✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Akhlak yang Baik
Kitab 2 · Bab 10

Sebaiknya berjalan menuju shalat, mencari ilmu, dan melakukan ibadah lainnya dengan tenang dan rendah hati.

✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ ومن يعظم شعائر اللَّه فإنها من تقوى القلوب ﴾ .سورة الحج(32)
Terjemahan
Allah berfirman: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (Al-Hajj: 32)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa mengagungkan syiar-syiar agama (seperti ibadah haji, kurban, atau simbol-simbol Islam lainnya) merupakan cerminan nyata dari ketakwaan yang bersemayam di dalam hati. Perintah ini mengajarkan bahwa kesalehan bukan hanya urusan batin, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk penghormatan terhadap hal-hal yang disucikan oleh Allah. Dengan demikian, sikap hormat kepada syiar agama adalah indikator dan buah dari keimanan yang mendalam.

# 2
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : سمعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « إذا أُقِيمَتِ الصَّلاة ، فَلا تَأْتُوهَا وأنْتُمْ تَسْعَوْنَ ، وأَُتُوهَا وَأَنُتمْ تمْشُونَ ، وعَلَيكم السَّكِينَة ، فَما أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا ، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتمُّوا » متفقٌ عليه . زاد مسلم في رواية له : « فَإنَّ أحدَكُمْ إذا كانَ يعمِدُ إلى الصلاةِ فَهُوَ في صلاةٍ » .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila kalian mendengar iqamah dikumandangkan, janganlah kalian bergegas pergi (ke masjid) untuk shalat. Pergilah dengan tenang dan tetap menjaga ketenangan. Shalatlah sebanyak yang kalian dapatkan (dari jamaah), dan sempurnakanlah apa yang kalian tertinggal." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Muslim menambahkan dalam riwayatnya: "Ketika kalian berjalan menuju shalat, sesungguhnya kalian sedang dalam shalat."

Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan adab menuju shalat berjamaah: tenang, tidak tergesa-gesa, dan tetap dalam keadaan berdzikir. Pahala shalat sudah dicatat sejak langkah pertama ke masjid.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab menuju shalat berjamaah. Intinya adalah menjaga ketenangan dan wibawa, tidak terburu-buru, meski iqamah telah dikumandangkan. Hikmahnya, perjalanan menuju masjid sudah dinilai sebagai ibadah shalat. Kita diperintahkan untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal setelah bergabung dengan imam.

# 3
وعن ابن عباس رضي اللَّه عنهما أَنَّهُ دَفَعَ مَعَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْمَ عرَفَةَ فَسَمع النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وَرَاءه زَجْراً شَديداً وَضَرْباً وَصوْتاً للإِبلِ ، فَأَشار بِسَوْطِهِ إِلَيْهِمْ وقال : « أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَإِنَّ الْبِرَّ لَيْسَ بِالإِيضَاعِ » رواه البخاري ، وروى مسلم بعضه . « الْبرُّ » : الطَّاعَةُ . « وَالإِيضَاعُ » بِضاد معجمةٍ قلبها ياء وهمزة مكسورة، وَهُوَ : الإِسْرَاعُ .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa dia berangkat bersama Nabi ﷺ pada hari 'Arafah. Lalu Nabi ﷺ mendengar di belakang beliau suara bentakan yang keras, pukulan, dan suara unta. Maka beliau memberi isyarat dengan cambuknya ke arah mereka dan bersabda: "Wahai manusia, hendaklah kalian tenang. Sesungguhnya kebaikan (birr) itu bukan dengan tergesa-gesa." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, dan Muslim meriwayatkan sebagiannya)
"Al-Birr": ketaatan. "Al-Idha'u" dengan dhad yang dibaca ya' dan hamzah yang dikasrah, artinya: bersegera/tergesa-gesa.

Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan untuk bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan ibadah, termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji di Arafah. Ibadah yang baik adalah yang dilakukan dengan khusyuk dan tertib.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa ibadah, khususnya dalam pelaksanaan haji, harus dilaksanakan dengan ketenangan dan ketawadhuan, bukan dengan tergesa-gesa dan kekerasan. Nabi ﷺ menegaskan bahwa esensi kebaikan (al-birr) dan ketaatan terletak pada sikap tenang, bukan pada kecepatan atau kebisingan yang justru dapat mengganggu orang lain. Hikmahnya, kesempurnaan ibadah dinilai dari kekhusyukan dan penghormatan terhadap sesama, bukan dari ritme yang dipaksakan.