โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Shalat โœฆ
38

Jeda Diam dalam Shalat

โ˜ฝ Teks Arab
(ูุตู„) ุณูƒุชุงุช ุงู„ุตู„ุงุฉ ุณุชุฉ : ุจูŠู† ุชูƒุจูŠุฑุฉ ุงู„ุฅุญุฑุงู… ูˆุฏุนุงุก ุงู„ุฅูุชุชุงุญ ูˆุงู„ุชุนูˆุฐุŒ ูˆุจูŠู† ุงู„ูุงุชุญุฉ ูˆุงู„ุชุนูˆุฐุŒ ูˆุจูŠู† ุขุฎุฑ ุงู„ูุงุชุญุฉ ูˆุขู…ูŠู† ุŒ ูˆุจูŠู† ุขู…ูŠู† ูˆุงู„ุณูˆุฑู‡ ุŒ ูˆุจูŠู† ุงู„ุณูˆุฑุฉ ูˆุงู„ุฑูƒูˆุน .
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Saktaatush-sholaati sittun: bayna takbiiratul-ihroomi wa du'aa'il-iftitaah, wa bayna du'aa'il-iftitaahi wat-ta'awwudz, wa baynatta'awwudzi wal-faatihah, wa bayna aakhiril-faatihati wa aamiin, wa bayna aamiin was-surah, wa bayna as-surati war-rukuu'.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Jeda diam (saktah) yang disunnahkan dalam shalat ada enam: antara takbiratul ihram dan doa iftitah, antara doa iftitah dan ta'awwuz, antara ta'awwuz dan Al-Fatihah, antara akhir Al-Fatihah dan amin, antara amin dan surah, serta antara surah dan rukuk.
โ– Penjelasan

Jeda Diam (Saktah) yang Disunnahkan dalam Shalat

Saktah adalah jeda diam sejenak di antara bacaan-bacaan dalam shalat. Ada enam tempat saktah yang disunnahkan, masing-masing selama kira-kira satu bacaan tasbih (subhaanallah) โ€” kecuali saktah antara amin dan surah yang bagi imam disunnahkan lebih panjang agar makmum sempat menyelesaikan bacaan Al-Fatihah mereka.

Enam Tempat Saktah yang Disunnahkan

  1. Antara Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah: Jeda sejenak setelah mengucapkan "Allahu Akbar" sebelum membaca doa pembuka shalat.
  2. Antara Doa Iftitah dan Ta'awwuz: Jeda sejenak setelah selesai membaca doa iftitah sebelum membaca "A'uudzubillahi minasysyaythaanirrajiim."
  3. Antara Ta'awwuz dan Al-Fatihah: Jeda sejenak setelah ta'awwuz sebelum memulai basmalah dan Al-Fatihah.
  4. Antara Akhir Al-Fatihah dan Amin: Jeda sejenak setelah membaca "waladh-dhaalliin" sebelum mengucapkan "Aamiin."
  5. Antara Amin dan Surah: Jeda sejenak setelah "Aamiin" sebelum membaca surah pilihan. Bagi imam, saktah ini disunnahkan lebih panjang โ€” sekira waktu yang cukup bagi makmum untuk menyelesaikan bacaan Al-Fatihah mereka.
  6. Antara Surah dan Rukuk: Jeda sejenak setelah selesai membaca surah sebelum bertakbir untuk rukuk.

Catatan

Saktah ini bukan kewajiban melainkan sunnah ab'ad โ€” meninggalkannya tidak membatalkan shalat namun mengurangi kesempurnaan shalat. Tujuannya adalah memberikan pemisah yang jelas antara satu bacaan dengan bacaan berikutnya, serta memberi kesempatan makmum mempersiapkan diri.

Dalil

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ๏ทบ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ {ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุถูŽู‘ุงู„ูู‘ูŠู†ูŽ} ุณูŽูƒูŽุชูŽ ู‡ูู†ูŽูŠูŽู‘ุฉู‹ ุซูู…ูŽู‘ ุฑูŽููŽุนูŽ ุตูŽูˆู’ุชูŽู‡ู ุจูุขู…ููŠู†ูŽ

"Rasulullah SAW apabila selesai membaca (Al-Fatihah) dan membaca 'waladh-dhaalliin', beliau diam sejenak kemudian mengangkat suaranya dengan 'Aamiin'." (HR. Abu Dawud dan Daruquthni)

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