โฆ Shalat โฆ
31
Sunnah Mengangkat Tangan dalam Shalat
โฝ Teks Arab
(ูุตู) ูุณู ุฑูุน ุงููุฏูู ูู ุฃุฑุจุนุฉ ู
ูุงุถุน: ุนูุฏ ุชูุจูุฑุฉ ุงูุฅุญุฑุงู
ูุนูุฏ ุงูุฑููุน ูุนูุฏ ุงูุฅุนุชุฏุงู ูุนูุฏ ุงูููุงู
ู
ู ุงูุชุดูุฏ ุงูุฃูู .
โ Transliterasi Latin
Fashl. Yusannu raf'ul-yadayni fii arba'ati mawaadhi': 'inda takbiiratul-ihraam, wa 'indar-rukuu', wa 'indal-i'tidaal, wa 'indal-qiyaami minat-tasyahhudil-awwal.
โฆ Terjemahan
Pasal. Disunnahkan mengangkat kedua tangan pada empat tempat dalam shalat: ketika takbiratul ihram, ketika akan rukuk, ketika bangkit dari rukuk (i'tidal), dan ketika berdiri dari tasyahud awal.
โ Penjelasan
Sunnah Mengangkat Tangan dalam Shalat
Mengangkat kedua tangan (raf'ul yadain) pada waktu-waktu tertentu dalam shalat adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan banyak diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW.
Empat Tempat Mengangkat Tangan
- Saat Takbiratul Ihram: Mengangkat tangan bersamaan dengan mengucapkan "Allahu Akbar" sebagai pembuka shalat.
- Saat Akan Rukuk: Mengangkat tangan bersamaan dengan takbir intiqal menuju rukuk.
- Saat Bangkit dari Rukuk (I'tidal): Mengangkat tangan bersamaan dengan mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" saat berdiri dari rukuk.
- Saat Berdiri dari Tasyahud Awal: Mengangkat tangan bersamaan dengan takbir saat bangkit menuju rakaat berikutnya.
Cara Mengangkat Tangan
Tangan diangkat hingga sejajar dengan bahu atau daun telinga, dengan jari-jari yang terbuka dan menghadap kiblat. Telapak tangan menghadap ke depan (ke arah kiblat).
Dalil
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ๏ทบ ุฅูุฐูุง ููุงู
ู ุฅูููู ุงูุตููููุงุฉู ุฑูููุนู ููุฏููููู ุญูุชููู ูููููููุง ุญูุฐููู ู
ูููููุจููููู
"Rasulullah SAW apabila berdiri untuk shalat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua bahunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i