Kitab 9 · Bab 41
Apa yang dibaca saat melihat hilal (bulan sabit).
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عَنْ طَلْحَةَ بنِ عُبْيدِ اللَّهِ رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ إِذا رَأَى الهِلالَ قَالَ: « اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ علَيْنَا بِالأَمْنِ والإِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ والإِسْلامِ ، رَبِّي ورَبُّكَ اللَّه ، هِلالُ رُشْدٍ وخَيْرٍ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Thalhah bin 'Ubaidillah radhiyallahu 'anhu: "Sesungguhnya Nabi ﷺ apabila melihat hilal, beliau berdoa: 'Allahumma ahillahu 'alaina bil amni wal iman, was salamati wal islam, rabbi wa rabbukallah, hilalu rusydin wa khair.' (Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan) adalah Allah. (Ini adalah) hilal petunjuk dan kebaikan)." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia berkata: hadits ini hasan).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunah berdoa ketika melihat hilal, terutama di awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Doa ini memohon agar bulan tersebut membawa keberkahan berupa keamanan, keimanan, keselamatan, dan keteguhan dalam Islam. Lafaz "Rabbku dan Rabbmu adalah Allah" menegaskan tauhid dan ketundukan seluruh makhluk kepada-Nya. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan untuk mengawali setiap fase waktu dengan doa, mengingat Allah, dan mengharap kebaikan serta petunjuk.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunah berdoa ketika melihat hilal, terutama di awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Doa ini memohon agar bulan tersebut membawa keberkahan berupa keamanan, keimanan, keselamatan, dan keteguhan dalam Islam. Lafaz "Rabbku dan Rabbmu adalah Allah" menegaskan tauhid dan ketundukan seluruh makhluk kepada-Nya. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan untuk mengawali setiap fase waktu dengan doa, mengingat Allah, dan mengharap kebaikan serta petunjuk.
‹
Larangan berpuasa sebelum Ramadan, setelah pertengahan bulan Sya'ban berlalu, kecuali bagi orang yang biasa berpuasa yang menghubungkannya dengan puasa yang biasa dilakukannya sebelumnya, atau orang yang biasa berpuasa padanya, seperti orang yang biasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis, dan sebagainya.
Pahala makan sahur dan mengakhirkan sahur selama tidak takut akan terbitnya fajar
›