Kitab 2 · Bab 15
**Hadits:** Disunnahkan pergi ke Masjid Rayya, menjenguk orang sakit, menunaikan haji, berjihad, mengantar jenazah... melalui satu jalan dan pulang melalui jalan lain, untuk memperbanyak tempat pelaksanaan ibadah. **Penjelasan:** Nabi Muhammad SAW menganjurkan mengambil rute berbeda saat pergi dan pulang dari aktivitas ibadah atau kebaikan. Ini bertujuan untuk menyebarkan salam, menjenguk lebih banyak orang, atau memperbanyak tempat di bumi yang digunakan untuk beribadah, sehingga mendapat pahala lebih.
✦ 2 Hadith ✦
# 1
عن جابرٍ رضيَ اللَّه عنه قال : كانَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ. رواه البخاري .
قوله : « خَالَفَ الطَّرِيقَ » يعني : ذَهَبَ في طَرِيقٍ وَرَجَعَ في طَرِيقِ آخَرَ .
Terjemahan
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Adalah Nabi ﷺ pada hari raya, beliau mengambil jalan yang berbeda (saat pergi dan pulang). (HR. Al-Bukhari)
Ucapan beliau: "Beliau mengambil jalan yang berbeda" maksudnya: Pergi melalui satu jalan dan pulang melalui jalan yang lain.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id. Hikmahnya antara lain untuk memperbanyak syiar Islam di berbagai jalan, menyebarkan salam dan kebahagiaan ke lebih banyak orang, serta memungkinkan bertemu dengan lebih banyak kaum muslimin untuk bersilaturahmi. Ini juga menjadi bentuk kepedulian dan berbagi kegembiraan hari raya dengan masyarakat luas.
Ucapan beliau: "Beliau mengambil jalan yang berbeda" maksudnya: Pergi melalui satu jalan dan pulang melalui jalan yang lain.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id. Hikmahnya antara lain untuk memperbanyak syiar Islam di berbagai jalan, menyebarkan salam dan kebahagiaan ke lebih banyak orang, serta memungkinkan bertemu dengan lebih banyak kaum muslimin untuk bersilaturahmi. Ini juga menjadi bentuk kepedulian dan berbagi kegembiraan hari raya dengan masyarakat luas.
# 2
وعنِ ابنِ عُمَرَ رضي اللَّه عنهما أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يَخْرُجُ مِنْ طَرِيقِ الشَّجَرَةِ وَيَدْخلُ مِنْ طَريقِ المُعَرَّسِ ، وإِذَا دَخَلَ مَكَّةَ دَخَلَ مِنَ الثَّنِية العُليَا وَيَخْرُجُ مِنَ الثَّنِية السُّفْلى متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ selalu keluar (dari Madinah) melalui jalan Sya'jarah dan masuk (ke Madinah) melalui jalan Al-Mu'arras. Dan ketika beliau masuk kota Makkah, beliau masuk dari jalan yang tinggi dan keluar melalui jalan yang rendah (melalui lembah). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah dalam memilih jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari perjalanan ibadah, seperti haji atau umrah. Perbuatan Nabi ﷺ ini mengandung hikmah, di antaranya untuk memperbanyak tempat ibadah (dengan melakukan zikir dan salat di jalur yang berbeda), memudahkan orang lain, serta menunjukkan kemudahan dan kelapangan dalam agama Islam.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah dalam memilih jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari perjalanan ibadah, seperti haji atau umrah. Perbuatan Nabi ﷺ ini mengandung hikmah, di antaranya untuk memperbanyak tempat ibadah (dengan melakukan zikir dan salat di jalur yang berbeda), memudahkan orang lain, serta menunjukkan kemudahan dan kelapangan dalam agama Islam.
‹
Memohon petunjuk kepada Allah saat ingin memilih sesuatu dan saat bermusyawarah.
**Hadits:** Disunnahkan mendahulukan sisi kanan untuk hal-hal yang baik, seperti: mengambil wudhu, mandi, tayammum, memakai baju, memakai sandal, memakai celana, masuk masjid, menggosok gigi, memakai celak, memotong kuku, merapikan kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut, mengucapkan salam setelah shalat, makan atau minum, berjabat tangan, mengusap Hajar Aswad, keluar dari toilet, menerima sesuatu dari orang atau memberikan sesuatu kepada orang, serta aktivitas baik lainnya. Dan disunnahkan mendahulukan sisi kiri untuk hal-hal yang berlawanan dengan perkara di atas, seperti: membuang ingus ke kiri, masuk toilet, keluar dari masjid, melepas sandal, melepas celana dan baju, bersuci setelah buang air, melakukan hal yang tidak baik, dan hal-hal yang serupa.
**Penjelasan:** Nabi Muhammad SAW mengajarkan adab dengan mendahulukan anggota badan sebelah kanan untuk aktivitas yang mulia dan baik, serta sebelah kiri untuk aktivitas yang berkaitan dengan kotoran atau hal yang kurang mulia. Ini menunjukkan perhatian terhadap tata krama dan kesempurnaan dalam beribadah serta kehidupan sehari-hari.
›