utama dalam beribadah dan beramal. Pertama, bersikap pertengahan (tidak berlebihan dan tidak meremehkan) dan berusaha lurus dalam menjalankan perintah Allah. Kedua, mewaspadai sifat ujub dengan menyadari bahwa keselamatan akhirat semata-mata bergantung pada rahmat dan karunia Allah, bukan semata pada amal perbuatan kita.