Kitab 2 dari 19
Akhlak yang Baik
16 bab ·
76 hadith
✦ Daftar Bab ✦
1
Keutamaan rasa malu dan anjuran untuk berpegang teguh padanya.
›
2
Menjaga rahasia.
›
3
Menepati perjanjian dan melaksanakan isi perjanjian.
›
4
Mempertahankan kebiasaan baik yang pernah dilakukan.
›
5
Sebaiknya mengucapkan kata-kata yang baik dan tersenyum saat bertemu.
›
6
Sebaiknya berbicara dengan jelas, lugas, dan mengulanginya jika orang lain belum paham.
›
7
Perhatian mendengarkan pembicara, terhadap hal-hal yang tidak dilarang; dan diam mendengarkan orang berilmu serta pemberi nasihat saat menghadiri forum mereka.
›
8
Memberikan nasihat pendidikan dan peringatan yang singkat.
›
9
Sikap rendah hati dan tenang.
›
10
Sebaiknya berjalan menuju shalat, mencari ilmu, dan melakukan ibadah lainnya dengan tenang dan rendah hati.
›
11
Memuliakan tamu.
›
12
Sebaiknya memberikan kabar gembira dan mengucapkan selamat atas hal-hal baik.
›
13
Mengucapkan selamat tinggal kepada sahabat dan memberikan pesan saat berpisah, untuk mendoakannya dalam perjalanan dan memintanya mendoakan kita.
›
14
Memohon petunjuk kepada Allah saat ingin memilih sesuatu dan saat bermusyawarah.
›
15
**Hadits:** Disunnahkan pergi ke Masjid Rayya, menjenguk orang sakit, menunaikan haji, berjihad, mengantar jenazah... melalui satu jalan dan pulang melalui jalan lain, untuk memperbanyak tempat pelaksanaan ibadah.
**Penjelasan:** Nabi Muhammad SAW menganjurkan mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang dari aktivitas ibadah atau kebaikan. Ini bertujuan untuk menyebarkan salam, menjenguk lebih banyak orang, atau memperbanyak tempat di bumi yang digunakan untuk beribadah, sehingga mendapat pahala lebih.
›
16
**Hadits:** Disunnahkan mendahulukan sisi kanan untuk hal-hal yang baik, seperti: mengambil wudhu, mandi, tayammum, memakai baju, memakai sandal, memakai celana, masuk masjid, menggosok gigi, memakai celak, memotong kuku, merapikan kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut, mengucapkan salam setelah shalat, makan atau minum, berjabat tangan, mengusap Hajar Aswad, keluar dari toilet, menerima sesuatu dari orang atau memberikan sesuatu kepada orang, serta aktivitas baik lainnya. Dan disunnahkan mendahulukan sisi kiri untuk hal-hal yang berlawanan dengan perkara di atas, seperti: membuang ingus ke kiri, masuk toilet, keluar dari masjid, melepas sandal, melepas celana dan baju, bersuci setelah buang air, melakukan hal yang tidak baik, dan hal-hal yang serupa.
**Penjelasan:** Nabi Muhammad SAW mengajarkan adab dengan mendahulukan anggota badan sebelah kanan untuk aktivitas yang mulia dan baik, serta sebelah kiri untuk aktivitas yang berkaitan dengan kotoran atau hal yang kurang mulia. Ini menunjukkan perhatian terhadap tata krama dan kesempurnaan dalam beribadah serta kehidupan sehari-hari.
›