Kitab 9 · Bab 11
Keutamaan menunggu waktu shalat
✦ 3 Hadith ✦
# 1
عنْ أَبي هريرةَ رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « لا يَزَالُ أَحَدُكُمْ في صَلاةٍ مَا دَامتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ ، لا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلى أَهْلِهِ إِلاَّ الصَّلاةُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap orang dari kalian akan mendapat pahala seperti sedang shalat selama shalat menahannya (dia menunggu shalat), tidak ada yang menghalanginya untuk pulang ke keluarganya selain shalat." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan menunggu waktu shalat di masjid (i'tikaf). Pahala shalat terus mengalir bagi seseorang yang tetap berada di tempat shalatnya dengan niat menanti shalat berjamaah berikutnya. Hikmahnya adalah anjuran untuk memakmurkan masjid dan menyibukkan diri dengan ibadah, di mana hal itulah satu-satunya alasan yang membolehkannya meninggalkan keluarga untuk tetap tinggal di masjid.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan menunggu waktu shalat di masjid (i'tikaf). Pahala shalat terus mengalir bagi seseorang yang tetap berada di tempat shalatnya dengan niat menanti shalat berjamaah berikutnya. Hikmahnya adalah anjuran untuk memakmurkan masjid dan menyibukkan diri dengan ibadah, di mana hal itulah satu-satunya alasan yang membolehkannya meninggalkan keluarga untuk tetap tinggal di masjid.
# 2
وعنه أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ في مُصَلاَّهُ الَّذي صَلَّى فِيهِ مَا لمْ يُحْدِثْ ، تَقُولُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu juga, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Malaikat akan berdoa kepada Allah untuk setiap orang di antara kalian selama dia berada di tempat dia shalat dan selama dia tidak batal wudhunya. Mereka berdoa: 'Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan bermakmum di masjid setelah shalat. Malaikat akan terus memohonkan ampunan dan rahmat bagi seorang muslim yang duduk tenang di tempat shalatnya, selama ia menjaga wudhunya. Ini menunjukkan betapa Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang menghargai dan memakmurkan tempat ibadah. Hikmahnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa di masjid usai shalat, serta menjaga kesucian agar terus mendapat keberkahan doa malaikat.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan bermakmum di masjid setelah shalat. Malaikat akan terus memohonkan ampunan dan rahmat bagi seorang muslim yang duduk tenang di tempat shalatnya, selama ia menjaga wudhunya. Ini menunjukkan betapa Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang menghargai dan memakmurkan tempat ibadah. Hikmahnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa di masjid usai shalat, serta menjaga kesucian agar terus mendapat keberkahan doa malaikat.
# 3
وعن أَنس رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَخَّرَ لَيْلَةً صلاةَ الْعِشَاءِ إِلى شَطْرِ اللَّيْلِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بوَجْهِهِ بَعْدَ ما صَلَّى فقال : « صَلىََّ النَّاسُ وَرَقَدُوا ولَمْ تَزَالُوا في صَلاةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُموها » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa pada suatu malam Rasulullah ﷺ mengakhirkan shalat ('Isya) hingga pertengahan malam. Kemudian beliau kembali setelah shalat dan bersabda: "Manusia telah shalat dan tidur, sedangkan kalian tetap dalam keadaan shalat sejak kalian menunggu shalat." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menunggu waktu shalat berjamaah di masjid dengan penuh kesabaran. Pahala mereka dihitung seperti sedang shalat selama masa penantian itu, meskipun orang lain telah selesai shalat dan tidur. Ini menjadi motivasi untuk selalu bersegera dan bersabar menanti shalat jamaah, serta menghargai setiap detik di dalam masjid.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menunggu waktu shalat berjamaah di masjid dengan penuh kesabaran. Pahala mereka dihitung seperti sedang shalat selama masa penantian itu, meskipun orang lain telah selesai shalat dan tidur. Ini menjadi motivasi untuk selalu bersegera dan bersabar menanti shalat jamaah, serta menghargai setiap detik di dalam masjid.