โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Shalat โœฆ
39

Wajib Tumakninah

โ˜ฝ Teks Arab
(ูุตู„) ุงู„ุฃุฑูƒุงู† ุงู„ุชูŠ ุชู„ุฒู…ู‡ ููŠู‡ุง ุงู„ุทู…ุฃู†ูŠู†ุฉ ุฃุฑุจุนุฉ : ุงู„ุฑูƒูˆุน ูˆุงู„ุฅุนุชุฏุงู„ ูˆุงู„ุณุฌูˆุฏ ูˆุงู„ุฌู„ูˆุณ ุจูŠู† ุงู„ุณุฌุฏุชูŠู† .

<br/><br/>

ุงู„ุทู…ุฃู†ูŠู†ุฉ ู‡ูŠ : ุณูƒูˆู† ุจุนุฏ ุญุฑูƒุฉ ุจุญูŠุซ ูŠุณุชู‚ุฑ ูƒู„ ุนุถูˆ ู…ุญู„ู‡ ุจู‚ุฏุฑ ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ .
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Al-arkaanu allatii tulzamu fiihat-thuma'niinatu arba'atun: ar-rukuu'u, wal-i'tidaalu, was-sujuudu, wal-juluusu baynas-sajdatayn. Ath-thuma'niinatu hiya: sukuunun ba'da harokatin bi-haytsu yastaqirru kullu 'udhwin fii mahallih.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Rukun shalat yang wajib disertai tumakninah ada empat: rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Tumakninah adalah: diam sejenak setelah bergerak hingga setiap anggota badan berada pada tempatnya dengan tenang.
โ– Penjelasan

Kewajiban Tumakninah dalam Shalat

Tumakninah adalah diam sejenak setelah bergerak hingga setiap anggota badan berada dengan tenang di tempatnya. Tumakninah merupakan rukun tersendiri yang wajib dalam empat gerakan shalat.

Definisi Tumakninah

Tumakninah terjadi ketika seluruh anggota badan sudah diam dan tenang setelah bergerak โ€” meski hanya sebentar (kira-kira satu bacaan tasbih). Shalat yang dilakukan tergesa-gesa tanpa tumakninah adalah tidak sah.

Empat Tempat Wajib Tumakninah

  1. Rukuk: Setelah membungkuk sempurna, diam sejenak hingga punggung, kepala, dan anggota tubuh lainnya benar-benar tenang.
  2. I'tidal: Setelah bangkit dari rukuk dan berdiri tegak, diam sejenak hingga tubuh benar-benar tegak dan tenang.
  3. Sujud: Setelah menyentuhkan tujuh anggota sujud ke lantai, diam sejenak hingga seluruh anggota badan tenang di posisinya.
  4. Duduk di antara Dua Sujud: Setelah bangkit dari sujud pertama dan duduk, diam sejenak hingga tubuh benar-benar duduk dengan tenang sebelum sujud kedua.

Kesalahan Umum

Banyak orang shalat dengan tergesa-gesa tanpa tumakninah โ€” langsung bangkit dari rukuk sebelum badan tenang, atau langsung sujud tanpa i'tidal yang sempurna. Ini membuat shalat tidak sah.

Dalil

ุซูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ูƒูŽุนู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูŽู‘ ุฑูŽุงูƒูุนู‹ุงุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ููŽุนู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุนู’ุชูŽุฏูู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุงุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงุณู’ุฌูุฏู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูŽู‘ ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง

"Kemudian rukuklah hingga engkau tenang dalam rukuk, kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga engkau tenang dalam sujud." (HR. Bukhari dan Muslim)

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