✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Adab-Adab Makan
Kitab 3 · Bab 9

Tidak boleh makan sambil bersandar.

✦ 2 Hadith ✦
# 1
عن أبي جُحَيْفَةَ وهبِ بنِ عبد اللَّه رضي اللَّه عنه قال: قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «لا آكُلُ مُتَّكِئاً» رواه البخاري. قال الخَطَّابيُّ: المُتَّكِيءُ هُنا: هو الجالِسُ مُعْتَمِداً على وِطاءٍ تحته، قال: وأَرَادَ أَنَّهُ لا يَقعُدُ عَلى الْوطَاءِ والْوسائِدِ كَفعْلٍ مَنْ يُريدُ الإِكْثار مِنَ الطعامِ بل يَقْعدُ مُسْتَوْفِزاً لا مُسْتوْطِئاً، ويَأْكُلُ بُلْغَةً. هذا كلامْ الخطَّابي، وأَشَار غَيْرهُ إِلى أَنَّ المتكيءَ هو المائلُ عَلى جَنْبِه، واللَّه أعلم.
Terjemahan
Dari Abu Juhaifah Wahb bin Abdullah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku tidak makan sambil bersandar." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Al-Khaththabi berkata: "Al-Muttaki' (bersandar) di sini adalah duduk dengan bersandar pada bantal di bawahnya." Ia berkata: "Maksudnya adalah beliau tidak duduk di atas bantal dan sandaran seperti orang yang ingin banyak makan, tetapi beliau duduk siap (tidak terlalu santai) dan makan secukupnya." Ini perkataan Al-Khaththabi. Ulama lain mengisyaratkan bahwa Al-Muttaki' adalah orang yang miring pada sisinya. Wallahu a'lam.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab makan dengan sikap rendah hati dan tidak berlebihan. Nabi ﷺ menghindari makan sambil bersandar, baik di atas bantal maupun dengan miring ke samping, karena sikap tersebut mencerminkan kesombongan dan nafsu makan yang rakus. Hikmahnya adalah agar kita makan dengan penuh kesadaran, secukupnya, dan dalam posisi yang menandakan rasa syukur serta tawadhu' kepada Allah.

# 2
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه قال: رَأَيْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم جالساً مُقْعِياً يَأْكُلُ تمْراً، رواه مسلم. «المُقْعِي» هو الذي يُلْصِقُ أليَتيهِ بالأرضِ، ويُنْصِبُ ساقَيْهِ.
Terjemahan
Dari Anas رضي الله عنه, ia berkata: Aku melihat Rasulullah ﷺ duduk iq'a (dengan cara tertentu) sambil makan kurma. (Diriwayatkan oleh Muslim)
"Al-Muq'i" adalah orang yang menempelkan kedua pantatnya ke tanah dan menegakkan kedua betisnya.

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan salah satu cara duduk Nabi ﷺ saat makan, yaitu duduk iq'a. Cara duduk ini, meski mungkin tidak lazim bagi sebagian budaya, mengandung hikmah kenyamanan dan stabilitas tubuh. Hal ini mengajarkan bahwa dalam perkara adab dan muamalah sehari-hari yang tidak bertentangan dengan syariat, terdapat kelapangan dan keragaman. Sikap Nabi ﷺ yang sederhana dan wajar dalam aktivitas biasa seperti makan menjadi teladan bahwa kemuliaan akhlak tercermin dalam seluruh keadaan.