Kitab 9 · Bab 38
Kewajiban puasa bulan Ramadan, penjelasan tentang keutamaannya, dan hal-hal terkait.
✦ 8 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾ إلى قوله تعالى: ﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ ﴾[سورة البقرة(183-185)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa) itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa) itu pada hari-hari yang lain."
(Al-Baqarah: 183-185)
Penjelasan singkat: Ayat ini menetapkan kewajiban puasa Ramadhan bagi umat Islam, menyamakannya dengan syariat umat terdahulu. Tujuannya utama adalah membentuk ketakwaan dalam diri. Allah memberikan kemudahan bagi orang sakit dan musafir untuk mengganti puasa di hari lain, menunjukkan prinsip keringanan (rukhshah) dalam Islam.
(Al-Baqarah: 183-185)
Penjelasan singkat: Ayat ini menetapkan kewajiban puasa Ramadhan bagi umat Islam, menyamakannya dengan syariat umat terdahulu. Tujuannya utama adalah membentuk ketakwaan dalam diri. Allah memberikan kemudahan bagi orang sakit dan musafir untuk mengganti puasa di hari lain, menunjukkan prinsip keringanan (rukhshah) dalam Islam.
# 2
وَعنْ أَبي هُريرة رضِي اللَّه عنْهُ ، قال : قال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قال اللَّه عَزَّ وجلَّ : كُلُّ عملِ ابْنِ آدم لهُ إِلاَّ الصِّيام ، فَإِنَّهُ لي وأَنَا أَجْزِي بِهِ . والصِّيام جُنَّةٌ فَإِذا كَانَ يوْمُ صوْمِ أَحدِكُمْ فلا يرْفُثْ ولا يَصْخَبْ ، فَإِنْ سابَّهُ أَحدٌ أَوْ قاتَلَهُ ، فَلْيقُلْ : إِنِّي صَائمٌ . والَّذِي نَفْس محَمَّدٍ بِيدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائمِ أَطْيبُ عِنْد اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ .
للصَّائمِ فَرْحَتَانِ يفْرحُهُما : إِذا أَفْطرَ فَرِحَ بفِطْرِهِ ، وإذَا لَقي ربَّهُ فرِح بِصوْمِهِ » متفقٌ عليه.
وهذا لفظ روايةِ الْبُخَارِي . وفي رواية له : « يتْرُكُ طَعامَهُ ، وَشَرابَهُ ، وشَهْوتَهُ ، مِنْ أَجْلي ، الصِّيامُ لي وأَنا أَجْزِي بِهِ ، والحسنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا » .
وفي رواية لمسلم : « كُلُّ عَملِ ابنِ آدَمَ يُضَاعفُ الحسَنَةُ بِعشْر أَمْثَالِهَا إِلى سَبْعِمِائة ضِعْفٍ . قال اللَّه تعالى : « إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وأَنا أَجْزي بِهِ : يدعُ شَهْوتَهُ وَطَعامَهُ مِنْ أَجْلي . لِلصَّائم فَرْحتَانِ :فرحة عند فطره ، فَرْحةٌ عِنْدَ لقَاء رَبِّهِ . ولَخُلُوفُ فيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ ريحِ المِسْكِ» .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman: 'Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Jika suatu hari salah seorang dari kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan janganlah berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia mengatakan: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.' Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada aroma minyak kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya. Ia bergembira dengan puasanya."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain: "Ia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena-Ku. Puasa adalah untuk-Ku, Aku yang akan membalasnya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat."
Dalam riwayat Muslim yang lain: "Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: 'Kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya secara langsung, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya. Dan sungguh bau mulutnya (pada hari kiamat) lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.'"
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keistimewaan puasa sebagai ibadah yang Allah klaim secara khusus untuk diri-Nya dengan balasan tak terhingga. Puasa berfungsi sebagai perisai yang melindungi pelakunya dari dosa dan pertikaian. Seorang yang berpuasa harus menjaga lisan dan perilakunya, serta mengingatkan diri sendiri akan ibadahnya saat diuji. Bahkan bau mulut orang berpuasa pun dimuliakan Allah, dan baginya ada kebahagiaan saat berbuka dan kelak di akhirat.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain: "Ia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena-Ku. Puasa adalah untuk-Ku, Aku yang akan membalasnya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat."
Dalam riwayat Muslim yang lain: "Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: 'Kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya secara langsung, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya. Dan sungguh bau mulutnya (pada hari kiamat) lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.'"
