Kitab 18 · Bab 100
Tidak boleh bagi seorang ayah memberikan sesuatu kepada sebagian anaknya lebih banyak daripada yang lain.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضِيَ اللَّه عنْهُمَا أَنَّ أَبَاهُ أَتَى بِهِ رَسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَقَالَ : إِنِّي نَحَلْتُ ابْني هذا غُلاماً كَانَ لي ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَكُلَّ وَلَدِكَ نَحلْتَهُ مِثْلَ هَذا؟» فَقَال : لا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « فأَرْجِعْهُ » .
وفي رِوَايَةٍ : فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفَعَلْتَ هَذا بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ ؟ » قَالَ : لا ، قَالَ : « اتَّقُوا اللَّه وَاعْدِلُوا في أَوْلادِكُمْ » فَرَجَعَ أَبي ، فَردَّ تلْكَ الصَّدَقَةَ .
وفي رِوَايَةٍ : فَقَال رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا بَشِيرُ أَلَكَ وَلَدٌ سِوَى هَذا ؟ قَالَ : نَعَمْ ، قَال: « أَكُلَّهُمْ وَهَبْتَ لَهُ مِثْلَ هَذا ؟ » قَالَ : لا ، قالَ : « فَلا تُشْهِدْني إِذاً فَإِنِّي لا أَشْهَدُ عَلى جَوْرٍ » .
وَفي رِوَايَةٍ : « لا تُشْهِدْني عَلى جَوْرٍ » .
وفي روايةٍ : « أَشْهدْ عَلى هذا غَيْرِي ، » ثُمَّ قَالَ : « أَيَسُرُّكَ أَنْ يَكُونُوا إِلَيْكَ في الْبِرِّ سَوَاءً ؟ » قَالَ : بلى ، قَالَ : « فَلا إِذاً » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Ayahnya membawanya menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Sesungguhnya aku telah memberikan kepada anakku ini seorang budak milikku." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah semua anakmu kamu beri seperti itu?" Ia menjawab: "Tidak." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau begitu, ambillah kembali pemberian itu."
Dalam riwayat lain: "Apakah kamu melakukan hal ini terhadap semua anakmu?" Ia menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anak-anakmu." Ayahku pun pulang dan mengambil kembali pemberian itu.
Dalam riwayat lain: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Basyir, apakah kamu mempunyai anak selain ini?" Ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Kalau begitu, jangan jadikan aku sebagai saksi, karena aku tidak mau menjadi saksi atas kezaliman."
Dalam riwayat lain: "Jangan jadikan aku sebagai saksi atas kezaliman."
Dalam riwayat lain: "Carilah saksi selain aku untuk hal ini." Kemudian beliau bersabda: "Apakah kamu suka jika mereka semua berbakti kepadamu dengan sama?" Ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Kalau begitu, jangan (lakukan ini)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan prinsip keadilan dalam memberikan hibah (hadiah) kepada anak-anak. Rasulullah SAW melarang orang tua untuk mengistimewakan satu anak atas anak lainnya dalam pemberian, karena hal itu dapat menimbulkan rasa iri hati dan permusuhan. Perintah untuk menarik kembali hibah yang tidak adil menunjukkan betapa seriusnya Islam menjaga keharmonisan dan persamaan hak di dalam keluarga. Intinya, orang tua wajib bersikap adil kepada semua anaknya.
Dalam riwayat lain: "Apakah kamu melakukan hal ini terhadap semua anakmu?" Ia menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anak-anakmu." Ayahku pun pulang dan mengambil kembali pemberian itu.
Dalam riwayat lain: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Basyir, apakah kamu mempunyai anak selain ini?" Ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Kalau begitu, jangan jadikan aku sebagai saksi, karena aku tidak mau menjadi saksi atas kezaliman."
Dalam riwayat lain: "Jangan jadikan aku sebagai saksi atas kezaliman."
Dalam riwayat lain: "Carilah saksi selain aku untuk hal ini." Kemudian beliau bersabda: "Apakah kamu suka jika mereka semua berbakti kepadamu dengan sama?" Ia menjawab: "Ya." Beliau bersabda: "Kalau begitu, jangan (lakukan ini)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan prinsip keadilan dalam memberikan hibah (hadiah) kepada anak-anak. Rasulullah SAW melarang orang tua untuk mengistimewakan satu anak atas anak lainnya dalam pemberian, karena hal itu dapat menimbulkan rasa iri hati dan permusuhan. Perintah untuk menarik kembali hibah yang tidak adil menunjukkan betapa seriusnya Islam menjaga keharmonisan dan persamaan hak di dalam keluarga. Intinya, orang tua wajib bersikap adil kepada semua anaknya.