Kitab 7 · Bab 3
Sunah menanyakan kondisi orang sakit kepada keluarganya.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عن ابن عباسٍ ، رضي اللَّه عنهما ، أَنَّ عليَّ بنَ أَبي طالبٍ ، رضي اللَّهُ عنهُ خرجَ مِنْ عِنْدِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في وجَعِهِ الذِي تُوُفيِّ فِيهِ ، فقال النَّاسُ : يا أَبَا الحسنِ ، كَيـفَ أَصْبَحَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : أَصْبحَ بِحمْد اللَّهِ بَارِئاً . رواه البخاري
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu keluar dari sisi Rasulullah ﷺ pada saat sakit beliau yang menyebabkan wafatnya. Orang-orang bertanya: "Wahai Abal Hasan, bagaimana keadaan Rasulullah ﷺ pagi ini?" Ia menjawab: "Alhamdulillah, beliau sembuh." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan adab dan sikap optimisme Ali bin Abi Thalib dalam menjaga perasaan umat. Jawaban "Alhamdulillah, beliau sembuh" yang disampaikan di saat Rasulullah ﷺ sedang sakit keras mengandung hikmah untuk menenangkan hati kaum muslimin dan mencegah kepanikan. Di balik itu, terdapat pelajaran tentang pentingnya berkata baik (husnuzhan) dan tidak menyebarkan berita yang dapat menimbulkan keresahan, meski dalam situasi yang sulit.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan adab dan sikap optimisme Ali bin Abi Thalib dalam menjaga perasaan umat. Jawaban "Alhamdulillah, beliau sembuh" yang disampaikan di saat Rasulullah ﷺ sedang sakit keras mengandung hikmah untuk menenangkan hati kaum muslimin dan mencegah kepanikan. Di balik itu, terdapat pelajaran tentang pentingnya berkata baik (husnuzhan) dan tidak menyebarkan berita yang dapat menimbulkan keresahan, meski dalam situasi yang sulit.