✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Memberi Salam (Tanda Hormat)
Kitab 6 · Bab 12

Sunah menjawab orang yang bersin ketika dia membaca 'Alhamdulillah', dan tidak menjawab jika dia tidak membacanya. Dan penjelasan tentang adab menjawab bersin, bersin, dan menguap.

✦ 7 Hadith ✦
# 1
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إن الله يُحِبُّ الُعطاسَ وَيَكْرَهُ التَّثاُؤبَ ، فَإذَا عَطَس أحَدكُم وحمد الله تعالى كانَ حقَّا على كل مسلم سمعهُ أن يقول له يرحمك الله وأما التّثاوب فإنما هو من الشيطان ، فـإذا تثاءب أحدكم فليردُّهُ ما استطاع ، فإن أحدكم إذا تثاءب ضَحِكَ منه الشيطان » رواه البخاري .
Terjemahan
Tentang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: "Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu, apabila seseorang di antara kalian bersin lalu mengucapkan 'Alhamdulillah' (segala puji bagi Allah), maka wajib bagi setiap Muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan 'Yarhamukallah' (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, itu berasal dari setan. Oleh karena itu, apabila seseorang di antara kalian ingin menguap, tahanlah semampunya, karena ketika kalian menguap, setan menertawakan kalian." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab bersin dan menguap. Bersin yang disukai Allah hendaknya diiringi dengan hamdalah, lalu dijawab dengan doa rahmat. Sebaliknya, menguap yang berasal dari setan harus ditahan semampunya, karena ia menjadi kesempatan setan mengejek. Intinya, setiap gerak-gerik Muslim, bahkan yang alami, dapat bernilai ibadah jika disertai kesadaran dan adab syar'i.

# 2
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذا عطس أحدكم فليقل : الحمد لله ، وليقل له أخوه أو صاحبه : يرحمك الله ، فإذا قال له : يرحمك الله فليقل : يهديكم الله ويصلح بالكم » رواه البخاري .
Terjemahan
Tentang dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu juga, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian bersin, hendaklah dia mengucapkan 'Alhamdulillah'. Sedangkan saudaranya atau orang yang bersamanya hendaklah mengucapkan 'Yarhamukallah'. Kemudian orang yang bersin itu membalas dengan mengucapkan 'Yahdikumullah wa yuslihu balakum' (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab sosial yang penuh keberkahan. Setiap bersin diikuti ucapan syukur (Alhamdulillah), lalu didoakan oleh orang lain (Yarhamukallah), dan diakhiri dengan doa balasan yang lebih baik (Yahdikumullah). Ini menunjukkan keindahan Islam dalam mengatur interaksi sehari-hari, di mana setiap tindakan menjadi sarana saling mendoakan dan memperkuat ukhuwah.

# 3
وعن أبي موسى رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ « إذا عَطَس أحدُكُم فحمد الله فشمتوه ، فإنْ لم يحمد الله فلا تُشمتوه » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian bersin, lalu ia mengucapkan 'Alhamdulillah' (segala puji bagi Allah), maka jawablah dengan 'Yarhamukallah' (semoga Allah merahmatimu). Dan jika ia tidak mengucapkan 'Alhamdulillah', maka janganlah kalian menjawab 'Yarhamukallah'." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab sosial dan ibadah yang terkait dengan bersin. Intinya, ucapan "Yarhamukallah" sebagai doa adalah hak bagi yang bersin jika dia telah memuji Allah ("Alhamdulillah"). Jika dia tidak mengucapkan tahmid, maka hak untuk didoakan itu gugur. Pelajarannya adalah bahwa keberkahan doa dan respons sosial dibangun di atas syukur dan pengakuan akan nikmat Allah.

