Kitab 2 · Bab 5
Sebaiknya mengucapkan kata-kata yang baik dan tersenyum saat bertemu.
✦ 5 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ واخفض جناحك للمؤمنين ﴾ .سورة الحجر(88)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 88)
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan menjadi teladan bagi setiap pemimpin dan orang beriman untuk bersikap rendah hati, lemah lembut, dan penuh kasih sayang terhadap sesama mukmin. Perintah "merendahkan sayap" adalah metafora yang indah untuk menggambarkan sikap tawadhu', melayani, dan melindungi, layaknya seekor burung yang merendahkan sayapnya untuk anaknya. Hikmahnya adalah agar tercipta ukhuwah islamiyah yang kuat, jauh dari kesombongan, dan dipenuhi rasa hormat serta cinta dalam pergaulan.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan menjadi teladan bagi setiap pemimpin dan orang beriman untuk bersikap rendah hati, lemah lembut, dan penuh kasih sayang terhadap sesama mukmin. Perintah "merendahkan sayap" adalah metafora yang indah untuk menggambarkan sikap tawadhu', melayani, dan melindungi, layaknya seekor burung yang merendahkan sayapnya untuk anaknya. Hikmahnya adalah agar tercipta ukhuwah islamiyah yang kuat, jauh dari kesombongan, dan dipenuhi rasa hormat serta cinta dalam pergaulan.
# 2
وقال تعالى: ﴿ ولو كنت فظاً غليظ القلب لانفضوا من حولك ﴾ .سورة آل عمران(159)
Terjemahan
Allah berfirman: "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu." (Ali 'Imran: 159)
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Ia mengajarkan bahwa kelembutan dan kehalusan budi pekerti Rasulullah SAW adalah kunci utama dalam memikat hati dan memimpin umat. Sikap keras dan kasar hanya akan menjauhkan orang. Pelajarannya, seorang pemimpin atau pendakwah harus mengutamakan kasih sayang dan pendekatan yang santun dalam berinteraksi.
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Ia mengajarkan bahwa kelembutan dan kehalusan budi pekerti Rasulullah SAW adalah kunci utama dalam memikat hati dan memimpin umat. Sikap keras dan kasar hanya akan menjauhkan orang. Pelajarannya, seorang pemimpin atau pendakwah harus mengutamakan kasih sayang dan pendekatan yang santun dalam berinteraksi.
# 3
عَنْ عدِيِّ بن حَاتمٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يجدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Jagalah dirimu dari api neraka, sekalipun hanya dengan (bersedekah) sepotong kurma. Jika tidak mendapatkannya, maka (cukup) dengan perkataan yang baik." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan bahwa setiap muslim dapat menyelamatkan diri dari neraka dengan amalan sekecil apapun, termasuk sedekah yang nilainya rendah atau sekadar berkata baik. Ini adalah pintu rahmat yang sangat luas dari Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa keselamatan dari neraka dapat diraih dengan amalan sederhana yang mudah dilakukan setiap muslim. Sedekah harta, sekecil apapun, atau bahkan menggantinya dengan ucapan yang baik jika tidak mampu, merupakan bukti nyata kasih sayang Allah dan jalan meraih rahmat-Nya. Intinya, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun, karena itu adalah perisai dari siksa akhirat.
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan bahwa setiap muslim dapat menyelamatkan diri dari neraka dengan amalan sekecil apapun, termasuk sedekah yang nilainya rendah atau sekadar berkata baik. Ini adalah pintu rahmat yang sangat luas dari Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa keselamatan dari neraka dapat diraih dengan amalan sederhana yang mudah dilakukan setiap muslim. Sedekah harta, sekecil apapun, atau bahkan menggantinya dengan ucapan yang baik jika tidak mampu, merupakan bukti nyata kasih sayang Allah dan jalan meraih rahmat-Nya. Intinya, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun, karena itu adalah perisai dari siksa akhirat.
# 4
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : والكلِمةُ الطَّيِّبَةُ صدَقَةٌ » متفقٌ عليه . وهو بعض حديث تقدم بطولِه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Perkataan yang baik adalah sedekah." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu berupa harta. Setiap kata-kata yang baik, menenangkan, bermanfaat, dan menyenangkan hati orang lain bernilai sedekah di sisi Allah.
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa sedekah tidak terbatas pada pemberian materi. Setiap ucapan baik yang membawa ketenangan, nasihat, atau kegembiraan bagi orang lain memiliki nilai ibadah setara dengan sedekah. Dengan demikian, setiap muslim dapat meraih pahala sedekah melalui lisannya dalam interaksi sehari-hari. Ini memperluas makna kedermawanan dan mendorong kita untuk selalu menjaga kualitas perkataan.
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu berupa harta. Setiap kata-kata yang baik, menenangkan, bermanfaat, dan menyenangkan hati orang lain bernilai sedekah di sisi Allah.
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa sedekah tidak terbatas pada pemberian materi. Setiap ucapan baik yang membawa ketenangan, nasihat, atau kegembiraan bagi orang lain memiliki nilai ibadah setara dengan sedekah. Dengan demikian, setiap muslim dapat meraih pahala sedekah melalui lisannya dalam interaksi sehari-hari. Ini memperluas makna kedermawanan dan mendorong kita untuk selalu menjaga kualitas perkataan.
# 5
- وعن أبي ذَرٍّ رضي اللَّه عنه قال : قال لي رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تحْقِرَنَّ مِنَ المعْرُوفِ شَيْئاً ، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيقٍ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Janganlah sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan bahwa tidak ada kebaikan yang patut diremehkan. Senyuman dan wajah yang ramah kepada sesama muslim adalah bagian dari kebaikan yang sangat dianjurkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa semua bentuk kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai dan tidak boleh dianggap remeh. Memberikan senyuman dan menampakkan wajah yang berseri-seri kepada sesama muslim adalah perbuatan baik yang mudah dilakukan, namun berpahala besar. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat ihsan dalam interaksi sosial, karena sikap yang ramah dapat menyebarkan kedamaian dan memperkuat ukhuwah.
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan bahwa tidak ada kebaikan yang patut diremehkan. Senyuman dan wajah yang ramah kepada sesama muslim adalah bagian dari kebaikan yang sangat dianjurkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa semua bentuk kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai dan tidak boleh dianggap remeh. Memberikan senyuman dan menampakkan wajah yang berseri-seri kepada sesama muslim adalah perbuatan baik yang mudah dilakukan, namun berpahala besar. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat ihsan dalam interaksi sosial, karena sikap yang ramah dapat menyebarkan kedamaian dan memperkuat ukhuwah.