Kitab 1 · Bab 21
Saling membantu dalam berbuat kebajikan dan ketakwaan
✦ 6 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ وتعاونوا على البر والتقوى ﴾ .سورة المائدة(2)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa."
(Al-Ma'idah: 2)
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk saling bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Ini menegaskan bahwa agama mendorong solidaritas sosial, bukan individualisme. Tolong-menolong dalam kebaikan mencakup semua amal kebajikan, sementara tolong-menolong dalam takwa berarti saling mendukung untuk taat dan menjauhi maksiat. Prinsip ini menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan penuh berkah.
(Al-Ma'idah: 2)
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk saling bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Ini menegaskan bahwa agama mendorong solidaritas sosial, bukan individualisme. Tolong-menolong dalam kebaikan mencakup semua amal kebajikan, sementara tolong-menolong dalam takwa berarti saling mendukung untuk taat dan menjauhi maksiat. Prinsip ini menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan penuh berkah.
# 2
وقال تعالى: ﴿ والعصر، إن الإنسان لفي خسر، إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات، وتواصوا بالحق، وتواصوا بالصبر ﴾ سورة العصر(1-3) قال الإمام الشافعي رحمه اللَّه كلاماً معناه: إن الناس أو أكثرهم في غفلة عن تدبر هذه السورة.
Terjemahan
Allah berfirman: "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(Al-'Asr: 1-3)
Imam Asy-Syafi'i berkata suatu perkataan yang maknanya: "Kebanyakan manusia benar-benar lalai dalam merenungi surat (Al-'Asr) ini."
Penjelasan singkat: Surat Al-'Asr menetapkan rumus universal untuk menyelamatkan diri dari kerugian abadi, yaitu dengan memadukan iman, amal shaleh, dakwah kepada kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Perkataan Imam Syafi'i mengingatkan bahwa banyak manusia mengabaikan kedalaman dan kesempurnaan pesan singkat ini. Hikmahnya, keselamatan hidup bersifat kolektif, tidak individual, dan harus diwujudkan dengan komitmen aktif menegakkan kebenaran serta ketabahan.
(Al-'Asr: 1-3)
Imam Asy-Syafi'i berkata suatu perkataan yang maknanya: "Kebanyakan manusia benar-benar lalai dalam merenungi surat (Al-'Asr) ini."
Penjelasan singkat: Surat Al-'Asr menetapkan rumus universal untuk menyelamatkan diri dari kerugian abadi, yaitu dengan memadukan iman, amal shaleh, dakwah kepada kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Perkataan Imam Syafi'i mengingatkan bahwa banyak manusia mengabaikan kedalaman dan kesempurnaan pesan singkat ini. Hikmahnya, keselamatan hidup bersifat kolektif, tidak individual, dan harus diwujudkan dengan komitmen aktif menegakkan kebenaran serta ketabahan.
# 3
عن أَبي عبدِ الرحمن زيدِ بن خالدٍ الْجُهَنيِّ رضيَ اللَّه عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَنْ جهَّزَ غَازِياً في سَبِيلِ اللَّه فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِياً في أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا» متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Abdurrahman Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mempersiapkan perbekalan untuk berjihad (di jalan Allah), maka dia mendapat pahala (seperti orang yang berjihad, meskipun dia tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang menjaga keluarga orang yang berjihad dengan baik, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yang berjihad."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan dan keadilan Islam dalam membagi pahala jihad. Pahala besar tidak hanya untuk mereka yang berperang di medan tempur, tetapi juga untuk siapa saja yang mendukung perjuangan tersebut. Pahala setara diperoleh oleh orang yang membiayai perlengkapan jihad (logistik) dan oleh orang yang menjaga serta mengurusi keluarga mujahid yang ditinggalkan. Dengan demikian, umat Islam diajak untuk berkontribusi sesuai kemampuannya.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan dan keadilan Islam dalam membagi pahala jihad. Pahala besar tidak hanya untuk mereka yang berperang di medan tempur, tetapi juga untuk siapa saja yang mendukung perjuangan tersebut. Pahala setara diperoleh oleh orang yang membiayai perlengkapan jihad (logistik) dan oleh orang yang menjaga serta mengurusi keluarga mujahid yang ditinggalkan. Dengan demikian, umat Islam diajak untuk berkontribusi sesuai kemampuannya.