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keistimewaan puasa sebagai ibadah yang Allah klaim secara khusus untuk diri-Nya dengan balasan tak terhingga. Puasa berfungsi sebagai perisai yang melindungi pelakunya dari dosa dan pertikaian. Seorang yang berpuasa harus menjaga lisan dan perilakunya, serta mengingatkan diri sendiri akan ibadahnya saat diuji. Bahkan bau mulut orang berpuasa pun dimuliakan Allah, dan baginya ada kebahagiaan saat berbuka dan kelak di akhirat.
# 3
وعنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَين في سَبِيلِ اللَّهِ نُودِيَ مِنْ أَبْواب الجَنَّةِ : يَا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ ، فَمَنْ كَان مِنْ أَهْلِ الصَلاةِ دُعِي منْ باب الصَّلاةِ ، ومَنْ كانَ مِنْ أَهْلِ الجِهَادِ دُعِي مِنْ باب الجِهَادِ ، ومَنْ كَانَ مِنْ أَهْل الصِّيامِ دُعِيَ مِنْ باب الرَّيَّانِ ومنْ كَانَ مِنْ أَهْل الصَّدقَة دُعِي مِنْ باب الصَّدقَةِ » قال أبو بكرٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ : بأَبي أَنت وأُمِّي يا رسولَ اللَّه ما عَلى مَنْ دُعِي مِنْ تِلكَ الأَبْوابِ مِنْ ضَرُورةٍ ، فهلْ يُدْعى أَحدٌ مِنْ تلك الأَبْوابِ كلِّها ؟ قال : « نَعَم وَأَرْجُو أَنْ تكُونَ مِنهم » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menginfakkan sepasang (kuda, unta, atau kebaikan) di jalan Allah, ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: 'Wahai hamba Allah, ini lebih baik.' Maka barangsiapa yang termasuk ahli shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa yang termasuk ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang termasuk ahli puasa, ia akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan barangsiapa yang termasuk ahli sedekah, ia akan dipanggil dari pintu sedekah." Abu Bakar berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah, apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu? Apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu?" Beliau menjawab: "Ada, dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka."
(Diriwayatkan oleh Al-B
Penjelasan singkat: Hadis ini menjanjikan kemudahan masuk surga sesuai dengan amal utama yang dikerjakan seorang muslim. Setiap pintu surga dinamai berdasarkan ibadah spesifik, seperti shalat, jihad, puasa, dan sedekah. Ini menunjukkan keutamaan konsistensi (istiqamah) dalam suatu kebaikan. Pahala besar juga dijanjikan bagi yang menginfakkan "sepasang" harta di jalan Allah, sebagai investasi akhirat yang terbaik.
(Diriwayatkan oleh Al-B
Penjelasan singkat: Hadis ini menjanjikan kemudahan masuk surga sesuai dengan amal utama yang dikerjakan seorang muslim. Setiap pintu surga dinamai berdasarkan ibadah spesifik, seperti shalat, jihad, puasa, dan sedekah. Ini menunjukkan keutamaan konsistensi (istiqamah) dalam suatu kebaikan. Pahala besar juga dijanjikan bagi yang menginfakkan "sepasang" harta di jalan Allah, sebagai investasi akhirat yang terbaik.
# 4
وعن سهلِ بنِ سعدٍ رضي اللَّه عنهُ عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّ فِي الجَنَّة باباً يُقَالُ لَهُ : الرَّيَّانُ ، يدْخُلُ مِنْهُ الصَّائمونَ يومَ القِيامةِ ، لا يدخلُ مِنْه أَحدٌ غَيرهُم ، يقالُ: أَينَ الصَّائمُونَ ؟ فَيقومونَ لا يدخلُ مِنهُ أَحَدٌ غيرهم ، فإِذا دَخَلوا أُغلِقَ فَلَم يدخلْ مِنْهُ أَحَدٌ» متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: 'Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa masuk melaluinya pada hari kiamat, dan tidak ada seorangpun selain mereka yang masuk melaluinya. Dikatakan: Di mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Apabila mereka telah masuk, pintu itu ditutup, dan tidak ada seorang pun yang masuk melaluinya lagi.' (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan khusus bagi orang yang berpuasa. Di akhirat, mereka akan masuk surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan, yang tidak boleh dilalui oleh golongan lain. Ini merupakan bentuk pemuliaan dan balasan istimewa dari Allah Ta'ala atas kesabaran dan ketaatan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan khusus bagi orang yang berpuasa. Di akhirat, mereka akan masuk surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan, yang tidak boleh dilalui oleh golongan lain. Ini merupakan bentuk pemuliaan dan balasan istimewa dari Allah Ta'ala atas kesabaran dan ketaatan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.
