Kitab 2 · Bab 13
Mengucapkan selamat tinggal kepada sahabat dan memberikan pesan saat berpisah, untuk mendoakannya dalam perjalanan dan memintanya mendoakan kita.
✦ 7 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى:﴿ ووصى بها إبراهيم بنيه ويعقوب: يا بني إن اللَّه اصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون، أم كنتم شهداء إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي؟ قالوا: نعبد إلهك وإله آبائك إبراهيم وإسماعيل وإسحاق إلهاً واحداً، ونحن له مسلمون ﴾ .سورة البقرة(132-133)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan Ibrahim telah mewasiatkan (agama Islam) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): 'Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.' Apakah kamu hadir ketika maut akan menjemput Ya'qub? Ketika dia berkata kepada anak-anaknya: 'Apa yang akan kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.'" (Al-Baqarah: 132-133)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kewajiban orang tua untuk mewasiatkan dan menanamkan tauhid kepada keturunannya, sebagaimana dilakukan Nabi Ibrahim dan Ya'qub. Inti wasiatnya adalah berpegang teguh pada Islam hingga akhir hayat. Jawaban anak-anak Ya'qub menunjukkan bahwa keberagamaan harus berdasarkan ilmu dan keyakinan, bukan sekadar ikut-ikutan, sehingga keislaman mereka bersifat sadar dan kokoh.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kewajiban orang tua untuk mewasiatkan dan menanamkan tauhid kepada keturunannya, sebagaimana dilakukan Nabi Ibrahim dan Ya'qub. Inti wasiatnya adalah berpegang teguh pada Islam hingga akhir hayat. Jawaban anak-anak Ya'qub menunjukkan bahwa keberagamaan harus berdasarkan ilmu dan keyakinan, bukan sekadar ikut-ikutan, sehingga keislaman mereka bersifat sadar dan kokoh.
# 2
فمنها حَديثُ زيدِ بنِ أَرْقَمَ رضي اللَّه عنه الذي سبق في باب إِكرامِ أَهْلِ بَيْتِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قامَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فِينَا خَطِيباً ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَلَيهِ ، وَوَعَظَ وَذَكَّرَ ثُمَّ قال : أَمَّا بَعْدُ ، أَلا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا أَنا بشرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رَسُولُ رَبِّي فأُجيب، وأَنَا تَاركٌ فيكُمْ ثَقَليْنِ : أَوَّلهُمَا : كتاب اللَّهِ ، فيهِ الهُدَى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكتاب اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ » فَحَثَّ عَلى كتاب اللَّه ، ورَغَّبَ فِيهِ ، ثُمَّ قال : « وَأَهْلُ بَيْتي ، أُذَكِّرُكُمُ اللَّه في أَهْلِ بَيْتي » رواه مسلم . وَقَدْ سَبَقَ بطُولِهِ .
Terjemahan
Hadits Zaid bin Arqam radhiyallahu 'anhu dalam bab "Keutamaan Keluarga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam", di mana dia meriwayatkan: Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri menyampaikan khutbah dengan memuji Allah, memberikan nasihat, dan peringatan, kemudian bersabda: "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya aku adalah manusia yang hampir didatangi utusan Tuhanku (malaikat maut), lalu aku penuhi panggilan-Nya. Aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka. Pertama adalah Kitabullah, yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka berpegangteguhlah kalian kepada Kitabullah dan ambillah ia sebagai pedoman." Beliau menganjurkan dan mendorong untuk berpegang teguh pada Kitabullah, kemudian bersabda selanjutnya: "Dan yang kedua adalah keluargaku (Ahlul Bait). Aku ingatkan kalian tentang keluargaku, aku ingatkan kalian tentang keluargaku." (Diriwayatkan oleh Muslim) Dan telah disebutkan sebelumnya dalam bab sebelumnya.
Penjelasan singkat: Hadits ini dikenal sebagai Hadits Ats-Tsaqalain, yang menekankan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi serta mencintai dan menghormati keluarganya (Ahlul Bait).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ meninggalkan dua pedoman utama bagi umatnya sepeninggal beliau, yaitu Kitabullah (Al-Qur'an) dan 'Itrah/Ahlul Bait beliau. Pelajaran utamanya adalah kewajiban berpegang teguh pada Al-Qur'an sebagai sumber hidayah dan cahaya, serta mencintai dan mengikuti bimbingan keluarga Nabi ﷺ. Keduanya merupakan warisan berharga yang tidak boleh dipisahkan untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat.
Penjelasan singkat: Hadits ini dikenal sebagai Hadits Ats-Tsaqalain, yang menekankan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi serta mencintai dan menghormati keluarganya (Ahlul Bait).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ meninggalkan dua pedoman utama bagi umatnya sepeninggal beliau, yaitu Kitabullah (Al-Qur'an) dan 'Itrah/Ahlul Bait beliau. Pelajaran utamanya adalah kewajiban berpegang teguh pada Al-Qur'an sebagai sumber hidayah dan cahaya, serta mencintai dan mengikuti bimbingan keluarga Nabi ﷺ. Keduanya merupakan warisan berharga yang tidak boleh dipisahkan untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat.
