โฆ Thaharah โฆ
13
Pembatal Wudu
โฝ Teks Arab
(ูุตู ) ููุง ูุถ ุงููุถูุก ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดูุงุก : (ุงูุฃูู) ุงูุฎุงุฑุฌ ู
ู ุฃุญุฏ ุงูุณุจูููู ู
ู ูุจู ุฃู ุฏุจุฑ ุฑูุญ ุฃู ุบูุฑู ุฅูุง ุงูู
ูู ุ (ุงูุซุงูู ) ุฒูุงู ุงูุนูู ุจููู
ุฃู ุบูุฑู ุฅูุง ููู
ูุงุนุฏ ุ ู
ู
ูู ู
ูุนุฏู ู
ู ุงูุฃุฑุถ ุ (ุงูุซุงูุซ) ุงูุชูุงุก ุจุดุฑุชู ุฑุฌู ูุงู
ุฑุฃุฉ ูุจูุฑูู ู
ู ุบูุฑ ุญุงุฆู ุ (ุงูุฑุงุจุน ) ู
ุณ ูุจู ุงูุขุฏู
ู ุฃู ุญููุฉ ุฏุจุฑู ุจุจุทู ุงูุฑุงุญุฉ ุฃู ุจุทูู ุงูุฃุตุงุจุน .
โ Transliterasi Latin
Fashl. Nawaaqidhul-wudhuu'i arba'atu asyaa': al-awwalu al-khaariju min ahadis-sabilayni minal-qubuli wad-duburi riihin aw ghayrihi illal-maniyy, ats-tsaanii zawaalul-'aqli, ats-tsaalitsu lamssul-mar'ati al-ajaliyyati bid-durrati min ghayri hajiz, ar-raabi'u lamsul-farji bil-batthni min ghayri hajiz.
โฆ Terjemahan
Pasal. Hal-hal yang membatalkan wudu ada empat: pertama, keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, berupa angin atau benda lain kecuali mani; kedua, hilangnya akal karena tidur, pingsan, mabuk, atau gila; ketiga, menyentuh kulit perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang; keempat, menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan bagian dalam tanpa penghalang.
โ Penjelasan
Pembatal Wudu
Ada empat perkara yang membatalkan wudu. Apabila salah satunya terjadi, seseorang wajib berwudu kembali sebelum melaksanakan shalat atau ibadah yang mensyaratkan wudu.
Empat Pembatal Wudu
- Keluarnya Sesuatu dari Qubul atau Dubur: Segala sesuatu yang keluar dari kemaluan depan (qubul) maupun belakang (dubur), seperti angin, air kencing, tinja, darah, atau benda lainnya โ kecuali mani (yang mewajibkan mandi, bukan sekadar wudu).
ุฃููู ุฌูุงุกู ุฃูุญูุฏู ู ูููููู ู ูููู ุงููุบูุงุฆูุทู"...atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air..." (QS. Al-Ma'idah: 6)
- Hilangnya Akal: Tidur nyenyak (kecuali tidur dalam posisi duduk yang tetap), pingsan, mabuk, atau gila โ semuanya membatalkan wudu karena menghilangkan kemampuan menjaga kesadaran.
Pengecualian: tidur dalam posisi duduk yang tetap dan stabil tidak membatalkan wudu menurut mazhab Syafi'i.
- Menyentuh Lawan Jenis yang Bukan Mahram: Menyentuh kulit perempuan yang bukan mahram (atau laki-laki bagi perempuan) secara langsung tanpa penghalang, meskipun tanpa syahwat, membatalkan wudu menurut mazhab Syafi'i.
ุฃููู ููุงู ูุณูุชูู ู ุงููููุณูุงุกู"...atau kamu menyentuh perempuan..." (QS. Al-Ma'idah: 6)
- Menyentuh Kemaluan dengan Telapak Tangan: Menyentuh kemaluan sendiri (qubul atau dubur) dengan bagian dalam telapak tangan atau jari tanpa penghalang membatalkan wudu.
ู ููู ู ูุณูู ุฐูููุฑููู ููููููุชูููุถููุฃู"Barangsiapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudu." (HR. Tirmidzi dan Nasa'i)
Catatan Penting
Keluarnya darah dari selain dua jalan (qubul/dubur), seperti dari luka, mimisan, atau muntah โ tidak membatalkan wudu menurut mazhab Syafi'i, meskipun sebaiknya berwudu kembali sebagai kehati-hatian.
Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i