โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Thaharah โœฆ
13

Pembatal Wudu

โ˜ฝ Teks Arab
(ูุตู„ ) ู†ูˆุง ู‚ุถ ุงู„ูˆุถูˆุก ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดูŠุงุก : (ุงู„ุฃูˆู„) ุงู„ุฎุงุฑุฌ ู…ู† ุฃุญุฏ ุงู„ุณุจูŠู„ูŠู† ู…ู† ู‚ุจู„ ุฃูˆ ุฏุจุฑ ุฑูŠุญ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู…ู†ู‰ ุŒ (ุงู„ุซุงู†ูŠ ) ุฒูˆุงู„ ุงู„ุนู‚ู„ ุจู†ูˆู… ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ ุฅู„ุง ู†ูˆู… ู‚ุงุนุฏ ุŒ ู…ู…ูƒู† ู…ู‚ุนุฏู‡ ู…ู† ุงู„ุฃุฑุถ ุŒ (ุงู„ุซุงู„ุซ) ุงู„ุชู‚ุงุก ุจุดุฑุชูŠ ุฑุฌู„ ูˆุงู…ุฑุฃุฉ ูƒุจูŠุฑูŠู† ู…ู† ุบูŠุฑ ุญุงุฆู„ ุŒ (ุงู„ุฑุงุจุน ) ู…ุณ ู‚ุจู„ ุงู„ุขุฏู…ูŠ ุฃูˆ ุญู„ู‚ุฉ ุฏุจุฑู‡ ุจุจุทู† ุงู„ุฑุงุญุฉ ุฃูˆ ุจุทูˆู† ุงู„ุฃุตุงุจุน .
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Nawaaqidhul-wudhuu'i arba'atu asyaa': al-awwalu al-khaariju min ahadis-sabilayni minal-qubuli wad-duburi riihin aw ghayrihi illal-maniyy, ats-tsaanii zawaalul-'aqli, ats-tsaalitsu lamssul-mar'ati al-ajaliyyati bid-durrati min ghayri hajiz, ar-raabi'u lamsul-farji bil-batthni min ghayri hajiz.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Hal-hal yang membatalkan wudu ada empat: pertama, keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, berupa angin atau benda lain kecuali mani; kedua, hilangnya akal karena tidur, pingsan, mabuk, atau gila; ketiga, menyentuh kulit perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang; keempat, menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan bagian dalam tanpa penghalang.
โ– Penjelasan

Pembatal Wudu

Ada empat perkara yang membatalkan wudu. Apabila salah satunya terjadi, seseorang wajib berwudu kembali sebelum melaksanakan shalat atau ibadah yang mensyaratkan wudu.

Empat Pembatal Wudu

  1. Keluarnya Sesuatu dari Qubul atau Dubur: Segala sesuatu yang keluar dari kemaluan depan (qubul) maupun belakang (dubur), seperti angin, air kencing, tinja, darah, atau benda lainnya โ€” kecuali mani (yang mewajibkan mandi, bukan sekadar wudu).
    ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู‘ู†ูƒูู… ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุงุฆูุทู
    "...atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air..." (QS. Al-Ma'idah: 6)
  2. Hilangnya Akal: Tidur nyenyak (kecuali tidur dalam posisi duduk yang tetap), pingsan, mabuk, atau gila โ€” semuanya membatalkan wudu karena menghilangkan kemampuan menjaga kesadaran.

    Pengecualian: tidur dalam posisi duduk yang tetap dan stabil tidak membatalkan wudu menurut mazhab Syafi'i.

  3. Menyentuh Lawan Jenis yang Bukan Mahram: Menyentuh kulit perempuan yang bukan mahram (atau laki-laki bagi perempuan) secara langsung tanpa penghalang, meskipun tanpa syahwat, membatalkan wudu menurut mazhab Syafi'i.
    ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽุงู…ูŽุณู’ุชูู…ู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ
    "...atau kamu menyentuh perempuan..." (QS. Al-Ma'idah: 6)
  4. Menyentuh Kemaluan dengan Telapak Tangan: Menyentuh kemaluan sendiri (qubul atau dubur) dengan bagian dalam telapak tangan atau jari tanpa penghalang membatalkan wudu.
    ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุณูŽู‘ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃู’
    "Barangsiapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudu." (HR. Tirmidzi dan Nasa'i)

Catatan Penting

Keluarnya darah dari selain dua jalan (qubul/dubur), seperti dari luka, mimisan, atau muntah โ€” tidak membatalkan wudu menurut mazhab Syafi'i, meskipun sebaiknya berwudu kembali sebagai kehati-hatian.

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