# 3
وعن أبي سُليْمَانَ مَالك بن الحُويْرثِ رضي اللَّه عنه قال : أَتَيْنَا رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وَنحْنُ شَبَبةٌ متَقَاربُونَ ، فَأَقمْنَا عِنْدَهُ عشْرينَ لَيْلَةً ، وكانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَحِيماً رفِيقاً، فَظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَقْنَا أَهْلَنَا . فسَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا مِنْ أَهْلِنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ ، فقال : « ارْجعُوا إِلى أَهْليكم فَأَقِيمُوا فِيهِمْ ، وَعلِّموهُم وَمُرُوهُمْ ، وَصَلُّوا صَلاةَ كَذا في حِين كَذَا ، وَصَلُّوا كَذَا في حِين كَذَا ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاةُ فَلْيُؤذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ، وَلْيؤمَّكُم أَكبَرُكُمَ » متفقٌ عليه .
زاد البخاري في رواية له : « وَصَلَّوا كمَا رَأَيتُمُوني أُصَلِّي » .
قوله : « رَحِيماً رفيقاً » روِيَ بفاءٍ وقافٍ ، وروِيَ بقافينٍ .
Terjemahan
Dari Abu Sulaiman Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Kami mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan kami adalah para pemuda yang seusia. Kami tinggal bersama beliau selama dua puluh malam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang yang penyayang dan lemah lembut. Beliau menduga kami telah merindukan keluarga kami. Lalu beliau bertanya kepada kami tentang keluarga yang kami tinggalkan, dan kami pun memberitahukannya kepada beliau. Kemudian beliau bersabda: 'Kembalilah kepada keluarga kalian, tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan perintahkan mereka (dengan kebaikan). Dan shalatlah seperti ini pada waktu ini, shalatlah seperti ini pada waktu ini. Apabila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian mengumandangkan azan, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian menjadi imam.'"
Dalam riwayat Al-Bukhari terdapat tambahan: "Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat."
Ucapan (dalam matan) "رَحِيماً رَفِيقاً" (seorang yang penyayang dan lemah lemhat) diriwayatkan dengan huruf fa' dan qaf (رفيقاً), dan juga diriwayatkan dengan dua qaf (رقيقاً).
(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sikap lemah lembut (rifq) dan perhatian Nabi SAW terhadap kondisi psikologis sahabat. Beliau memahami kerinduan mereka pada keluarga, lalu memerintahkan pulang untuk mengajarkan ilmu, berdakwah, dan menegakkan shalat pada waktunya di tengah masyarakat. Intinya, keseimbangan antara menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam keluarga serta komunitas adalah hal yang utama.
Dalam riwayat Al-Bukhari terdapat tambahan: "Dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat."
Ucapan (dalam matan) "رَحِيماً رَفِيقاً" (seorang yang penyayang dan lemah lemhat) diriwayatkan dengan huruf fa' dan qaf (رفيقاً), dan juga diriwayatkan dengan dua qaf (رقيقاً).
(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sikap lemah lembut (rifq) dan perhatian Nabi SAW terhadap kondisi psikologis sahabat. Beliau memahami kerinduan mereka pada keluarga, lalu memerintahkan pulang untuk mengajarkan ilmu, berdakwah, dan menegakkan shalat pada waktunya di tengah masyarakat. Intinya, keseimbangan antara menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam keluarga serta komunitas adalah hal yang utama.
# 4
وعن عُمَرَ بنِ الخطاب رضي اللَّهُ عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في الْعُمْرَةِ ، فَأَذِنَ ، وقال : « لا تنْسنَا يَا أخيَّ مِنْ دُعَائِك » فقالَ كَلِمَةً ما يَسُرُّني أَنَّ لي بهَا الدُّنْيَا .
وفي رواية قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk melaksanakan umrah, lalu beliau mengizinkanku dan bersabda: 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu.' Suatu kalimat yang membuatku lebih gembira daripada dunia seisinya. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan mendoakan saudara seiman secara diam-diam. Permintaan Nabi SAW kepada Umar RA menunjukkan bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya adalah suatu kemuliaan. Ini juga mencerminkan sikap tawadhu' Rasulullah dan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah melalui ikatan doa, yang lebih berharga dari kesenangan duniawi.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan mendoakan saudara seiman secara diam-diam. Permintaan Nabi SAW kepada Umar RA menunjukkan bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya adalah suatu kemuliaan. Ini juga mencerminkan sikap tawadhu' Rasulullah dan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah melalui ikatan doa, yang lebih berharga dari kesenangan duniawi.
