Kitab 7 · Bab 1
Menjenguk orang sakit.
✦ 7 Hadith ✦
# 1
عن البَراء بن عازب رضي الله عنهما قال : أمَرنَا رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِعيَادةٍ المَريض ، واتِّباع الجنازة ، وتشميت العاطس، وإبرار المقسم ونصر المظلوم ، وإجابة الداعي ، وإفشاء السلام . متفق عليه .
Terjemahan
Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk: menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, menjawab orang yang bersin, menunaikan sumpah, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan, dan saling memberi salam. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesempurnaan iman seorang muslim tercermin dalam akhlak sosialnya. Perintah Rasulullah ﷺ mencakup kewajiban terhadap sesama, baik dalam suka (memenuhi undangan) maupun duka (menjenguk sakit, mengantar jenazah). Intinya, Islam mendorong umatnya membangun komunitas yang penuh kepedulian, tolong-menolong, dan penghormatan melalui interaksi sehari-hari yang sederhana namun penuh makna.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesempurnaan iman seorang muslim tercermin dalam akhlak sosialnya. Perintah Rasulullah ﷺ mencakup kewajiban terhadap sesama, baik dalam suka (memenuhi undangan) maupun duka (menjenguk sakit, mengantar jenazah). Intinya, Islam mendorong umatnya membangun komunitas yang penuh kepedulian, tolong-menolong, dan penghormatan melalui interaksi sehari-hari yang sederhana namun penuh makna.
# 2
وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حَقُّ الْمُسلِمِ عَلَى الْمُسلِمِ خَمْسٌ ، رَدُّ السَّلام. وَعِيادَةُ المَريض ، وَاتباعُ الجنائز ، وإجابة الدَّعوة . وتشميت العاطس» متفق عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa hakikat persaudaraan Islam (ukhuwah) diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar perasaan. Lima kewajiban ini membangun jaringan kepedulian sosial yang kuat, dimulai dari hal sederhana seperti salam hingga momen berat seperti mengantarkan jenazah. Intinya, iman seorang muslim harus terlihat dari komitmennya untuk hadir dan peduli terhadap saudara seimannya dalam segala kondisi kehidupan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa hakikat persaudaraan Islam (ukhuwah) diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar perasaan. Lima kewajiban ini membangun jaringan kepedulian sosial yang kuat, dimulai dari hal sederhana seperti salam hingga momen berat seperti mengantarkan jenazah. Intinya, iman seorang muslim harus terlihat dari komitmennya untuk hadir dan peduli terhadap saudara seimannya dalam segala kondisi kehidupan.
# 3
وعنه قال قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : إنَّ الله عزَّ وجل يَقُولُ يَوْمَ القيَامَة : « يَا ابْنَ آدَمَ مَرضْتُ فَلَم تَعُدْني ، قال : ياربِّ كَيْفَ أعُودُكَ وأنْتَ رَبُّ العَالَمين ؟ قال : أمَا عَلْمتَ أنَّ عَبْدي فُلاَناَ مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ ، أمَا عَلمتَ أنَّك لو عُدْته لوجدتني عنده ؟ يا ابن آدم اطعمتك فلم تطعمني ، قال : يا رب كيف أطعمك وأنت رب العالمين ، قال : أما علمت أنه استطعمك عبدي فلان فلم تطعمه أما علمت أنك لو أطعمته لوجدت ذلك عندي ؟ يا ابن آدم استسقيتك فلم تسقني ، قال : يارب كيف اسقيك وأنت رب العالمين ؟ قال : استسقاك عبدي فلان فلم تسقه ، أما علمت أنك لو سقيته لو جدت ذلك عندي ؟ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Allah berfirman: "Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku." Ia (hamba) berkata: "Wahai Rabbku, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rabb seluruh alam?" Allah berfirman: "Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu bahwa seandainya engkau menjenguknya, niscaya engkau akan mendapati-Ku di sisinya? Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu tetapi engkau tidak memberi-Ku makan." Ia berkata: "Wahai Rabbku, bagaimana aku memberi-Mu makan sedangkan Engkau adalah Rabb seluruh alam?" Allah berfirman: "Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau tahu bahwa seandainya engkau memberinya makan, niscaya engkau akan mendapat pahalanya di sisi-Ku? Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu tetapi engkau tidak memberi-Ku minum." Ia berkata: "Wahai Rabbku, bagaimana aku memberi-Mu minum sedangkan Engkau adalah Rabb seluruh alam?" Allah berfirman: "Hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya minum. Tidakkah engkau tahu bahwa seandainya engkau memberinya minum, niscaya engkau akan mendapat pahalanya di sisi-Ku?" (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Allah mengaitkan hak-Nya dengan hak sesama manusia. Berbuat baik kepada hamba Allah (seperti menjenguk orang sakit, memberi makan, dan memberi minum) adalah bentuk ibadah langsung kepada-Nya. Sebaliknya, mengabaikan kewajiban sosial tersebut sama dengan mengabaikan perintah Allah. Intinya, cinta dan pengabdian kepada Allah harus dibuktikan dengan kepedulian terhadap sesama.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Allah mengaitkan hak-Nya dengan hak sesama manusia. Berbuat baik kepada hamba Allah (seperti menjenguk orang sakit, memberi makan, dan memberi minum) adalah bentuk ibadah langsung kepada-Nya. Sebaliknya, mengabaikan kewajiban sosial tersebut sama dengan mengabaikan perintah Allah. Intinya, cinta dan pengabdian kepada Allah harus dibuktikan dengan kepedulian terhadap sesama.
# 4
وعن أبي موسى رضي الله عنه قال : قالَ رسولُ اللهِ ، صلى الله عليه وسلم: ((عُودُوا المَرِيضَ ، وَأَطْعِمُوا الجَائعَ، وفَكُّوا العَاني)) رواه البخاري .
((العَاني)): الأسِيرُ.
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jenguklah orang sakit, berilah makan orang yang lapar, dan bebaskanlah tawanan." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari. (Al-'Ani: Tawanan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan tiga bentuk kepedulian sosial yang konkret dalam Islam, yaitu empati kepada yang lemah (sakit), pemenuhan kebutuhan dasar (lapar), dan pembelaan terhadap martabat manusia (tawanan). Ketiganya merupakan cerminan keimanan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar keyakinan di hati. Perintah ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan solidaritas dan tanggung jawab sosial untuk mewujudkan masyarakat yang saling menopang.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan tiga bentuk kepedulian sosial yang konkret dalam Islam, yaitu empati kepada yang lemah (sakit), pemenuhan kebutuhan dasar (lapar), dan pembelaan terhadap martabat manusia (tawanan). Ketiganya merupakan cerminan keimanan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar keyakinan di hati. Perintah ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan solidaritas dan tanggung jawab sosial untuk mewujudkan masyarakat yang saling menopang.
# 5
وعن ثوبان رضي الله عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إنَّ المسلم إذا عاد أخاه المسلم لم يزل في خُرْفَةِ الجنة حتى يرجع » قيل : يا رسول الله وما خُرْفَةُ الجنة ؟ قال : « جَنَاها » رواه مسلم . « جَنَاها » : أي واجتني من الثمر .
Terjemahan
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya seorang muslim ketika menjenguk saudaranya yang muslim, maka ia berada di kebun surga." Ditanyakan: "Wahai Rasulullah, apakah kebun surga itu?" Beliau menjawab: "Yaitu taman surga." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar dari menjenguk orang muslim yang sakit. Dengan mengunjungi saudara seiman, seorang muslim diibaratkan sedang berjalan memetik buah-buahan di taman surga (khurfah al-jannah) selama perjalanannya. Ini menunjukkan bahwa amal sederhana yang penuh kasih sayang dapat mendekatkan pelakunya kepada rahmat Allah dan pahala surga yang melimpah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar dari menjenguk orang muslim yang sakit. Dengan mengunjungi saudara seiman, seorang muslim diibaratkan sedang berjalan memetik buah-buahan di taman surga (khurfah al-jannah) selama perjalanannya. Ini menunjukkan bahwa amal sederhana yang penuh kasih sayang dapat mendekatkan pelakunya kepada rahmat Allah dan pahala surga yang melimpah.
