✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 39

Budi pekerti, melakukan amal kebaikan, memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadan, dan tambahan lebih dari itu pada 10 malam terakhir bulan ini.

✦ 2 Hadith ✦
# 1
وعن ابنِ عباسٍ ، رضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ، أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ في رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ »متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: "Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk mengajarkan Al-Qur'an. Sungguh, Rasulullah ﷺ ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus." (Muttafaqun 'alaih).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan tertinggi dalam kedermawanan, terutama di bulan Ramadhan. Momentum pertemuan dengan Malaikat Jibril untuk mudarasah Al-Qur'an semakin meningkatkan kemurahan hati beliau. Ini mengajarkan bahwa interaksi dengan Al-Qur'an seharusnya melunakkan hati dan mendorong untuk lebih banyak berbagi, serta bahwa Ramadhan adalah waktu utama untuk memperbanyak kebaikan dan kedermawanan.

# 2
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : « كَانَ رَسُولُ اللهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ، إِذَا دَخَلَ العَشْرُ أَحْيَى اللَّيْلَ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ ، وَشَدَّ المِئْزَرَ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: "Adalah Rasulullah ﷺ apabila memasuki sepuluh hari terakhir (Ramadhan), beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah)." (Muttafaqun 'alaih).

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadhan. Rasulullah ﷺ memberikan teladan dengan meningkatkan intensitas ibadah, seperti memperbanyak shalat malam dan membangunkan keluarga. Sikap "mengencangkan ikat panggang" melambangkan kesungguhan, fokus, dan kesiapan penuh untuk meraih Lailatul Qadar. Hikmahnya, kita diajak untuk bersemangat kolektif dalam keluarga untuk memaksimalkan momen-momen berharga ini.