Kitab 6 · Bab 11
Menurut sunnah, ketika seseorang yang meminta izin ditanya, "Siapa kamu?" Ia harus menjawab dengan menyebutkan namanya atau julukannya yang dikenal, dan tidak boleh menjawab hanya dengan mengatakan, "Saya," saja.
✦ 4 Hadith ✦
# 1
عن أنس رضي الله عنه في حديثه المشهور في الإسراء قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، « ثُمَّ صَعِدَ بي جِبْريلُ إلى السّماء الدُّنيا فاستفتح » فقيل : منْ هذا ؟ قال : جبْريلُ، قِيلَ : وَمَنْ مَعَك ؟ قال : مُحمَّدٌ . ثمَّ صَعِدَ إلى السَّماء الثّانية فاستفتح ، قيل : مَنْ هذا ؟ قال : جبريلُ ، قيل : وَمَنْ مَعَكَ ؟ قال : مُحَمدٌَّ » والثّالثة والرَّابعة وَسَائرهنَّ وَيُقالُ في باب كل سماء : مَنْ هذا ؟ فَيقُولُ : جبريل متفق عليه .
Terjemahan
Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dalam haditsnya yang terkenal tentang Isra' dan Mi'raj: Rasulullah ﷺ bersabda: "...Kemudian Jibril membawaku naik ke langit dunia. Dia meminta agar dibukakan pintu, lalu ditanya: 'Siapa ini?' Dia menjawab: 'Jibril.' Ditanya lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Kemudian dia naik ke langit kedua, ketiga, keempat, hingga ketujuh. Di setiap pintu langit, ditanyakan: 'Siapakah kamu?' Dia menjawab: 'Jibril.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kedudukan tinggi Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah, yang diakui oleh seluruh penghuni langit. Proses permintaan izin dan pengenalan identitas oleh Jibril di setiap lapisan langit menunjukkan betapa agung dan terjaganya alam malakut. Peristiwa ini juga menjadi bukti kebenaran kenabian beliau, yang perjalanan fisik dan ruhnya disaksikan langsung oleh malaikat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kedudukan tinggi Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah, yang diakui oleh seluruh penghuni langit. Proses permintaan izin dan pengenalan identitas oleh Jibril di setiap lapisan langit menunjukkan betapa agung dan terjaganya alam malakut. Peristiwa ini juga menjadi bukti kebenaran kenabian beliau, yang perjalanan fisik dan ruhnya disaksikan langsung oleh malaikat.
# 2
وعن أبي ذرِ رضي الله عنه قال: خَرجَتُ لَيْلة من اللّيالي فإذا رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمشي وحْدَهُ، فجَعلتُ أمشي في ظلِّ القمَر، فالتفت فرآني فقال : « مَنْ هذا ؟ » فقلت أبو ذَرٍ، متفق عليه
Terjemahan
Tentang Abu Tsar radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Pada suatu malam aku keluar, tiba-tiba melihat Rasulullah ﷺ berjalan sendirian. Aku pun berjalan dalam bayang-bayang rembulan. Tiba-tiba beliau menoleh dan melihatku, lalu bertanya: "Siapa ini?" Aku menjawab: "Abu Tsar." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan akhlak mulia Nabi ﷺ yang rendah hati dan bersahaja, berjalan sendirian di malam hari tanpa pengawal. Sikap bertanya "Siapa ini?" mencerminkan kehati-hatian dan kewaspadaan beliau. Di sisi lain, respons langsung Abu Dzar dengan menyebut namanya mengajarkan pentingnya transparansi dan identitas yang jelas, terutama di kegelapan malam. Interaksi sederhana ini menjadi teladan dalam komunikasi dan sikap waspada tanpa prasangka.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan akhlak mulia Nabi ﷺ yang rendah hati dan bersahaja, berjalan sendirian di malam hari tanpa pengawal. Sikap bertanya "Siapa ini?" mencerminkan kehati-hatian dan kewaspadaan beliau. Di sisi lain, respons langsung Abu Dzar dengan menyebut namanya mengajarkan pentingnya transparansi dan identitas yang jelas, terutama di kegelapan malam. Interaksi sederhana ini menjadi teladan dalam komunikasi dan sikap waspada tanpa prasangka.
# 3
وعن أُمَّ هانئ رضي الله عنها قالت: أتيت النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وهو يغتسل وفاطمةُ تسْتُرُهُ فقال : «مَنْ هذه ، » فقلت : أنا أُم هَانئ . متفق عليه .
Terjemahan
Tentang Ummu Hani' radhiyallahu 'anha, dia berkata: Aku pernah pergi menemui Nabi ﷺ. Saat itu beliau sedang mandi, dan Fatimah memegang kain untuk menutupi beliau. Beliau bertanya: "Siapa ini?" Aku menjawab: "Ummu Hani'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga aurat dan adab, bahkan di lingkungan keluarga. Nabi ﷺ, meski sedang mandi, tetap ditutupi oleh putrinya, Fatimah, sebelum memberi izin masuk. Kisah ini juga menunjukkan sikap hati-hati Nabi dalam berinteraksi, dengan menanyakan identitas orang yang datang meski sudah mengenali suaranya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga aurat dan adab, bahkan di lingkungan keluarga. Nabi ﷺ, meski sedang mandi, tetap ditutupi oleh putrinya, Fatimah, sebelum memberi izin masuk. Kisah ini juga menunjukkan sikap hati-hati Nabi dalam berinteraksi, dengan menanyakan identitas orang yang datang meski sudah mengenali suaranya.
# 4
وعن جابر رضي الله عنه قال : أتَيتُ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَدَقَقْتُ الباب فقال : « من هذا ؟ » فقلت ، أنا ، فقال : « أنا أنا ؟ » كأنهُ كَرهَهَا ، متفق عليه .
Terjemahan
Tentang Jabir radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku pernah pergi menemui Nabi ﷺ, lalu aku mengetuk pintu. Beliau bertanya: "Siapa ini?" Aku menjawab: "Aku." Beliau menjawab: "Aku, aku?" Sepertinya beliau tidak suka dengan jawaban itu. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dalam berkomunikasi, khususnya ketika ingin bertemu atau memasuki rumah orang lain. Larangan menjawab hanya dengan kata "saya" atau "aku" karena hal itu tidak jelas dan dapat menimbulkan kebingungan atau kecurigaan. Sebaliknya, disunnahkan untuk menyebutkan nama atau identitas diri dengan jelas sebagai bentuk penghormatan dan memudahkan pemilik rumah. Nabi ﷺ mengajarkan untuk selalu bersikap terbuka dan tidak menyembunyikan identitas.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dalam berkomunikasi, khususnya ketika ingin bertemu atau memasuki rumah orang lain. Larangan menjawab hanya dengan kata "saya" atau "aku" karena hal itu tidak jelas dan dapat menimbulkan kebingungan atau kecurigaan. Sebaliknya, disunnahkan untuk menyebutkan nama atau identitas diri dengan jelas sebagai bentuk penghormatan dan memudahkan pemilik rumah. Nabi ﷺ mengajarkan untuk selalu bersikap terbuka dan tidak menyembunyikan identitas.