Kitab 1 · Bab 15
Menjaga amal-amal (kebajikan).
✦ 8 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر اللَّه وما نزل من الحق، ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم ﴾ .سورة الحديد(16)
Terjemahan
Allah berfirman: "Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (Al-Qur'an), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras." (QS. Al-Hadid: 16)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa keimanan harus diiringi dengan kelembutan hati (khusyuk) saat mengingat Allah dan menerima kebenaran Al-Qur'an. Allah mengingatkan agar hati seorang mukmin tidak mengeras seperti sebagian Ahli Kitab terdahulu, yang karena lama bersinggungan dengan kebenaran justru menjadi lalai dan hatinya membatu. Pelajaran utamanya adalah pentingnya menjaga kesegaran iman dan sensitivitas hati melalui dzikir serta tadabbur Al-Qur'an secara terus-menerus, agar tidak terjangkit penyakit keras hati.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa keimanan harus diiringi dengan kelembutan hati (khusyuk) saat mengingat Allah dan menerima kebenaran Al-Qur'an. Allah mengingatkan agar hati seorang mukmin tidak mengeras seperti sebagian Ahli Kitab terdahulu, yang karena lama bersinggungan dengan kebenaran justru menjadi lalai dan hatinya membatu. Pelajaran utamanya adalah pentingnya menjaga kesegaran iman dan sensitivitas hati melalui dzikir serta tadabbur Al-Qur'an secara terus-menerus, agar tidak terjangkit penyakit keras hati.
# 2
قال تعالى: ﴿ ثم قفينا على آثارهم برسلنا وقفينا بعيسى ابن مريم وآتيناه الإنجيل، وجعلنا في قلوب الذين اتبعوه رأفة ورحمة، ورهبانية ابتدعوها ما كتبناها عليهم إلا ابتغاء رضوان اللَّه، فما رعوها حق رعايتها ﴾ .
سورة الحديد(27)
Terjemahan
Allah berfirman: "(Kemudian) Kami iringi jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan 'Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Ma'idah: 46). Dan firman-Nya: "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al-Jatsiyah: 18). Dan firman-Nya: "Lalu Kami jadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." (QS. Ali 'Imran: 55).
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan bahwa rahmat dan kasih sayang yang Allah anugerahkan kepada pengikut Nabi Isa ‘alaihissalam adalah bagian dari petunjuk-Nya. Namun, mereka kemudian mengada-adakan praktik rahbaniyah (kerahiban) yang tidak diwajibkan Allah, dengan niat mencari ridha-Nya, tetapi mereka tidak menjaganya dengan benar. Pelajaran utamanya adalah kesungguhan dalam beribadah harus sesuai dengan syariat, bukan dengan membuat-buat cara baru yang justru tidak dapat dipertahankan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan bahwa rahmat dan kasih sayang yang Allah anugerahkan kepada pengikut Nabi Isa ‘alaihissalam adalah bagian dari petunjuk-Nya. Namun, mereka kemudian mengada-adakan praktik rahbaniyah (kerahiban) yang tidak diwajibkan Allah, dengan niat mencari ridha-Nya, tetapi mereka tidak menjaganya dengan benar. Pelajaran utamanya adalah kesungguhan dalam beribadah harus sesuai dengan syariat, bukan dengan membuat-buat cara baru yang justru tidak dapat dipertahankan.
# 3
قال تعالى: ﴿ ولا تكونوا كالتي نقضت غزلها من بعد قوة أنكاثاً ﴾ .سورة النحل(92)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali." (QS. An-Nahl: 92).
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Ia memberikan perumpamaan yang sangat kuat tentang orang yang merusak perjanjian atau mengingkari kesepakatan setelah ia teguh dan kuat, bagai seorang perempuan yang memintal benang lalu menguraikannya kembali. Hikmahnya adalah larangan keras untuk berkhianat, tidak menepati janji, dan merusak apa yang telah dibangun dengan baik. Pesan utamanya adalah konsistensi, menjaga amanah, dan konsekuensi buruk dari sikap plin-plan dalam urusan agama maupun muamalah.
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Ia memberikan perumpamaan yang sangat kuat tentang orang yang merusak perjanjian atau mengingkari kesepakatan setelah ia teguh dan kuat, bagai seorang perempuan yang memintal benang lalu menguraikannya kembali. Hikmahnya adalah larangan keras untuk berkhianat, tidak menepati janji, dan merusak apa yang telah dibangun dengan baik. Pesan utamanya adalah konsistensi, menjaga amanah, dan konsekuensi buruk dari sikap plin-plan dalam urusan agama maupun muamalah.
# 4
قال تعالى: ﴿ واعبد ربك حتى يأتيك اليقين ﴾ .سورة الحجر(99)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)." (QS. Al-Hijr: 99).
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan konsisten dan terus-menerus. Batas akhir perintah ini adalah datangnya "al-yaqin", yaitu kematian. Dengan demikian, pelajaran utamanya adalah kewajiban untuk istiqamah dalam ketaatan dan menyempurnakan ibadah, serta larangan untuk berputus asa atau bermalas-malasan selama nyawa masih dikandung badan.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan konsisten dan terus-menerus. Batas akhir perintah ini adalah datangnya "al-yaqin", yaitu kematian. Dengan demikian, pelajaran utamanya adalah kewajiban untuk istiqamah dalam ketaatan dan menyempurnakan ibadah, serta larangan untuk berputus asa atau bermalas-malasan selama nyawa masih dikandung badan.
