Kitab 9 · Bab 10
Keutamaan berjalan menuju masjid
✦ 8 Hadith ✦
# 1
عن أَبي هريرةَ رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ غَدا إِلى المسْجِدِ أَوْ رَاحَ ، أَعَدَّ اللَّه لهُ في الجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ » متفق عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang berjalan ke masjid pada waktu pagi atau sore, Allah akan menyiapkan tempat baginya di surga setiap kali dia berangkat pada waktu pagi atau pulang pada waktu sore." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar bagi orang yang berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah, baik di waktu pagi (shubuh) maupun sore (ashar dan maghrib). Setiap langkah kaki yang dilangkahkan dengan niat ikhlas akan diganjar oleh Allah dengan tempat yang khusus di surga. Ini menjadi motivasi kuat untuk konsisten dalam ibadah dan memakmurkan masjid, serta menunjukkan bahwa pahala yang disediakan Allah berlipat ganda sesuai dengan usaha dan kesungguhan hamba-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar bagi orang yang berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah, baik di waktu pagi (shubuh) maupun sore (ashar dan maghrib). Setiap langkah kaki yang dilangkahkan dengan niat ikhlas akan diganjar oleh Allah dengan tempat yang khusus di surga. Ini menjadi motivasi kuat untuk konsisten dalam ibadah dan memakmurkan masjid, serta menunjukkan bahwa pahala yang disediakan Allah berlipat ganda sesuai dengan usaha dan kesungguhan hamba-Nya.
# 2
وعنهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « مَنْ تَطَهَّرَ في بَيْتِهِ ، ثُمَّ مَضى إِلى بيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ ، لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرائِضِ اللَّهِ كانَتْ خُطُواتُهُ إِحْدَاها تَحُطُّ خَطِيئَةً ، والأُخْرى تَرْفَعُ دَرَجَةً » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu juga, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian dia pergi ke salah satu rumah (masjid) dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, maka setiap langkahnya yang satu menghapuskan kesalahannya dan langkah yang lainnya mengangkat derajatnya." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar menyiapkan ibadah (wudhu) di rumah dan berjalan menuju masjid untuk shalat fardhu. Setiap langkah kaki seorang muslim bernilai dua pahala sekaligus: sebagai penghapus dosa dan peningkat derajat di sisi Allah. Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju ketaatan, sejak dari niat hingga pelaksanaan, seluruhnya adalah ibadah yang penuh berkah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar menyiapkan ibadah (wudhu) di rumah dan berjalan menuju masjid untuk shalat fardhu. Setiap langkah kaki seorang muslim bernilai dua pahala sekaligus: sebagai penghapus dosa dan peningkat derajat di sisi Allah. Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju ketaatan, sejak dari niat hingga pelaksanaan, seluruhnya adalah ibadah yang penuh berkah.
# 3
وعن أُبَيِّ بن كعْبٍ رضيَ اللَّه عنه قال : كانَ رجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ لا أَعْلم أَحدًا أَبْعدَ مِنَ المسْجِد مِنْهُ ، وَكَانَتْ لا تُخْطِئُهُ صَلاةٌ ، فَقيلَ له : لو اشتَريْتَ حِمَارًا لِتَرْكَبَهُ في الظَّلْمَاءِ وفي الرَّمْضَاءِ قالَ : ما يَسُرُّني أَنَّ مَنْزلي إِلى جنْبِ المَسْجدِ ، إِنِّي أُريدُ أَنْ يُكتَب لي مَمْشاي إِلى المسْجِدِ ، وَرجُوعِي إِذا رَجَعْتُ إِلى أَهْلي . فقالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قَدْ جَمَع اللَّه لكَ ذَلكَ كُلَّه » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari 'Ubaid bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang lelaki dari kalangan Anshar, tidak ada seorang pun yang rumahnya lebih jauh dari masjid daripada dia, tetapi dia tidak pernah absen (dalam menghadiri) shalat. Dikatakan kepadanya: "Seandainya engkau membeli seekor keledai untuk engkau tunggangi pada malam yang gelap dan hari yang sangat panas, itu lebih baik bagimu." Dia menjawab: "Aku tidak ingin rumahku dekat dengan masjid, karena aku ingin langkah-langkahku dicatat ketika berjalan ke masjid dan ketika pulang kembali ke keluargaku." Rasulullah ﷺ bersabda: "Sungguh Allah telah mengumpulkan semua pahala itu untukmu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan berjalan kaki menuju masjid untuk shalat berjamaah. Setiap langkah kaki seorang muslim ke masjid dicatat sebagai kebaikan dan mengangkat derajatnya. Anjuran ini menunjukkan bahwa kesulitan dan jarak yang ditempuh justru bernilai pahala di sisi Allah, sehingga semangat untuk shalat berjamaah tidak boleh padam oleh rintangan duniawi.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan berjalan kaki menuju masjid untuk shalat berjamaah. Setiap langkah kaki seorang muslim ke masjid dicatat sebagai kebaikan dan mengangkat derajatnya. Anjuran ini menunjukkan bahwa kesulitan dan jarak yang ditempuh justru bernilai pahala di sisi Allah, sehingga semangat untuk shalat berjamaah tidak boleh padam oleh rintangan duniawi.