# 4
وعن أنس رضي الله عنه قال : عطس رجلان عند النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فشمت أحدهما ولم يشمت الآخر ، فقال الذي لم يشمته : عطس فُلانٌ فَشَمَّتهُ وَعطستُ فَلَم تُشَمتني ؟ فقال : « هذا حمد الله ، وإنَك لم تحمد الله » . متفق عليه .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Ada dua orang laki-laki bersin di hadapan Nabi ﷺ, lalu beliau menjawab 'Yarhamukallah' kepada salah satunya dan tidak menjawab kepada yang lain. Laki-laki yang tidak dijawab itu bertanya: "Fulan bersin dan engkau menjawabnya dengan 'Yarhamukallah', sedangkan aku bersin, mengapa engkau tidak menjawabku?" Beliau bersabda: "Orang itu mengucapkan 'Alhamdulillah', sedangkan kamu tidak mengucapkannya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa syarat untuk mendapatkan doa "Yarhamukallah" setelah bersin adalah mengucapkan "Alhamdulillah" terlebih dahulu. Nabi ﷺ dengan tegas membedakan perlakuan berdasarkan sebab ini, menunjukkan bahwa setiap ibadah dan adab memiliki ketentuan yang harus dipenuhi. Hikmahnya, kita diajarkan untuk selalu memuji Allah (tahmid) atas nikmat kesehatan, serta pentingnya memperhatikan syarat-syarat dalam menjalankan sunnah.

# 5
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : كان رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذَا عَطَسَ وَضَعَ يَدَهُ أوْ ثَوبَهُ عَلى فيهِ وَخَفَضَ أوْ غَضَّ بَها صَوْتَهُ.شك الراوي رواه أبو داود،والترمذي وقال حديث حسن صحيح.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Adalah Rasulullah ﷺ apabila bersin, beliau meletakkan tangannya atau kainnya di atas mulutnya, dan merendahkan atau meredam suaranya. (Perawi ragu). Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits hasan shahih.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab bersin yang mulia. Inti pelajarannya adalah menahan dan merendahkan suara serta menutup mulut saat bersin, baik dengan tangan maupun kain. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan, kesopanan, dan menghindari gangguan bagi orang lain. Dengan demikian, sunnah ini mencerminkan akhlak Rasulullah � yang selalu memperhatikan etika dalam setiap perilaku sehari-hari.

# 6
وعن أبي موسى رضي الله عنه قال: « كان الْيَهُودُ يَتَعَاطسُونَ عْندَ رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَرْجُونَ أنْ يَقولَ لهْم يَرْحَمُكُم الله ، فيقولُ : يَهدْيكمُ الله ويُصلحُ بالكم » رواه أبو داود، والترمذي وقال حديث حسن صحيح
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Ada sekelompok Yahudi bersin di hadapan Rasulullah ﷺ dengan harapan beliau mendoakan mereka dengan 'Yarhamukumullah' (semoga Allah merahmati kalian). Akan tetapi, beliau mendoakan: "Yahdikumullahu wa yuslihu balakum" (semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian). (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia menyatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa doa harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang yang didoakan. Nabi ﷺ tidak mengucapkan doa standar untuk orang bersin ("yarhamukallah") kepada kaum Yahudi, tetapi mendoakan hidayah dan perbaikan hati mereka, karena itu merupakan kebutuhan utama mereka. Ini menunjukkan hikmah dan ketepatan beliau dalam berdakwah, serta keutamaan mendoakan kebaikan yang bersifat substansial dan kekal.

# 7
- وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : إذَا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيُمسكْ بَيده على فيه فإنَّ الشيطان يدْخل» رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya. Jika tidak, setan akan masuk." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab Islami dalam menghadapi reaksi alami tubuh. Menguap dapat membuka mulut lebar, yang diisyaratkan dapat dimasuki setan. Oleh karena itu, Nabi ﷺ memerintahkan untuk menutup mulut dengan tangan saat menguap. Hikmahnya adalah menjaga kesopanan, menghindari gangguan setan, serta melatih diri untuk mengendalikan diri bahkan dalam hal yang remeh.