# 5
وعَنْ أَبي سَعيدٍ الخُدْريِّ رَضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ : « مَا مِنْ عبْدٍ يصُومُ يَوماً في سبِيلِ اللَّه إِلاَّ باعَدَ اللَّه بِذلك اليَومِ وجهَهُ عَن النَّارِ سبعينَ خرِيفاً » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun (karena hari itu)." (Muttafaqun 'alaih).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar puasa sunnah yang diniatkan ikhlas untuk mencari ridha Allah (fi sabilillah). Pahalanya sangat agung, yaitu perlindungan dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun. Ini mendorong seorang muslim untuk memperbanyak puasa sunnah dan menghidupkan niat jihad di dalamnya, sebagai bentuk ketakwaan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar puasa sunnah yang diniatkan ikhlas untuk mencari ridha Allah (fi sabilillah). Pahalanya sangat agung, yaitu perlindungan dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun. Ini mendorong seorang muslim untuk memperbanyak puasa sunnah dan menghidupkan niat jihad di dalamnya, sebagai bentuk ketakwaan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah.
# 6
وعنْ أَبي هُرَيرةَ رضيَ اللَّه عنهُ ، عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً واحْتِساباً ، غُفِرَ لَهُ ما تَقَدَّمَ مِنْ ذنْبِهِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan puasa Ramadhan yang dilandasi dua syarat utama: keimanan (meyakini kewajibannya) dan keikhlasan (mengharap pahala Allah semata). Balasannya adalah pengampunan dosa-dosa masa lalu, yang menunjukkan kasih sayang Allah yang luas. Ini menjadi motivasi untuk menyempurnakan puasa secara lahir dan batin, serta memperkuat keyakinan akan janji-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan puasa Ramadhan yang dilandasi dua syarat utama: keimanan (meyakini kewajibannya) dan keikhlasan (mengharap pahala Allah semata). Balasannya adalah pengampunan dosa-dosa masa lalu, yang menunjukkan kasih sayang Allah yang luas. Ini menjadi motivasi untuk menyempurnakan puasa secara lahir dan batin, serta memperkuat keyakinan akan janji-Nya.
# 7
وعنهُ رضيَ اللَّهُ عنهُ ، أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « إِذا جَاءَ رَمَضَانُ ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجنَّةِ ، وغُلِّقَت أَبْوَابُ النَّارِ ، وصُفِّدتِ الشياطِينُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (Muttafaqun 'alih).
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemuliaan bulan Ramadhan sebagai musim ketaatan. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya neraka adalah simbol dilipatgandakannya pahala dan diampuninya dosa. Setan dibelenggu untuk memudahkan hamba beribadah dan mengendalikan hawa nafsu. Ini adalah motivasi untuk bersemangat beramal shalih dan bertaubat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemuliaan bulan Ramadhan sebagai musim ketaatan. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya neraka adalah simbol dilipatgandakannya pahala dan diampuninya dosa. Setan dibelenggu untuk memudahkan hamba beribadah dan mengendalikan hawa nafsu. Ini adalah motivasi untuk bersemangat beramal shalih dan bertaubat.
# 8
وعنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤيَتِهِ ، فإِن غمي عَليكم ، فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبانَ ثَلاثينَ » متفقٌ عليه . وهذا لفظ البخاري .
وفي روايةِ مسلم : « فَإِن غُمَّ عَليكم فَصُوموا ثَلاثِينَ يَوْماً » .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya. Jika ia tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban menjadi tiga puluh hari." (Muttafaqun 'alaih). Ini adalah lafaz Al-Bukhari. Dalam riwayat Muslim: "Jika ia tertutup atas kalian, maka berpuasalah tiga puluh hari."
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa awal dan akhir Ramadan ditetapkan dengan metode rukyatul hilal (melihat bulan sabit) secara langsung. Jika hilal tidak terlihat karena terhalang, maka bulan Sya'ban disempurnakan menjadi 30 hari. Ini mengajarkan sikap bersandar pada ketetapan Allah melalui metode syar'i, sekaligus menunjukkan prinsip kehati-hatian dalam ibadah dan menyatukan umat dalam kalender ibadah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa awal dan akhir Ramadan ditetapkan dengan metode rukyatul hilal (melihat bulan sabit) secara langsung. Jika hilal tidak terlihat karena terhalang, maka bulan Sya'ban disempurnakan menjadi 30 hari. Ini mengajarkan sikap bersandar pada ketetapan Allah melalui metode syar'i, sekaligus menunjukkan prinsip kehati-hatian dalam ibadah dan menyatukan umat dalam kalender ibadah.