โฆ Shalat โฆ
28
Syarat Takbiratul Ihram
โฝ Teks Arab
(ูุตู) ุดุฑูุท ุชูุจูุฑุฉ ุงูุฅุญุฑุงู
: ุณุชุฉ ุนุดุฑุฉ ุฃู ุชูุน ุญุงูุฉ ุงูููุงู
ูู ุงููุฑุถ ูุฃู ุชููู ุจุงูุนุฑุจูู ูุฃู ุชููู ุจููุธ ุงูุฌูุงูุฉ ูุจููุธ ุฃูุจุฑ ูุงูุชุฑุชูุจ ุจูู ุงูููุธุชูู ูุฃู ูุงูู
ุฏ ูู
ุฒุฉ ุงูุฌูุงูุฉ ูุนุฏู
ู
ุฏ ุจุงุก ุฃูุจุฑ ูุฃู ูุง ูุดุฏุฏ ุงูุจุงุก ูุฃู ูุงูุฒูุฏ ูุงูุงู ุณุงููุฉ ุฃู ู
ุชุญุฑูุฉ ุจูู ุงูููู
ุชูู ุ ูุฃู ูุงูุฒูุฏ ูุงูุง ูุจู ุงูุฌูุงูุฉ ูุฃู ูุงููู ุจูู ููู
ุชู ุงูุชูุจูุฑ ูููุฉ ุทูููุฉ ููุง ูุตูุฑุฉ ุ ูุฃู ูุณู
ุน ููุณุฉ ุฌู
ูุน ุญุฑูููุง ูุฏุฎูู ุงูููุช ูู ุงูู
ุคูุช ูุฅููุงุนูุง ุญุงู ุงูุฅุณุชูุจุงู ูุฃู ูุง ูุฎู ุจุญุฑู ู
ู ุญุฑูููุง ูุชุฃุฎูุฑ ุชูุจูุฑุฉ ุงูู
ุฃู
ูู
ุนู ุชูุจูุฑุฉ ุงูุฅู
ุงู
.
โ Transliterasi Latin
Fashl. Syuruuthu takbiiratul-ihroomi sittata 'asyaro: an taqa'a haalatal-qiyaami fil-fardhi, wa an takuuna bil-'arobiyyah, wa an takuuna bilafzhil-jalaalah, wa bilafzhi 'akbar', wat-tartibu baynalafzhotayn, wa an laa yamudda hamzatal-allaah, wa an laa yamudda baa-a 'akbar', wa an laa yusyaddida baa-ahaa, wa an laa yaqtho'a baynal-lafzhotayn, wa an laa yata'allaqo bilafzhi niyyah, wa an tuusyrika baynal-lafzhotayn, wa an taqo'a fi haalatis-sama', wal-imaamul-mudrikat-takbiir, wa muwafaqotul-ma'muumi lil-imaam.
โฆ Terjemahan
Pasal. Syarat-syarat takbiratul ihram ada enam belas: diucapkan dalam posisi berdiri pada shalat fardu, menggunakan bahasa Arab, menggunakan lafaz jalalah (Allah), menggunakan lafaz 'akbar', mendahulukan lafaz Allah dari akbar, tidak memanjangkan hamzah pada 'Allah', tidak memanjangkan huruf ba pada 'akbar', tidak men-tasydid ba-nya, tidak memutus antara dua lafaz, tidak mengaitkan niat dengan lafaz takbir secara tidak benar, tidak menyertakan kata lain di antara dua lafaz, diucapkan dalam keadaan mendengar diri sendiri, imam sudah selesai takbir baru makmum memulai, dan niat makmum harus sesuai dengan imam.
โ Penjelasan
Syarat-syarat Takbiratul Ihram
Takbiratul ihram adalah rukun shalat yang menjadi pembuka shalat. Keabsahannya sangat bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat berikut. Tanpa takbiratul ihram yang sah, shalat dianggap tidak dimulai.
Enam Belas Syarat Takbiratul Ihram
- Diucapkan saat Berdiri (dalam Shalat Fardu): Takbiratul ihram harus diucapkan dalam posisi berdiri tegak bagi yang mampu.
- Menggunakan Bahasa Arab: Lafaz takbir wajib dalam bahasa Arab. Tidak sah menggunakan terjemahan seperti "Allah Maha Besar."
- Menggunakan Lafaz Jalalah (ุงููู): Wajib mengucapkan kata "Allah" โ tidak boleh diganti dengan kata lain seperti "Ar-Rahman."
- Menggunakan Lafaz "Akbar" (ุฃูุจุฑ): Tidak sah mengganti dengan "al-Kabir" atau kata sifat lainnya.
- Mendahulukan "Allah" dari "Akbar": Urutan wajib: "Allahu Akbar" โ tidak boleh terbalik.
- Tidak Memanjangkan Hamzah "Allah": Mengucapkan "Aallahu" (dengan mad) mengubah makna menjadi kalimat pertanyaan dan membatalkan takbir.
- Tidak Memanjangkan Ba "Akbar": Mengucapkan "Akbaar" (ba dipanjangkan) mengubah makna dan membatalkan takbir.
- Tidak Men-tasydid Ba "Akbar": Mengucapkan "Akbbar" tidak sah.
- Tidak Memutus antara Dua Lafaz: Tidak boleh ada jeda yang memutus antara "Allahu" dan "Akbar."
- Tidak Menyisipkan Kata Lain: Tidak boleh menyisipkan kata apapun di antara "Allahu" dan "Akbar."
- Bersamaan dengan Niat: Niat harus hadir di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, tidak boleh tertinggal.
- Dapat Terdengar oleh Diri Sendiri: Minimal telinga sendiri dapat mendengar ucapan takbirnya dalam kondisi normal.
- Makmum Menunggu Imam Selesai: Makmum baru boleh memulai takbiratul ihram setelah imam selesai mengucapkannya.
- Tidak Mengakhirkan Niat: Niat tidak boleh dibuat setelah takbir selesai diucapkan.
- Seluruh Takbir dalam Posisi Berdiri: Seluruh ucapan takbiratul ihram โ dari awal hingga akhir โ harus dalam posisi berdiri, tidak boleh sebagian dalam posisi berdiri dan sebagian sudah mulai membungkuk.
- Tidak dalam Keadaan Batal: Imam atau makmum tidak boleh dalam keadaan hadats saat mengucapkan takbiratul ihram.
Catatan
Dalam praktiknya, cukup mengucapkan "Allahu Akbar" dengan jelas, tartil, dan dalam posisi berdiri. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memanjangkan hamzah (menjadi "Aallahu") yang perlu diwaspadai.
Dalil
ุชูุญูุฑููู
ูููุง ุงูุชููููุจููุฑู ููุชูุญููููููููุง ุงูุชููุณููููู
ู
"Pembuka shalat adalah takbir dan penutupnya adalah salam." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi โ hadits shahih)
Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i