Kitab 1 · Bab 24
Ancaman hukuman bagi orang yang mengajak orang lain berbuat baik dan mencegah kemungkaran, tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya
✦ 4 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ أتأمرون الناس بالبر وتنسون أنفسكم وأنتم تتلون الكتاب أفلا تعقلون! ﴾ .سورة البقرة(44)
Terjemahan
Allah berfirman: "Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?" (QS. Al-Baqarah: 44)
Penjelasan singkat: Ayat ini merupakan teguran keras dari Allah SWT terhadap sikap hipokrit, yaitu mengajak orang lain berbuat kebaikan namun diri sendiri mengabaikannya. Pelajaran utamanya adalah keharusan untuk mengamalkan ilmu dan nasihat yang kita sampaikan kepada orang lain. Seorang pendakwah atau pengajar harus menjadi teladan pertama sebelum memerintahkan kebaikan, karena pengamalan pribadi adalah pondasi nasihat yang ikhlas dan efektif.
Penjelasan singkat: Ayat ini merupakan teguran keras dari Allah SWT terhadap sikap hipokrit, yaitu mengajak orang lain berbuat kebaikan namun diri sendiri mengabaikannya. Pelajaran utamanya adalah keharusan untuk mengamalkan ilmu dan nasihat yang kita sampaikan kepada orang lain. Seorang pendakwah atau pengajar harus menjadi teladan pertama sebelum memerintahkan kebaikan, karena pengamalan pribadi adalah pondasi nasihat yang ikhlas dan efektif.
# 2
وقال تعالى:﴿ يا أيها الذين آمنوا لم تقولون ما لا تفعلون؟! كبر مقتاً عند اللَّه أن تقولوا ما لا تفعلون! ﴾.سورة الصف(2-3)
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. Ash-Shaff: 2-3)
Penjelasan singkat: Ayat ini merupakan teguran keras dari Allah SWT kepada orang beriman yang perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya. Inti pelajarannya adalah keharusan untuk menjaga integritas dan konsistensi antara ucapan dan tindakan. Sikap berbohong dan munafik ini sangat dibenci Allah. Oleh karena itu, seorang muslim harus senantiasa berusaha jujur dan menepati apa yang telah diikrarkan.
Penjelasan singkat: Ayat ini merupakan teguran keras dari Allah SWT kepada orang beriman yang perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya. Inti pelajarannya adalah keharusan untuk menjaga integritas dan konsistensi antara ucapan dan tindakan. Sikap berbohong dan munafik ini sangat dibenci Allah. Oleh karena itu, seorang muslim harus senantiasa berusaha jujur dan menepati apa yang telah diikrarkan.
# 3
وقال تعالى إخباراً عن شعيب صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: ﴿ وما أريد أن أخالفكم إلى ما أنهاكم عنه ﴾ .سورة هود(88)
Terjemahan
Allah berfirman kepada Shu'aib: "Aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang." (QS. Hud: 88)
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an yang mengisahkan perkataan Nabi Syu'aib kepada kaumnya. Inti pelajarannya adalah pentingnya keteladanan dan konsistensi seorang pemimpin atau pendakwah. Seorang yang menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran harus menjadi contoh pertama dalam mengamalkan apa yang dia serukan dan menjauhi apa yang dia larang. Dengan demikian, dakwahnya akan lebih berwibawa dan dapat diterima.
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an yang mengisahkan perkataan Nabi Syu'aib kepada kaumnya. Inti pelajarannya adalah pentingnya keteladanan dan konsistensi seorang pemimpin atau pendakwah. Seorang yang menyeru kebaikan dan melarang kemungkaran harus menjadi contoh pertama dalam mengamalkan apa yang dia serukan dan menjauhi apa yang dia larang. Dengan demikian, dakwahnya akan lebih berwibawa dan dapat diterima.
# 4
وعن أَبي زيدٍ أُسامة بْنِ حَارثَةَ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : سَمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « يُؤْتَـى بالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيامةِ فَيُلْقَى في النَّار ، فَتَنْدلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ ، فيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ في الرَّحا ، فَيجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّار فَيَقُولُونَ : يَا فُلانُ مَالَكَ ؟ أَلَمْ تَكُن تَأْمُرُ بالمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ المُنْكَرِ ؟ فَيَقُولُ : بَلَى ، كُنْتُ آمُرُ بالمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيه ، وَأَنْهَى عَنِ المُنْكَرِ وَآَتِيهِ » متفق عليه .
قولُهُ : « تَنْدلِقُ » هُوَ بالدَّالِ المهملة ، وَمَعْنَاهُ تَخْرُجُ . و « الأَقْتابُ » : الأَمْعَاءُ ، واحِدُهَا قِتْبٌ .
Terjemahan
Dari Abu Zaid Usamah bin Haritsah radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada hari Kiamat didatangkan seorang laki-laki lalu dilemparkan ke dalam neraka, maka usus perutnya terburai, lalu dia berputar-putar dengannya sebagaimana keledai berputar-putar pada penggilingan. Lalu penghuni neraka berkumpul kepadanya dan berkata: 'Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah dulu kamu menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang munkar?' Dia menjawab: 'Benar, dulu aku menyuruh yang ma'ruf tetapi aku tidak mengerjakannya, dan aku mencegah yang munkar tetapi aku justru mengerjakannya.'" (Muttafaq 'alaih)
Ucapan beliau "tandliqu" dengan dal, artinya keluar. "Al-aqtabu" adalah usus, tunggalnya qitb.
Penjelasan singkat: Hadis ini memberikan peringatan keras tentang bahaya kemunafikan dalam amar ma'ruf nahi munkar. Pelajaran utamanya adalah keharusan untuk menyelaraskan perkataan dengan perbuatan. Seseorang yang mengajak kebaikan tetapi justru mengerjakan kemungkaran, atau melarang keburukan tetapi malah melakukannya, akan mendapat siksa yang pedih. Dakwah harus dimulai dari diri sendiri, karena keteladanan adalah pondasi dari seruan yang ikhlas.
Ucapan beliau "tandliqu" dengan dal, artinya keluar. "Al-aqtabu" adalah usus, tunggalnya qitb.
Penjelasan singkat: Hadis ini memberikan peringatan keras tentang bahaya kemunafikan dalam amar ma'ruf nahi munkar. Pelajaran utamanya adalah keharusan untuk menyelaraskan perkataan dengan perbuatan. Seseorang yang mengajak kebaikan tetapi justru mengerjakan kemungkaran, atau melarang keburukan tetapi malah melakukannya, akan mendapat siksa yang pedih. Dakwah harus dimulai dari diri sendiri, karena keteladanan adalah pondasi dari seruan yang ikhlas.