โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Thaharah โœฆ
14

Larangan bagi yang Batal Wudu dan Junub

โ˜ฝ Teks Arab
ูุตู„ ) ู…ู† ุงู†ุชู‚ุถ ูˆุถูˆุคู‡ ุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ ุฃุฑุจุนู‡ ุฃุดูŠุงุก : ุงู„ุตุงู„ุฉ ูˆุงู„ุทูˆุงู ูˆู…ุณ
.ุงู„ู…ุตุญู ูˆุญู…ู„ู‡
ูˆูŠุญุฑู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู†ุจ ุณุชุฉ ุฃุดูŠุงุก: ุงู„ุตุงู„ุฉ ูˆุงู„ุทูˆุงู ูˆู…ุณ ุงู„ู…ุตุญู ูˆุญู…ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ุจุซ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ
.ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†
ูˆูŠุญุฑู… ุจุงู„ุญูŠุถ ุนุดุฑุฉ ุฃุดูŠุงุก : ุงู„ุตุงู„ุฉ ูˆุงู„ุทูˆุงู ูˆู…ุณ ุงู„ู…ุตุญู ูˆุญู…ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ุจุซ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ
ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุงู„ุตูˆู… ูˆุงู„ุทุงู„ู‚ ูˆุงู„ู…ุฑูˆุฑ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅู† ุฎุงูุช ุชู„ูˆูŠุซู‡ ูˆุงุงู„ุณุชู…ุชุงุน ุจู…ุง ุจูŠู†
ุงู„ุณุฑุฉ ูˆุงู„ุฑูƒุจุฉ
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Man intaqodha wudhuu-uhu hurima 'alayhi arba'atu asyaa': ash-shalaatu, wath-thawaaf, wa massul-mush-haf, wa hamluhu. Wa yuhromu 'alal-junubi sittatun: ash-shalaatu, wath-thawaaf, wa massul-mush-haf, wa hamluhu, wal-lubtsu fil-masjid, wa qiraa'atul-qur'aan. Wa yuhromu bil-haidhi 'asyarotun.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Bagi yang batal wudunya, diharamkan empat hal: shalat, thawaf, menyentuh mushaf, dan membawanya. Bagi yang junub, diharamkan enam hal: shalat, thawaf, menyentuh mushaf, membawanya, berdiam diri di masjid, dan membaca Al-Qur'an. Adapun bagi yang haid, diharamkan sepuluh hal.
โ– Penjelasan

Larangan bagi yang Batal Wudu, Junub, dan Haid

Islam mengatur dengan rinci hal-hal yang dilarang bagi seseorang berdasarkan tingkatan hadats yang dialaminya, untuk menjaga kesucian dan kehormatan ibadah.

Empat Larangan bagi yang Batal Wudu (Hadats Kecil)

  • Melaksanakan shalat (fardu maupun sunnah).
  • Melaksanakan thawaf di Baitullah.
  • Menyentuh mushaf Al-Qur'an secara langsung.
  • Membawa mushaf Al-Qur'an (tanpa penghalang).

Enam Larangan bagi yang Junub (Hadats Besar)

  • Melaksanakan shalat.
  • Melaksanakan thawaf.
  • Menyentuh mushaf Al-Qur'an.
  • Membawa mushaf Al-Qur'an.
  • Berdiam diri di dalam masjid (sekadar lewat diperbolehkan menurut sebagian ulama).
  • Membaca Al-Qur'an dengan lisan.

Sepuluh Larangan bagi yang Haid

Selain enam larangan di atas, bagi wanita yang haid ditambah empat larangan lagi:

  • Berpuasa (puasa tidak sah dan wajib diqadha).
  • Suami menalak (menceraikan) istri saat haid โ€” hukumnya haram meskipun talaknya tetap jatuh.
  • Suami menikmati area antara pusar dan lutut istri.
  • Melewati masjid bila dikhawatirkan mengotorinya.

Dalil

ู„ูŽุง ูŠูŽู…ูŽุณูู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู’ู…ูุทูŽู‡ูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ

"Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur'an) kecuali orang-orang yang telah bersuci." (QS. Al-Waqi'ah: 79)

ู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุทูŽู‡ููˆุฑู

"Tidak diterima shalat tanpa bersuci." (HR. Muslim)

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