# 4
وعن جابرٍ رضيَ اللَّه عنهُ قال : خَلَتِ البِقَاعُ حَوْلَ المسْجِد ، فَأَرادَ بَنُو سَلِمَةً أَنْ يْنتقلُوا قُرْبَ المَسْجِد ، فَبَلَغَ ذلكَ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالَ لهم : « بَلَغَني أَنَّكُمْ تُريدُونَ أَن تَنْتَقِلُوا قُرْبَ المَسْجِد ؟ قالوا : نعم يَا رَسولَ اللَّهِ قَدْ أَرَدنَا ذَلكَ ، فقالَ : « بَنِي سَلمَةَ ديارَكُمْ تُكْتَبْ آثارُكُمْ ، ديارَكُمْ تُكْتَبْ آثارُكُمْ » فقالوا : ما يَسُرُّنَا أَنَّا كُنَّا تَحَولْنَا : رواه مسلم ، وروى البخاري معناه من رواية أنَس .
Terjemahan
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, bahwa ada tanah kosong di sekitar masjid Nabi. Bani Salamah bermaksud pindah untuk tinggal dekat masjid. Berita ini sampai kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda kepada mereka: "Aku mendapat kabar bahwa kalian ingin pindah rumah untuk tinggal dekat masjid, benarkah?" Mereka menjawab: "Benar, wahai Rasulullah, kami memang bermaksud demikian." Beliau bersabda: "Wahai Bani Salamah, tetaplah tinggal di rumah-rumah kalian, langkah-langkah kalian akan dicatat (pahalanya)." Mereka pun berkata: "Kami tidak lagi bermaksud pindah tempat." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesulitan dan jarak dalam menuju kebaikan, seperti berjalan ke masjid, justru bernilai pahala di sisi Allah. Nabi ﷺ menganjurkan Bani Salamah tetap di tempat yang jauh agar setiap langkah mereka dicatat sebagai ibadah. Hikmahnya, kita tidak perlu selalu mencari kemudahan, karena usaha dan kesungguhan dalam menempuh jalan ketaatan itulah yang meningkatkan derajat keimanan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesulitan dan jarak dalam menuju kebaikan, seperti berjalan ke masjid, justru bernilai pahala di sisi Allah. Nabi ﷺ menganjurkan Bani Salamah tetap di tempat yang jauh agar setiap langkah mereka dicatat sebagai ibadah. Hikmahnya, kita tidak perlu selalu mencari kemudahan, karena usaha dan kesungguhan dalam menempuh jalan ketaatan itulah yang meningkatkan derajat keimanan.
# 5
وعنْ أَبي موسى رضيَ اللَّه عنه قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِنَّ أَعْظَم الناس أَجرًا في الصَّلاةِ أَبْعَدُهُمْ إِليْها ممْشًى فَأَبْعَدُهُمْ . والَّذي يَنْتَظرُ الصَّلاةَ حتَّى يُصلِّيها مَعَ الإِمامِ أَعْظَمُ أَجراً مِنَ الذي يُصلِّيها ثُمَّ يَنَامُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalanannya, lalu yang lebih jauh. Dan orang yang menunggu shalat hingga mengerjakannya bersama imam, pahalanya lebih besar daripada orang yang shalat kemudian tidur." (Muttafaqun 'alaih)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan dua keutamaan utama. Pertama, keutamaan menjalankan shalat berjamaah di masjid, di mana pahala dilipatgandakan sesuai dengan kesulitan perjalanan yang ditempuh. Kedua, keutamaan sabar menunggu waktu shalat dan segera melaksanakannya berjamaah bersama imam, yang lebih utama daripada shalat di awal waktu sendirian lalu tidak menunggu jamaah. Intinya, Islam sangat menghargai usaha dan kesungguhan dalam meraih pahala ibadah berjamaah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan dua keutamaan utama. Pertama, keutamaan menjalankan shalat berjamaah di masjid, di mana pahala dilipatgandakan sesuai dengan kesulitan perjalanan yang ditempuh. Kedua, keutamaan sabar menunggu waktu shalat dan segera melaksanakannya berjamaah bersama imam, yang lebih utama daripada shalat di awal waktu sendirian lalu tidak menunggu jamaah. Intinya, Islam sangat menghargai usaha dan kesungguhan dalam meraih pahala ibadah berjamaah.
