✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 44

Menggunakan orang yang berpuasa untuk menjaga lidah dan anggota tubuhnya dari berbagai kesalahan

✦ 2 Hadith ✦
# 1
عنْ أَبي هُرَيرَةَ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحدِكُمْ ، فَلا يَرْفُثْ وَلا يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قاتَلَهُ ، فَلْيَقُلْ : إِنِّي صائمٌ» متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian berpuasa, janganlah dia berkata kotor dan berteriak-teriak. Dan jika ada seseorang yang mencacinya atau memusuhinya, hendaklah dia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan dan perkataan kotor. Inti ibadah puasa adalah mencapai ketakwaan dengan mengendalikan hawa nafsu, termasuk emosi dan lisan. Ucapan "Sesungguhnya aku sedang berpuasa" merupakan pengingat diri untuk tidak terpancing dan menjaga kesucian ibadah. Dengan demikian, puasa membentuk akhlak mulia dan ketenangan jiwa.

# 2
وعنهُ قال : قال النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ لَمْ يَدعْ قَوْلَ الزُّورِ والعمَلَ بِهِ فلَيْسَ للَّهِ حَاجةٌ في أَنْ يَدَعَ طَعامَهُ وشَرَابهُ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya (yakni, tidak menerima puasanya) meskipun dia meninggalkan makan dan minum." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih pada pembersihan diri secara lahir dan batin. Allah SWT menolak puasa orang yang masih berkata dan berbuat dusta, karena ia telah melalaikan tujuan utama ibadah, yaitu mencapai ketakwaan. Dengan demikian, ibadah fisik harus disertai dengan perbaikan akhlak dan kejujuran agar bernilai di sisi Allah.