# 5
وأما الأحاديث فمنها حديث عائشة: وكان أحب الدين إليه ما داوم صاحبه عليه. وقد سبق في الباب قبله (حديث رقم 142) .
Terjemahan
Adapun beberapa hadits yang berkaitan dengan bab ini adalah:
Hadits 'Aisyah yang menyatakan: "Orang beriman yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu dalam beribadah." Seperti yang telah disebutkan dalam bab sebelumnya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa nilai utama amal ibadah bukan terletak pada jumlah atau intensitas sesaat, tetapi pada istiqamah (kontinuitas dan konsistensi). Ibadah yang sedikit namun dikerjakan secara rutin dan berkelanjutan lebih dicintai Allah daripada ibadah yang banyak tetapi sporadis. Hikmahnya, pendekatan ini menjaga keikhlasan, mencegah kejenuhan, dan membentuk karakter disiplin serta kedekatan yang stabil dengan Allah.
Hadits 'Aisyah yang menyatakan: "Orang beriman yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu dalam beribadah." Seperti yang telah disebutkan dalam bab sebelumnya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa nilai utama amal ibadah bukan terletak pada jumlah atau intensitas sesaat, tetapi pada istiqamah (kontinuitas dan konsistensi). Ibadah yang sedikit namun dikerjakan secara rutin dan berkelanjutan lebih dicintai Allah daripada ibadah yang banyak tetapi sporadis. Hikmahnya, pendekatan ini menjaga keikhlasan, mencegah kejenuhan, dan membentuk karakter disiplin serta kedekatan yang stabil dengan Allah.
# 6
وعن عمرَ بن الخطاب رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « منْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ مِنَ اللَّيْل ، أَو عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرأَه ما بينَ صلاةِ الْفَجِر وَصـلاةِ الظهرِ ، كُتب لَهُ كأَنما قرأَهُ مِن اللَّيْلِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tertidur sehingga tidak membaca bagian mana pun dari Al-Qur'an (yang biasa ia baca) atau sesuatu dari Al-Qur'an, lalu ia membacanya antara waktu shalat Fajar (Shubuh) dan shalat Zhuhur, maka akan dicatat baginya seakan-akan ia membacanya pada malam hari." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan kemudahan dan kasih sayang Allah dalam ibadah. Jika seseorang tertinggal wirid atau tilawah Qur'an malamnya karena tertidur—hal yang manusiawi—ia dapat menggantinya di waktu dhuha (antara Subuh dan Zuhur) dengan mendapat pahala seperti membacanya di malam hari. Ini mengajarkan untuk tidak putus asa, tetapi segera menutup kekurangan dengan tetap menjaga konsistensi ibadah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan kemudahan dan kasih sayang Allah dalam ibadah. Jika seseorang tertinggal wirid atau tilawah Qur'an malamnya karena tertidur—hal yang manusiawi—ia dapat menggantinya di waktu dhuha (antara Subuh dan Zuhur) dengan mendapat pahala seperti membacanya di malam hari. Ini mengajarkan untuk tidak putus asa, tetapi segera menutup kekurangan dengan tetap menjaga konsistensi ibadah.
# 7
وعن عبدِ اللَّه بنِ عمرو بنِ العاص رضي اللَّه عنهما قال : قال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا عبْدَ اللَّه لا تَكُنْ مِثلْ فُلانٍ ، كَانَ يقُومُ اللَّيْلَ فَتَركَ قِيامَ اللَّيْل » متفقٌ عليه
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan; dahulu ia shalat (sunnah) malam, kemudian ia meninggalkannya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya istiqamah (konsisten) dalam beribadah. Rasulullah melarang kita meniru orang yang rajin ibadah lalu meninggalkannya, karena amalan yang sedikit tetapi berkelanjutan lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi terputus. Hikmahnya, kita dianjurkan memilih kadar ibadah sunnah yang mampu kita jaga secara rutin, agar tidak berat dan akhirnya ditinggalkan sama sekali.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya istiqamah (konsisten) dalam beribadah. Rasulullah melarang kita meniru orang yang rajin ibadah lalu meninggalkannya, karena amalan yang sedikit tetapi berkelanjutan lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi terputus. Hikmahnya, kita dianjurkan memilih kadar ibadah sunnah yang mampu kita jaga secara rutin, agar tidak berat dan akhirnya ditinggalkan sama sekali.
# 8
وعن عائشةَ رضي اللَّه عنها قالت : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذَا فَاتَتْهُ الصَّلاةُ مِنْ اللَّيْلِ مِنْ وجعٍ أَوْ غيْرِهِ ، صلَّى مِنَ النَّهَارِ ثنْتَى عشْرَةَ ركعةً » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, apabila beliau tertinggal shalat malam karena sakit atau lainnya, beliau shalat di siang hari sebanyak dua belas raka'at." (HR. Muslim).
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan mengganti (mengqadha) shalat sunnah rawatib atau tahajud jika tertinggal karena uzur. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dengan melakukannya di siang hari.
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan mengganti (mengqadha) shalat sunnah rawatib atau tahajud jika tertinggal karena uzur. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dengan melakukannya di siang hari.