โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Shalat โœฆ
30

Syarat Membaca Al-Fatihah

โ˜ฝ Teks Arab
(ูุตู„ ) ุดุฑูˆุท ุงู„ูุงุชุญุฉ ุนุดุฑุฉ : ุงู„ุชุฑุชูŠุจ ูˆุงู„ู…ูˆุงู„ุงุฉ ูˆู…ุฑุงุนุงุฉ ุชุดุฏูŠุฏุงุชู‡ุง ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุณูƒุช ุณูƒุชุฉ ุทูˆูŠู„ุฉ ูˆู„ุง ู‚ุตูŠุฑุฉ ูŠู‚ุตุฏ ู‚ุทุน ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ูƒู„ ุขูŠุงุชู‡ุง ูˆู…ู†ู‡ุง ุงู„ุจุณู…ู„ุฉ ูˆุนุฏู… ุงู„ู„ุญู† ุงู„ู…ุฎู„ ุจุงู„ู…ุนู†ู‰ ูˆุฃู† ุชูƒูˆู† ุญุงู„ุฉ ุงู„ู‚ูŠุงู… ููŠ ุงู„ูุฑุถ ุŒ ูˆุฃู† ูŠุณู…ุน ู†ูุณุฉ ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุชุฎู„ู„ู‡ุง ุฐูƒุฑ ุฃุฌู†ุจูŠ .
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Syuruuthul-faatihati 'asyarotun: at-tartiib, wal-muwaalatu, wa muroo'atu huruufihaa, wa muroo'atu tasydiidaatihaa, wa an laa yaskuta saktatain thowiilatan aw qoshiiratan yaqshidu qoth'al-qirooah, wa qiroo'atu kulli aayaatihaa waminhal-basmalah, wa 'adamul-lahn, wa an takuuna fil-qiyaami, wa an tasma'a nafsahu, wa an takuuna bilmuwaalaati fil-qirooati.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Syarat membaca Al-Fatihah ada sepuluh: tertib, berkesinambungan (muwalat), menjaga huruf-hurufnya, menjaga tasydid-tasydidnya, tidak berdiam diri dengan tujuan memutus bacaan, membaca semua ayatnya termasuk basmalah, tidak melakukan lahn (kesalahan yang mengubah makna), dibaca dalam posisi berdiri, dapat terdengar oleh diri sendiri, dan berkesinambungan dalam bacaan.
โ– Penjelasan

Syarat Membaca Al-Fatihah dalam Shalat

Membaca Al-Fatihah adalah rukun keempat shalat yang wajib dipenuhi di setiap rakaat. Agar bacaannya dianggap sah dan memenuhi rukun, harus dipenuhi sepuluh syarat berikut.

Sepuluh Syarat Membaca Al-Fatihah

  1. Tertib: Membaca ayat-ayat Al-Fatihah secara berurutan dari awal hingga akhir. Tidak sah membolak-balik urutan ayat.
  2. Muwalat (Berkesinambungan): Membaca tanpa jeda yang lama di antara ayat-ayatnya. Apabila jeda terlalu panjang tanpa uzur, bacaan harus diulang dari awal.
  3. Menjaga Huruf-hurufnya: Setiap huruf harus diucapkan dengan makhraj (tempat keluarnya huruf) yang benar. Kesalahan pengucapan yang mengubah makna membatalkan bacaan.
  4. Menjaga Tasydid-tasydidnya: Keempat belas tasydid dalam Al-Fatihah harus dibaca dengan benar (huruf yang bertasydid dibaca ganda).
  5. Tidak Berdiam untuk Memutus Bacaan: Boleh berhenti sejenak karena bersin, batuk, atau uzur lain. Namun tidak boleh diam dengan niat memutus bacaan.
  6. Membaca Semua Ayatnya termasuk Basmalah: Tujuh ayat Al-Fatihah harus dibaca lengkap. Basmalah (ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู) adalah bagian dari Al-Fatihah menurut mazhab Syafi'i dan wajib dibaca.
  7. Tidak Melakukan Lahn yang Mengubah Makna: Lahn (kesalahan baca) yang mengubah makna โ€” seperti salah harakat hingga artinya berubah โ€” membatalkan bacaan. Lahn yang tidak mengubah makna tetap makruh namun tidak membatalkan.
  8. Dibaca dalam Posisi Berdiri: Al-Fatihah harus dibaca saat sedang berdiri (dalam shalat fardu bagi yang mampu), bukan sebelum berdiri atau setelah mulai rukuk.
  9. Dapat Terdengar oleh Diri Sendiri: Bacaan minimal harus dapat didengar oleh telinga sendiri dalam kondisi normal.
  10. Berkesinambungan dengan Shalat: Bacaan Al-Fatihah harus menyambung dengan gerakan shalat yang lain, tidak terputus oleh hal yang membatalkan shalat.

Hukum Makmum Membaca Al-Fatihah

Dalam mazhab Syafi'i, makmum tetap wajib membaca Al-Fatihah sendiri, baik dalam shalat jahriyyah (bacaan keras) maupun sirriyyah (bacaan pelan). Tidak gugur kewajiban membaca Al-Fatihah hanya karena menjadi makmum.

Dalil

ู„ูŽุง ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู

"Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menjadi dasar kewajiban membaca Al-Fatihah berikut seluruh syarat-syaratnya.

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