Kitab 8 · Bab 2
Sunah mensyaratkan adanya teman seperjalanan, mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin, dan mengikuti mereka.
✦ 4 Hadith ✦
# 1
عَن ابْنِ عُمَرَ رضِيَ اللَّه عَنْهُما قَالَ : قَالَ رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَوْ أَنَّ النَّاسَ يَعْلَمُونَ مِنَ الوحْدةِ ما أَعَلمُ ما سَارَ رَاكِبٌ بِلَيْلٍ وحْدَهُ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seandainya manusia mengetahui bahaya bepergian sendirian seperti yang aku ketahui, niscaya tidak ada seorang pun yang berani bepergian sendirian di malam hari." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya menghindari perjalanan sendirian di malam hari karena besarnya risiko dan bahaya yang mengintai, baik berupa gangguan fisik, keamanan, maupun godaan syaitan. Larangan ini mengandung hikmah untuk menjaga keselamatan jiwa, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dan merealisasikan sikap hati-hati (ihtiyath). Dengan demikian, Islam sangat memperhatikan aspek pencegahan bahaya (sadd adz-dzari'ah) dalam kehidupan sehari-hari.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya menghindari perjalanan sendirian di malam hari karena besarnya risiko dan bahaya yang mengintai, baik berupa gangguan fisik, keamanan, maupun godaan syaitan. Larangan ini mengandung hikmah untuk menjaga keselamatan jiwa, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dan merealisasikan sikap hati-hati (ihtiyath). Dengan demikian, Islam sangat memperhatikan aspek pencegahan bahaya (sadd adz-dzari'ah) dalam kehidupan sehari-hari.
# 2
وعن عمرو بن شُعَيْبٍ ، عن أَبيه ، عن جَدِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الرَّاكِبُ شَيطَانٌ ، والرَّاكِبان شَيطَانانِ ، والثَّلاثَةُ رَكبٌ » .
رواه أبو داود ، والترمذي ، والنسائي بأَسانيد صحيحة ، وقال الترمذي : حديثٌ حسن.
Terjemahan
'Amr bin Syu'aib meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang bepergian sendirian ditemani oleh satu setan. Dua orang yang bepergian ditemani oleh dua setan. Dan tiga orang yang bepergian adalah satu kelompok yang dapat saling membantu." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i dengan sanad yang sahih, dan At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan).
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya berjamaah dan tolong-menolong dalam perjalanan. Rasulullah ﷺ mengisyaratkan bahwa bepergian sendirian atau berdua memiliki risiko lebih besar, baik secara fisik maupun spiritual, karena minimnya penjagaan dan mudahnya godaan. Sebaliknya, tiga orang telah dianggap sebagai satu rombongan yang dapat saling menjaga, membantu, dan mengingatkan dalam kebaikan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya berjamaah dan tolong-menolong dalam perjalanan. Rasulullah ﷺ mengisyaratkan bahwa bepergian sendirian atau berdua memiliki risiko lebih besar, baik secara fisik maupun spiritual, karena minimnya penjagaan dan mudahnya godaan. Sebaliknya, tiga orang telah dianggap sebagai satu rombongan yang dapat saling menjaga, membantu, dan mengingatkan dalam kebaikan.
# 3
وعن أَبي سعيدٍ وأَبي هُريرةَ رضيَ اللَّهُ تعالى عَنْهُمَا قَالا : قَال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : إِذا خَرَج ثَلاثَةٌ في سفَرٍ فليُؤَمِّرُوا أَحدهم » حديث حسن ، رواه أبو داود بإسنادٍ حسن .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila tiga orang bepergian bersama, hendaklah mereka mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai pemimpin." (Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik).
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya prinsip keteraturan dan kepemimpinan dalam komunitas kecil, seperti dalam perjalanan. Dengan menunjuk seorang pemimpin, perjalanan dapat terkoordinasi dengan baik, mencegah perselisihan, dan memastikan kemaslahatan bersama. Ini mengajarkan bahwa sikap anarki (tanpa pemimpin) harus dihindari, bahkan dalam kelompok terkecil sekalipun, demi menjaga efisiensi dan kerukunan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya prinsip keteraturan dan kepemimpinan dalam komunitas kecil, seperti dalam perjalanan. Dengan menunjuk seorang pemimpin, perjalanan dapat terkoordinasi dengan baik, mencegah perselisihan, dan memastikan kemaslahatan bersama. Ini mengajarkan bahwa sikap anarki (tanpa pemimpin) harus dihindari, bahkan dalam kelompok terkecil sekalipun, demi menjaga efisiensi dan kerukunan.
# 4
وعن ابْنِ عبَّاسٍ رضِي اللَّهُ عَنْهُما عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « خَيرُ الصَّحَابةِ أَرْبَعَةٌ ، وَخَيْرُ السَّرايا أَرْبَعُمِائَةٍ ، وخَيرُ الجُيُوش أَرْبعةُ آلافٍ ، ولَن يُغْلَبَ اثْنَا عشر أَلْفاً منْ قِلَّة » رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Jumlah rombongan perjalanan yang terbaik adalah 4 orang. Jumlah pasukan kecil yang terbaik adalah 400 orang. Jumlah pasukan besar yang terbaik adalah 4000 orang. Dan pasukan 120.000 orang tidak dapat dikalahkan hanya karena jumlahnya sedikit (jika pasukan 120.000 orang kalah dalam perang, itu karena sebab lain, bukan karena jumlahnya sedikit)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan prinsip efisiensi dan kekuatan dalam berjamaah. Nabi ﷺ memberikan panduan jumlah ideal untuk berbagai aktivitas, dari rombongan kecil hingga pasukan besar, yang menunjukkan bahwa kualitas dan strategi lebih penting daripada sekadar kuantitas. Pernyataan bahwa 12.000 pasukan tidak akan kalah karena sedikitnya jumlah menegaskan bahwa kekalahan lebih disebabkan oleh faktor internal (seperti lemahnya iman, persatuan, atau strategi) daripada faktor eksternal semata.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan prinsip efisiensi dan kekuatan dalam berjamaah. Nabi ﷺ memberikan panduan jumlah ideal untuk berbagai aktivitas, dari rombongan kecil hingga pasukan besar, yang menunjukkan bahwa kualitas dan strategi lebih penting daripada sekadar kuantitas. Pernyataan bahwa 12.000 pasukan tidak akan kalah karena sedikitnya jumlah menegaskan bahwa kekalahan lebih disebabkan oleh faktor internal (seperti lemahnya iman, persatuan, atau strategi) daripada faktor eksternal semata.
‹
Sunah (dianjurkan) melakukan perjalanan pada hari Kamis dan di pagi hari.
Adab dalam perjalanan, saat beristirahat, tidur di malam hari, di siang hari selama perjalanan, sunah melakukan perjalanan di malam hari, bersikap lembut terhadap hewan tunggangan, dan mempertimbangkan kebaikan untuknya, melarang orang yang tidak memperhatikan haknya, dan memenuhi haknya.
›