Kitab 7 dari 19
Menjenguk Orang Sakit
22 bab ·
65 hadith
✦ Daftar Bab ✦
1
Menjenguk orang sakit.
›
2
Apa yang dibacakan untuk orang sakit.
›
3
Sunah menanyakan kondisi orang sakit kepada keluarganya.
›
4
Apa yang dibacakan untuk orang yang tidak diharapkan lagi hidupnya.
›
5
Sunah menasihati keluarga dan pelayan orang sakit untuk berbuat baik kepada orang sakit, bersabar atas berbagai kesulitan, dan memberikan nasihat yang sama kepada orang yang sedang sakaratul maut, karena penghapusan dosa.
›
6
Diperbolehkan bagi orang sakit untuk mengatakan, "Saya kesakitan," atau "Saya sangat kesakitan," atau "Saya demam," atau "Kepala saya sangat pusing," dan sebagainya.
›
7
Mengajari orang yang sedang sakaratul maut untuk membaca: Laa ilaaha illallaah (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah).
›
8
Apa yang dibaca setelah menutup mata mayat.
›
9
Apa yang diucapkan atau dibaca oleh orang yang bertakziah kepada mayat dan keluarga mayat.
›
10
Diperbolehkan menangis untuk menunjukkan kesedihan atas mayat, asalkan bukan tangisan yang diperintahkan atau jeritan.
›
11
Menutupi hal-hal buruk yang terlihat pada mayat.
›
12
Shalat jenazah, mengantar jenazah, menghadiri pemakaman, dan larangan bagi wanita untuk mengantar jenazah.
›
13
Sunah memperbanyak jumlah orang yang menshalati jenazah dan menyusun mereka dalam tiga shaf atau lebih.
›
14
Apa yang dibaca dalam shalat jenazah.
›
15
Berjalan cepat saat mengantar jenazah ke pemakaman.
›
16
Segera melunasi hutang atas nama mayat dan menyegerakan pemakamannya, kecuali bagi orang yang mati mendadak, maka ditunda sebentar hingga dipastikan kematiannya.
›
17
Nasihat di tempat pemakaman.
›
18
Berdoa untuk mayit setelah pemakaman, duduk di dekat kubur untuk berdoa memohonkan ampunan baginya, dan membaca Al-Qur'an.
›
19
Bersedekah untuk mayit dan berdoa untuknya.
›
20
Memuji mayit.
›
21
Pahala bagi orang yang anak kecilnya meninggal.
›
22
Menangis, merasa takut ketika melewati kuburan orang-orang zalim dan tempat mereka disiksa, menunjukkan kebutuhan kepada Allah, dan peringatan tentang sikap acuh tak acuh terhadap masalah tersebut.
›