โฆ Puasa โฆ
63
Rukun Puasa Ramadan
โฝ Teks Arab
(ูุตู)ุฃุฑูุงูู ุซุงูุซุฉ ุฃุดูุงุก: ููุฉ ููุงู ููู ููู
ูู ุงููุฑุถ ูุชุฑู ู
ูุทุฑ ุฐุงูุฑุง ู
ุฎุชุงุฑุง ุบูุฑ ุฌุงฺพู
. ู ุนุฐูุฑ ูุตุงุฆู
. ู ุนุฐูุฑ ูุตุงุฆู
โ Transliterasi Latin
Fashl. Arkaanuhu tsalaatsatu asyaa': niyyatun laylan li-kulli yawmin fil-fardhi, wa tarkul-mufthiri dzaakiran mukhtaaron ghayri jaahilin ma'dzuurin, wa shoo'imun.
โฆ Terjemahan
Pasal. Rukun puasa ada tiga: niat pada malam hari untuk setiap hari puasa fardu, menahan diri dari segala pembatal puasa dalam keadaan ingat, sadar, dan tidak dalam kondisi yang dimaafkan, serta dalam keadaan berpuasa (sejak fajar hingga maghrib).
โ Penjelasan
Rukun Puasa Ramadan
Rukun puasa adalah unsur-unsur pokok yang harus terpenuhi agar puasa dianggap sah.
Tiga Rukun Puasa
- Niat pada Malam Hari: Niat puasa fardu (Ramadan) harus dilakukan pada malam hari โ antara setelah maghrib hingga sebelum fajar shadiq. Niat ini harus dilakukan setiap malam untuk puasa keesokan harinya. Berbeda dengan puasa sunnah yang boleh diniatkan pada siang hari selama belum melakukan pembatal puasa.
Niat puasa Ramadan: "Nawaytu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri Romadhoona haadzihis-sanati lillaahi ta'aalaa."
- Menahan Diri dari Pembatal Puasa: Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari, dengan tiga syarat:
- Dzaakiran (ingat bahwa sedang berpuasa) โ jika lupa dan makan/minum, puasanya tidak batal.
- Mukhtaaran (atas kemauan sendiri) โ jika dipaksa, puasanya tidak batal.
- Ghayri jaahilin ma'dzuur (bukan karena ketidaktahuan yang dimaafkan).
- Dalam Keadaan Berpuasa (Shoo'im): Puasa harus mencakup seluruh siang hari โ dari awal fajar shadiq hingga terbenamnya matahari. Tidak sah puasa yang hanya dikerjakan sebagian hari saja.
Dalil
ู
ููู ููู
ู ููุจููููุชู ุงูุตููููุงู
ู ููุจููู ุงููููุฌูุฑู ููููุง ุตูููุงู
ู ูููู
"Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i)
Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i