✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 9

Keutamaan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu

✦ 6 Hadith ✦
# 1
عن أَبي موسى رضي اللَّه عنهُ أَنَّ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ صلَّى البرْديْن دَخَلَ الجنَّة » متفقٌ عليه . « البرْدانِ » : الصُّبْحُ والعَصرُ .
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat dua waktu dingin, maka ia akan masuk surga." (Muttafaqun 'alaih). "Al-Bardaan" (dua waktu dingin): Shubuh dan Ashar.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan agung dari shalat Shubuh dan Ashar, yang disebut "dua waktu dingin". Janji masuk surga menunjukkan betapa Allah sangat menghargai kesungguhan seorang hamba dalam menjaga shalat di waktu-waktu yang berat tersebut, yaitu saat udara sejuk di pagi buta dan saat kesibukan di sore hari. Ini menjadi motivasi untuk disiplin dan mengutamakan shalat tepat waktu, meskipun banyak godaan untuk menunda atau meninggalkannya.

# 2
وعن زهيْرٍ بن عِمارَةً بن رُويْبةَ رضيَ اللَّه عنْهُ قالَ : سمِعْتُ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « لَنْ يلجَ النَّار أَحدٌ صلَّى قبْلَ طُلوعِ الشَّمْس وَقَبْل غُرُوبَها » يعْني الفجْرَ ، والعصْرَ . رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Zuhair bin 'Imarah bin Ruwai'bah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk neraka seorang pun yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." Maksudnya adalah shalat Fajar (Shubuh) dan Ashar. (HR. Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan agung dan perlindungan khusus dari Allah bagi orang yang menjaga shalat Subuh dan Ashar. Penekanan pada waktu "sebelum terbit dan terbenam matahari" mengisyaratkan kesungguhan dalam menunaikannya di awal waktu. Dengan demikian, hadis ini menjadi motivasi kuat untuk konsisten melaksanakan kedua shalat wajib tersebut, karena ia adalah sebab keselamatan dari siksa neraka.

# 3
وعن جُندَبِ بن سُفْيانَ رضي اللَّه عنهُ قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ صَلَّى الصُّبْحَ فهُوَ في ذِمَّةِ اللَّهِ فَانْظُرْ يَا ابنَ آدم لاَ يَطْلُبنَّك اللَّه مِنْ ذِمَّتِهِ بِشيءٍ » رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Jundub bin Sufyan radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat Shubuh, maka ia berada dalam jaminan perlindungan Allah. Maka wahai anak Adam, janganlah engkau melanggar (mengabaikan) jaminan Allah dengan tidak melaksanakan shalat Shubuh, agar Allah tidak menyiksamu karena melanggar jaminan-Nya." (HR. Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan agung shalat Subuh berjamaah. Pelaksanaannya menjadikan seorang muslim berada dalam jaminan dan perlindungan Allah. Oleh karena itu, meninggalkan shalat Subuh merupakan pelanggaran serius terhadap janji perlindungan-Nya. Hadis ini menjadi motivasi kuat untuk menjaga shalat Subuh dan peringatan keras bagi yang mengabaikannya.

# 4
وعن أَبي هُريرةَ رضي اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «يَتَعَاقَبُونَ فِيكم مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ ، وملائِكَةٌ بِالنَّهَارِ ، وَيجْتَمِعُونَ في صَلاةِ الصُّبْحِ وصلاةِ العصْرِ ، ثُمَّ يعْرُجُ الَّذِينَ باتُوا فِيكم ، فيسْأَلُهُمُ اللَّه ¬ وهُو أَعْلمُ بهِمْ ¬ : كَيفَ تَرَكتمْ عِبادِي ؟ فَيقُولُونَ : تَركنَاهُمْ وهُمْ يُصَلُّونَ ، وأَتيناهُمْ وهُمْ يُصلُّون » . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Malaikat malam dan malaikat siang bergantian datang kepada kalian, dan mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang bermalam bersama kalian naik (ke langit). Allah bertanya kepada mereka -padahal Dia Maha Mengetahui keadaan mereka-: 'Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan?' Mereka menjawab: 'Kami tinggalkan mereka sedang shalat, dan ketika kami datang kepada mereka, mereka juga sedang shalat'." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkapkan keistimewaan shalat berjamaah Shubuh dan Ashar. Pada dua waktu itu, terjadi pergantian dan berkumpulnya malaikat pencatat amal. Laporan mereka kepada Allah bahwa kaum muslimin sedang menunaikan shalat menunjukkan kemuliaan dan penjagaan Allah atas orang yang menjaga kedua shalat tersebut. Ini menjadi motivasi untuk konsisten pada shalat wajib, terutama di awal dan akhir siang.

# 5
وعن جَريرِ بنِ عبدِ اللَّهِ البجليِّ رضيَ اللَّه عنهُ قال : كنا عِندَ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَنَظَرَ إِلى القَمرِ لَيْلَةَ البَدْرِ ، فقال : « إنكم سَتَرَوْنَ ربكمْ كما تَروْنَ هذا القَمر ، لا تُضَامُّونَ في رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لا تُغْلبُوا عَلى صلاةٍ قَبْل طُلُوعِ الشَّمْسِ ، وَقَبْل غُرُوبها فافْعلُوا» متفق عليه . وفي روايةٍ : « فَنَظَرَ إِلى القَمر لَيْلَةَ أَرْبَعَ عَشرَةَ » .
Terjemahan
Dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiyallahu 'anhuma: (Suatu ketika) kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau melihat bulan purnama dan bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak perlu berdesak-desakan untuk melihat-Nya. Maka jika kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbit matahari (Shubuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka lakukanlah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan: Beliau melihat bulan pada malam ke-14 (purnama).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keyakinan tentang kenikmatan tertinggi di akhirat, yaitu melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala (ru'yatullah) dengan jelas dan tanpa kesulitan, sebagaimana melihat bulan purnama. Sebagai konsekuensi dari keyakinan ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk menjaga dua shalat fardhu yang sering diabaikan, yaitu Shubuh dan Ashar, sebagai bukti keimanan dan ketaatan.

# 6
وعن بُريْدَةَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ تَرَكَ صَلاةَ العصْر فَقَدْ حَبِطَ عَملُهُ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya." (HR. Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan besarnya dosa dan bahaya meninggalkan shalat Ashar secara sengaja. Ancaman "terhapus amalannya" menunjukkan bahwa kelalaian dalam kewajiban yang sangat agung ini dapat merusak atau mengurangi pahala amal kebaikan lainnya. Ini menjadi peringatan keras agar seorang muslim senantiasa menjaga shalat wajib, khususnya shalat Ashar, dan tidak meremehkannya.