# 6
وعن على رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ما من مسلم يعود مسلماً غدوة إلا صلى عليه سبعون ألف ملك حتى يمسي ، وإن عاده عشيةً إلا صلى عليه سبعون ألف ملكٍ حتى يصبح ، وكان له خريف في الجنة » رواه الترمِذِي وقال : حديث حسن .
« الخرِيفُ » : التَّمْرُ المَخرُوفُ ، أَي : المُجتَنَي .
Terjemahan
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya di pagi hari, melainkan tujuh puluh ribu malaikat akan memohonkan ampunan untuknya hingga sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat akan memohonkan ampunan untuknya hingga pagi hari. Dan ia akan mendapatkan buah-buahan yang dipetik untuknya di surga." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar dari menjenguk orang sakit. Pelajaran utamanya adalah bahwa amalan sosial ini mendatangkan dua pahala istimewa: pertama, doa dan permohonan ampunan dari puluhan ribu malaikat selama sehari penuh, dan kedua, ganjaran spesial di surga berupa buah-buahan yang dipetik. Ini menunjukkan betapa Allah membalas kebaikan antar sesama muslim dengan rahmat yang berlipat ganda.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar dari menjenguk orang sakit. Pelajaran utamanya adalah bahwa amalan sosial ini mendatangkan dua pahala istimewa: pertama, doa dan permohonan ampunan dari puluhan ribu malaikat selama sehari penuh, dan kedua, ganjaran spesial di surga berupa buah-buahan yang dipetik. Ini menunjukkan betapa Allah membalas kebaikan antar sesama muslim dengan rahmat yang berlipat ganda.
# 7
وعن أَنسٍ ، رضي اللَّهُ عنه ، قال : كانَ غُلامٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُم النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فمرِضَ فأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يعُودهُ ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فقالَ لَهُ : « أَسْلِمْ » فنَظَرَ إِلى أَبِيهِ وهُو عِنْدَهُ؟ فقال : أَطِعْ أَبا الْقاسِمِ ، فَأَسْلَم ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَهُوَ يقولُ : « الحَمْدُ للَّهِ الَّذي أَنْقذهُ مِنَ النَّارِ » . رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Ada seorang anak laki-laki Yahudi yang melayani Nabi ﷺ sedang sakit. Nabi ﷺ datang ke rumah anak itu untuk menjenguknya. Setibanya di sana, beliau duduk di dekat kepala tempat tidur anak itu dan bersabda: "Masuklah Islam." Anak itu lalu memandang wajah ayahnya yang ada bersamanya. Ayah anak itu berkata: "Taatilah Abul Qasim (Nabi Muhammad)." Maka anak itu pun masuk Islam. Saat Nabi ﷺ pulang, beliau bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak ini dari neraka." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang sangat mulia, yaitu menjenguk orang sakit meskipun berbeda agama. Beliau juga menggunakan momen tersebut untuk memberikan hidayah dengan cara yang lembut. Kisah ini mengajarkan pentingnya mengasihi semua manusia dan berusaha menuntun mereka kepada kebaikan dengan penuh kasih sayang.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang sangat mulia, yaitu menjenguk orang sakit meskipun berbeda agama. Beliau juga menggunakan momen tersebut untuk memberikan hidayah dengan cara yang lembut. Kisah ini mengajarkan pentingnya mengasihi semua manusia dan berusaha menuntun mereka kepada kebaikan dengan penuh kasih sayang.