โฆ Shalat โฆ
48
Syarat Shalat Qashar
โฝ Teks Arab
(ูุตู) ุดุฑูุท ุงููุตุฑ ุณุจุนุฉ : ุฃู ูููู ุณูุฑู ู
ุฑุญูุชูู ูุฃู ูููู ู
ุจุงุญุง ูุงูุนูู
ุจุฌูุงุฒ ุงููุตุฑ ูููู ุงููุตุฑ ุนูุฏ ุงูุฅุญุฑุงู
ูุฃู ูุงููุชุฏู ุจู
ุชู
ูู ุฌุฒุก ู
ู ุตูุงุชุฉ .
โ Transliterasi Latin
Fashl. Syuruuthul-qoshri sab'atun: an yakuuna safaruhu marhalatayni, wa an yakuuna mubaahan, wal-'ilmu bi-jawaazil-qoshr, wa niyyatul-qoshri 'indal-ihraam, wa an laa yuqtadaa bi-mutimmin fii juz'in min sholaatih, wa an laa yanwiya iqoomatan arba'ata ayyaamin, wa an laa tazuulal-'illatu qoblal-ihraam.
โฆ Terjemahan
Pasal. Syarat sah mengqashar shalat ada tujuh: jarak perjalanan minimal dua marhalah (sekitar 80 km), perjalanan tersebut adalah safar yang dibolehkan (bukan untuk maksiat), mengetahui bahwa qashar itu dibolehkan, berniat qashar sejak takbiratul ihram, tidak bermakmum kepada orang yang shalat sempurna (itam) di sebagian shalatnya, tidak berniat mukim empat hari atau lebih di suatu tempat, dan uzur belum hilang sebelum takbiratul ihram.
โ Penjelasan
Syarat-syarat Shalat Qashar
Qashar adalah meringkas shalat empat rakaat menjadi dua rakaat (Zuhur, Ashar, dan Isya) saat dalam perjalanan. Ini adalah keringanan (rukhsah) dari Allah yang boleh diambil oleh musafir.
Tujuh Syarat Qashar
- Jarak Minimal Dua Marhalah: Jarak perjalanan harus mencapai dua marhalah, yaitu sekitar 80,64 km (perjalanan sehari semalam dengan berjalan kaki atau unta). Perjalanan yang lebih dekat tidak boleh diqashar.
- Safar yang Dibolehkan: Perjalanan harus bukan untuk tujuan maksiat. Jika bepergian untuk melakukan kemaksiatan, qashar tidak dibolehkan.
- Mengetahui Kebolehan Qashar: Musafir harus mengetahui bahwa qashar itu dibolehkan dalam kondisinya. Jika tidak tahu dan mengira wajib qashar atau tidak tahu qashar itu ada, shalatnya tidak sah.
- Niat Qashar sejak Takbiratul Ihram: Niat untuk qashar harus disertakan sejak awal shalat (bersamaan dengan takbiratul ihram). Tidak boleh berniat qashar di tengah shalat.
- Tidak Bermakmum kepada Orang yang Shalat Penuh (Itam): Jika musafir bermakmum kepada mukim yang shalat empat rakaat, musafir tersebut wajib mengikuti hingga empat rakaat dan tidak boleh qashar.
- Tidak Berniat Mukim Empat Hari: Jika musafir berniat tinggal di suatu tempat selama empat hari atau lebih (tidak termasuk hari kedatangan dan kepulangan), ia tidak lagi boleh qashar dan harus shalat penuh.
- Uzur Belum Hilang: Status musafir harus masih berlaku sejak awal shalat. Jika sudah sampai di tujuan sebelum mulai shalat, tidak boleh qashar.
Dalil
ููุฅูุฐูุง ุถูุฑูุจูุชูู
ู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููููููุณู ุนูููููููู
ู ุฌูููุงุญู ุฃููู ุชูููุตูุฑููุง ู
ููู ุงูุตููููุงุฉู
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat." (QS. An-Nisa': 101)
Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i