# 6
وعن بُرَيدَةَ رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « بشِّروا المَشَائِينَ في الظُّلَمِ إِلى المسَاجِدِ بِالنور التَّامِّ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه أبو داود والترمذي .
Terjemahan
Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan malam, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjanjikan ganjaran luar biasa bagi orang yang bersusah payah menuju masjid untuk beribadah, khususnya di waktu malam. Cahaya sempurna di hari Kiamat adalah balasan yang menunjukkan kemuliaan dan keselamatan mereka. Intinya, kesungguhan dan pengorbanan dalam menuntut ilmu atau beribadah, meski menghadapi rintangan, akan diganti dengan pahala yang berlipat dan istimewa di akhirat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjanjikan ganjaran luar biasa bagi orang yang bersusah payah menuju masjid untuk beribadah, khususnya di waktu malam. Cahaya sempurna di hari Kiamat adalah balasan yang menunjukkan kemuliaan dan keselamatan mereka. Intinya, kesungguhan dan pengorbanan dalam menuntut ilmu atau beribadah, meski menghadapi rintangan, akan diganti dengan pahala yang berlipat dan istimewa di akhirat.
# 7
وعن أبي هريرةَ رضيَ اللَّهُ عنهُ أَنَّ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « أَلا أَدُلُّكُمْ عَلى مَا يمْحُو اللَّهُ بِهِ الخَطَايَا ، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ؟ قَالُوا : بَلى يا رسولَ اللَّهِ . قَالَ: « إِسْباغُ الْوُضُوءِ عَلى المَكَارِهِ ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إِلى المَسَاجِدِ ، وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بعْد الصَّلاةِ ، فَذلِكُمُ الرِّباطُ ، فَذلكُمُ الرِّباطُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyempurnakan wudhu meskipun sulit, banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ar-ribath (jihad/berjaga di jalan Allah)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa jihad tidak hanya di medan perang. Amalan ibadah sehari-hari yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kontinu—seperti wudhu yang sempurna di kala sulit, rajin berjalan ke masjid, dan sabar menunggu waktu shalat berikutnya—memiliki nilai sangat agung. Amalan-amalan tersebut dapat menghapus dosa, mengangkat derajat, dan dinilai setara dengan ribath (berjaga di jalan Allah) karena memerlukan ketahanan fisik dan konsistensi hati dalam ketaatan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa jihad tidak hanya di medan perang. Amalan ibadah sehari-hari yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kontinu—seperti wudhu yang sempurna di kala sulit, rajin berjalan ke masjid, dan sabar menunggu waktu shalat berikutnya—memiliki nilai sangat agung. Amalan-amalan tersebut dapat menghapus dosa, mengangkat derajat, dan dinilai setara dengan ribath (berjaga di jalan Allah) karena memerlukan ketahanan fisik dan konsistensi hati dalam ketaatan.
# 8
وعن أَبي سعيدٍ الخدْرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنهُ عنِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «إِذا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ المَسَاجِد فاشْهدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ » قال اللَّه عزَّ وجلَّ : { إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَن بِاللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ } الآية . رواه الترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Jika kalian melihat seseorang biasa (rajin) datang ke masjid, maka saksikanlah keimanannya." Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir..." (QS. At-Taubah: 18). Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia berkata: hadits hasan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa rajin beribadah di masjid, terutama shalat berjamaah, adalah tanda nyata keimanan seseorang. Perbuatan lahiriah ini menjadi bukti dan cermin dari keyakinan dalam hati. Dengan merujuk pada ayat Al-Qur'an, Nabi �ung memberikan panduan agar kita memandang positif dan meneladani orang yang komitmen memakmurkan masjid.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa rajin beribadah di masjid, terutama shalat berjamaah, adalah tanda nyata keimanan seseorang. Perbuatan lahiriah ini menjadi bukti dan cermin dari keyakinan dalam hati. Dengan merujuk pada ayat Al-Qur'an, Nabi �ung memberikan panduan agar kita memandang positif dan meneladani orang yang komitmen memakmurkan masjid.