✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 22

Memberi nasihat dan pengajaran

✦ 6 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ إنما المؤمنون إخوة ﴾ .سورة الحجرات(10)
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara." (Al-Hujurat: 10)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa ikatan keimanan (ukhuwah imaniyah) adalah ikatan persaudaraan yang paling kuat dan utama, mengatasi segala ikatan kesukuan, kebangsaan, atau kepentingan duniawi. Hikmahnya adalah kewajiban setiap mukmin untuk menjaga persatuan, saling mencintai, menolong, dan berdamai dengan sesama mukmin, serta menghindari segala bentuk perselisihan dan permusuhan. Persaudaraan ini menuntut tanggung jawab untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

# 2
وقال تعالى إخباراً عن نوح صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: ﴿ وأنصح لكم ﴾ سورة الأعراف(62)
Terjemahan
Allah berfirman mengutip perkataan Nuh: "Dan aku menasihati kamu." (Al-A'raf: 62)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa esensi dakwah para nabi adalah memberikan nasihat dengan ikhlas. Nasihat (nashihah) merupakan pondasi agama, mencakup kejujuran dalam mengarahkan umat kepada kebenaran. Hal ini mengajarkan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kemaslahatan bersama.

# 3
وعن هود صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: ﴿ وأنا لكم ناصح أمين ﴾ .
Terjemahan
Allah berfirman mengutip perkataan Hud: "Dan aku adalah pemberi nasihat yang terpercaya."

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa tugas utama seorang rasul dan dai adalah memberikan nasihat dengan penuh amanah. Sifat "nasihat" (ناصح) menunjukkan ketulusan dan keinginan untuk kebaikan, sedangkan "terpercaya" (أمين) menjamin kebenaran dan kejujuran pesan yang disampaikan. Hal ini mengajarkan bahwa dakwah harus dilandasi integritas, tanggung jawab, dan kepedulian tulus terhadap kesejahteraan umat, bukan kepentingan pribadi. Setiap Muslim diajak meneladani sifat ini dalam interaksi sosialnya.

# 4
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
Terjemahan
Pertama: Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: "Agama adalah nasihat." Kami bertanya: "Untuk siapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan: Inti agama Islam adalah ketulusan dalam memberi nasihat untuk kebaikan, yang mencakup lima pihak: Allah, Kitab Suci Al-Qur'an, Rasulullah, para pemimpin, dan seluruh umat Islam.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa esensi beragama adalah ketulusan (nasihat) dalam seluruh aspek kehidupan. Nasihat ini diwujudkan dengan mengesakan Allah, mengimani dan mengamalkan Al-Qur'an, mengikuti Sunnah Rasul, serta bersikap jujur dan bertanggung jawab terhadap pemimpin dan sesama muslim. Dengan demikian, agama bukan hanya ritual, tetapi komitmen nyata untuk kebaikan bersama dalam lingkaran hubungan vertikal (kepada Allah) dan horizontal (kepada manusia).

# 5
الثَّاني : عَنْ جرير بْنِ عبدِ اللَّه رضي اللَّه عنه قال : بَايَعْتُ رَسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَلى : إِقَامِ الصَّلاَةِ ، وإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالنُّصْحِ لِكلِّ مُسْلِمٍ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Kedua: Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku membaiat Rasulullah ﷺ untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan menasihati setiap muslim." (Muttafaqun 'alaih)
Penjelasan: Baiat atau janji setia kepada Rasulullah mencakup tiga hal mendasar: mendirikan shalat, membayar zakat, dan memberikan nasihat yang tulus kepada sesama muslim.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa baiat (janji setia) kepada Rasulullah ﷺ hakikatnya adalah komitmen untuk menjalankan tiga pilar utama kehidupan beragama dan bermasyarakat. Pilar pertama dan kedua adalah kewajiban hablum minallah, yaitu menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Pilar ketiga, nasihat-menasihati kepada setiap muslim, merupakan kewajiban hablum minannas yang menjadi fondasi persatuan dan kebaikan umat. Dengan demikian, kesempurnaan Islam seorang terwujud dengan menyelaraskan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia.

# 6
الثَّالثُ : عَنْ أَنَس رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Ketiga: Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan: Kesempurnaan iman seseorang diukur dari rasa cinta dan keinginannya untuk memberikan kebaikan yang sama kepada saudaranya seperti yang ia inginkan untuk dirinya sendiri.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa cinta kasih dan keikhlasan kepada sesama muslim merupakan pilar kesempurnaan iman. Seorang mukmin sejati akan mendambakan kebaikan, kebahagiaan, dan keselamatan untuk saudaranya sebagaimana ia mendambakannya untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, ukuran keimanan bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal yang penuh dengan empati, kedermawanan, dan menghindari sikap dengki.