# 5
وعن سالم بنِ عَبْدِ اللَّه بنِ عُمَرَ أَنَّ عبدَ اللَّه بنِ عُمَرَ رضي اللَّه عنهما كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سفراً : ادْنُ مِنِّي حَتَّى أُوَدِّعَكَ كمَا كَانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُودِّعُنَا فيقُولُ: أَسْتَوْدعُ اللَّه دِينَكَ ، وَأَمانَتَكَ ، وخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ ، رواه الترمذي، وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Salim bin Abdullah bin Umar, bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma biasa berkata kepada seorang laki-laki jika ia hendak bepergian: 'Mendekatlah agar aku dapat mendoakanmu sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendoakan kami.' Lalu ia berdoa: 'Aku titipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu kepada Allah.' (HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah pentingnya saling mendoakan kebaikan, khususnya saat seseorang akan bepergian. Doa ini sangat mendasar karena memohon perlindungan Allah pada tiga hal pokok: agama (keyakinan dan ibadah), amanah (tanggung jawab), dan penutup amal (kematian dalam keadaan husnul khatimah). Ini menunjukkan bahwa keselamatan hakiki mencakup urusan dunia dan akhirat.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah pentingnya saling mendoakan kebaikan, khususnya saat seseorang akan bepergian. Doa ini sangat mendasar karena memohon perlindungan Allah pada tiga hal pokok: agama (keyakinan dan ibadah), amanah (tanggung jawab), dan penutup amal (kematian dalam keadaan husnul khatimah). Ini menunjukkan bahwa keselamatan hakiki mencakup urusan dunia dan akhirat.
# 6
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ يزيد الخَطْمِيِّ الصَّحَابيِّ رضي اللَّه عنه قال : كَانَ رسولُ اللَّهص إِذا أَرَادَ أَنْ يُوَدِّعَ الجَيْش قالَ : « أَسْتَوْدعُ اللَّه دِينَكُمْ ، وَأَمَانَتكُم ، وَخَوَاتِيمَ أَعمَالِكُمْ ».
حديث صحيح ، رواه أبو داود وغيره بإِسناد صحيح .
Terjemahan
Dari 'Abdullah bin Yazid Al-Khatmi Al-Asyja'i radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ ketika hendak melepas pasukan, beliau bersabda:
"Aku menitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amal perbuatanmu."
(Hadis ini sahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan doa ketika melepas seseorang atau pasukan untuk bepergian. Doa ini memohon perlindungan Allah atas tiga hal terpenting: agama (keyakinan dan ibadah), amanah (tanggung jawab), dan akhir dari semua amal mereka (agar diakhiri dengan kebaikan).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan doa penting saat melepas kepergian seseorang. Intinya adalah memohon kepada Allah agar menjaga tiga perkara mendasar: keteguhan agama (iman dan ibadah), kejujuran dalam memegang amanah, serta akhir hidup yang baik (husnul khotimah). Ini menunjukkan bahwa perlindungan hakiki hanya datang dari Allah, terutama dalam menjaga hal-hal yang menentukan keselamatan dunia dan akhirat.
"Aku menitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amal perbuatanmu."
(Hadis ini sahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan doa ketika melepas seseorang atau pasukan untuk bepergian. Doa ini memohon perlindungan Allah atas tiga hal terpenting: agama (keyakinan dan ibadah), amanah (tanggung jawab), dan akhir dari semua amal mereka (agar diakhiri dengan kebaikan).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan doa penting saat melepas kepergian seseorang. Intinya adalah memohon kepada Allah agar menjaga tiga perkara mendasar: keteguhan agama (iman dan ibadah), kejujuran dalam memegang amanah, serta akhir hidup yang baik (husnul khotimah). Ini menunjukkan bahwa perlindungan hakiki hanya datang dari Allah, terutama dalam menjaga hal-hal yang menentukan keselamatan dunia dan akhirat.
# 7
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه قال : جَاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : يا رسُولَ اللَّه، إِني أُرِيدُ سَفَراً ، فَزَوِّدْني ، فَقَالَ : « زَوَّدَكَ اللَّه التَّقْوَى » .
قال : زِدْني ، قال : « وَغَفَرَ ذَنْبَكَ » قال : زِدْني ، قال : « وَيَسَّرَ لكَ الخيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ» رواه الترمذي وقال : حديث حسن
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ dan berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku ingin melakukan perjalanan. Mohon doakanlah aku. Beliau mendoakan: "Semoga Allah menambahkan rasa takut (taqwa) kepada-Nya bagimu." Orang itu berkata lagi: Mohon doakan aku lagi. Beliau mendoakan: "Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu." Orang itu berkata lagi: Mohon tambahkan lagi untukku. Beliau mendoakan lagi: "Semoga Dia memudahkan kebaikan untukmu di mana pun engkau berada." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadis ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa bekal terpenting dalam setiap perjalanan, baik safar maupun perjalanan hidup, adalah ketakwaan kepada Allah. Doa Nabi ﷺ menunjukkan skala prioritas: taqwa sebagai fondasi, diikuti ampunan dosa, lalu kemudahan untuk berbuat kebaikan di mana saja. Hikmahnya, seorang muslim harus selalu mengutamakan bekal spiritual dan amal shaleh di atas bekaan material.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa bekal terpenting dalam setiap perjalanan, baik safar maupun perjalanan hidup, adalah ketakwaan kepada Allah. Doa Nabi ﷺ menunjukkan skala prioritas: taqwa sebagai fondasi, diikuti ampunan dosa, lalu kemudahan untuk berbuat kebaikan di mana saja. Hikmahnya, seorang muslim harus selalu mengutamakan bekal spiritual dan amal shaleh di atas bekaan material.