# 4
وعن أَبِي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رضي اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بَعَثَ بَعْثاً إِلى بَني لِحيانَ مِنْ هُذَيْلٍ فقالَ : « لِيَنْبعِثْ مِنْ كُلِّ رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا وَالأَجْرُ بَيْنَهُمَا » رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ mengutus satu pasukan dari suku Hutsail kepada Bani Lihyan, dengan bersabda: "Hendaklah dua orang pergi (untuk berperang), satu orang (yang berangkat), dan pahalanya sama antara kalian berdua."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan prinsip gotong royong dan keadilan dalam berjamaah. Pahala diberikan secara merata baik kepada yang berangkat berjihad maupun yang mendukung dan menggantikan tugasnya di rumah. Ini menunjukkan bahwa kontribusi dalam kebaikan tidak selalu harus fisik; dukungan dan penggantian posisi juga bernilai ibadah. Dengan demikian, Islam mengakui berbagai bentuk peran dalam mencapai tujuan bersama.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan prinsip gotong royong dan keadilan dalam berjamaah. Pahala diberikan secara merata baik kepada yang berangkat berjihad maupun yang mendukung dan menggantikan tugasnya di rumah. Ini menunjukkan bahwa kontribusi dalam kebaikan tidak selalu harus fisik; dukungan dan penggantian posisi juga bernilai ibadah. Dengan demikian, Islam mengakui berbagai bentuk peran dalam mencapai tujuan bersama.
# 5
وعن ابنِ عباسٍ رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لَقِيَ ركْباً بالرَّوْحَاءِ فقال: «مَنِ الْقوْمُ ؟ » قالُوا : المُسْلِمُونَ ، فَقَالُوا : مَنْ أَنْتَ ؟ قال : «رسولُ اللَّه» فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا فَقَالَتْ : أَلَهَذَا حَجٌّ ؟ قال : « نَعمْ وَلَكِ أَجْرٌ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bertemu dengan sekelompok musafir di daerah Al-Arwaha', lalu beliau bertanya: "Siapakah kalian?" Mereka menjawab: "Kami adalah orang-orang Muslim." Mereka balik bertanya: "Siapakah Anda?" Beliau menjawab: "Rasulullah." Kemudian seorang wanita mengangkat anak laki-lakinya dan bertanya: "Apakah anak ini boleh berhaji?" Beliau menjawab: "Boleh, dan pahalanya untukmu."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keabsahan haji untuk anak kecil yang belum balig, dengan pahala amalannya tercatat untuk orang tua atau walinya yang mendampingi dan membiayainya. Hal ini mengandung hikmah pendidikan dan motivasi bagi orang tua untuk mengenalkan ibadah sejak dini. Selain itu, dialog Rasulullah ﷺ yang santun mencerminkan cara berdakwah yang baik dan membangun kedekatan dengan umat.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keabsahan haji untuk anak kecil yang belum balig, dengan pahala amalannya tercatat untuk orang tua atau walinya yang mendampingi dan membiayainya. Hal ini mengandung hikmah pendidikan dan motivasi bagi orang tua untuk mengenalkan ibadah sejak dini. Selain itu, dialog Rasulullah ﷺ yang santun mencerminkan cara berdakwah yang baik dan membangun kedekatan dengan umat.
# 6
وَعَنْ أَبِي موسى الأَشْعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه ، عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّهُ قال: « الخَازِنُ المُسْلِمُ الأَمِينُ الذي يُنَفِّذُ ما أُمِرَ بِهِ ، فَيُعْطِيهِ كَامِلاً مَوفَّراً ، طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلى الذي أُمِرَ لَهُ بِهِ أَحَدُ المُتَصَدِّقَيْنِ » متفقٌ عليه .
وفي رواية : « الذي يُعْطِي مَا أُمِرَ بِهِ » وضَبطُوا « المُتَصدِّقَيْنِ » بفتح القاف مع كسر النون على التَّثْنِيَةِ ، وعَكْسُهُ عَلَى الجمْعِ وكلاهُمَا صَحِيحٌ .
Terjemahan
Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: "Bendahara Muslim yang terpercaya, yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dengan sempurna, dengan jiwa yang rela, lalu menyerahkannya kepada orang yang diperintahkan untuk menerimanya, maka dia adalah salah satu dari dua orang yang bersedekah."
(Muttafaqun 'alaih)
Dalam riwayat lain: "Yang memberikan apa yang diperintahkan kepadanya." Para ulama membacakan "Al-Mutashaddiqain" dengan fathah pada huruf qaf dan kasrah pada nun, sebagai bentuk dual (dua orang). Ada juga yang membaliknya sebagai bentuk jamak, dan keduanya benar.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan amanah dan profesionalisme dalam pekerjaan. Seorang bendahara muslim yang jujur dan melaksanakan tugasnya dengan ikhlas serta sempurna, pahalanya disamakan dengan orang yang bersedekah. Ini menunjukkan bahwa kerja yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai perintah bernilai ibadah.
(Muttafaqun 'alaih)
Dalam riwayat lain: "Yang memberikan apa yang diperintahkan kepadanya." Para ulama membacakan "Al-Mutashaddiqain" dengan fathah pada huruf qaf dan kasrah pada nun, sebagai bentuk dual (dua orang). Ada juga yang membaliknya sebagai bentuk jamak, dan keduanya benar.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan amanah dan profesionalisme dalam pekerjaan. Seorang bendahara muslim yang jujur dan melaksanakan tugasnya dengan ikhlas serta sempurna, pahalanya disamakan dengan orang yang bersedekah. Ini menunjukkan bahwa kerja yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai perintah bernilai ibadah.