✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 116

Apa yang dilakukan seseorang dalam melanggar larangan, harus diucapkan (istighfar) dan dilakukan (taubat).

✦ 5 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ ﴾[سورة الأعراف(200)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah." (QS. Al-A'raf: 200)

Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan bahwa gangguan dan bisikan setan adalah hal yang pasti dialami manusia. Perintah untuk segera memohon perlindungan kepada Allah (isti‘adzah) menunjukkan bahwa kekuatan manusia terbatas dan hanya dengan pertolongan-Nya kita dapat mengusirnya. Hikmahnya, kita diajari untuk tidak mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi godaan, serta senantiasa rendah hati dan bergantung kepada Allah dalam menjaga hati dan pikiran.

# 2
وقال تعالى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ﴾[سورة الأعراف(201)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka diganggu oleh gangguan setan, mereka segera ingat kepada Allah, dan ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS. Al-A'raf: 201)

Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan bahwa ciri orang bertakwa adalah memiliki kesadaran dan respons cepat terhadap godaan. Saat pikiran buruk atau bisikan setan menyentuh hati, mereka segera berdzikir dan mengingat Allah. Ingat kepada Allah itu bagaikan cahaya yang menerangi kegelapan hati, sehingga mereka segera tersadar dan bisa membedakan antara yang hak dan batil.

# 3
وقال تعالى: ﴿وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ*أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ﴾[سورة آل عمران(135-136)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera ingat kepada Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal." (QS. Ali 'Imran: 135-136)

Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan ciri-ciri hamba Allah yang bertakwa. Inti pelajarannya adalah bahwa seorang mukmin sejati, ketika terjatuh dalam dosa besar atau menganiaya dirinya sendiri, segera menyadari kesalahan, mengingat Allah, dan beristigfar dengan penuh penyesalan, tanpa terus-menerus mengulangi dosa tersebut. Allah menjanjikan bagi mereka ampunan dan surga yang kekal, menunjukkan bahwa rahmat-Nya mengalahkan dosa hamba yang mau bertaubat.

# 4
وقال تعالى: ﴿ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[سورة النور(31)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu beruntung." (Catatan: Ayat yang dikutip dalam teks Khmer tampaknya tidak tepat. Ayat tentang memohon ampun adalah QS. An-Nur: 31, yang berbunyi: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya...'")
Koreksi: Ayat tentang memohon ampun yang lebih sesuai adalah QS. Nuh: 10 ("...mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun") atau ayat-ayat lain. Teks Khmer menyebut QS. An-Nur: 31, tetapi terjemahannya tidak cocok dengan ayat tersebut.

Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan seluruh orang beriman untuk bertaubat kepada Allah. Seruan "جميعًا" (semuanya) menunjukkan bahwa taubat adalah kebutuhan universal, bukan hanya bagi pelaku dosa besar. Janji "لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ" (agar kamu beruntung) menegaskan bahwa kesuksesan sejati di dunia dan akhirat bergantung pada penyucian diri melalui taubat yang tulus dan berkelanjutan.

# 5
وعَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي اللَّه عَنْهُ عَن النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ حَلَف فَقَالَ في حلفِهِ: بِالَّلاتِ والْعُزَّى ، فَلْيقُلْ : لا إلَهَ إلاَّ اللَّه ومَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ ، تَعَالَ أقَامِرْكَ فَليتَصَدَّق» . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan mengatakan 'Demi Al-Lata dan Al-Uzza', maka hendaklah dia mengucapkan 'Laa ilaaha illallah' (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Dan barangsiapa berkata kepada temannya, 'Kemarilah, aku bertaruh denganmu,' maka hendaklah dia bersedekah." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini melarang bersumpah dengan nama berhala (Al-Lata dan Al-Uzza) yang disembah orang musyrik. Sebagai gantinya, harus mengucapkan kalimat tauhid. Larangan juga diberikan terhadap kebiasaan bertaruh yang sia-sia, dan sebagai kafaratnya dianjurkan untuk bersedekah.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan bersumpah dengan nama selain Allah, khususnya berhala seperti Al-Lata dan Al-Uzza, karena hal itu merupakan kesyirikan. Sebagai gantinya, orang yang melakukannya harus segera mengucapkan kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah) untuk mengembalikan keyakinannya. Selain itu, hadis ini juga melarang praktik perjudian (maysir) dan memerintahkan untuk menebusnya dengan sedekah. Intinya, hadis ini mengajak untuk memurnikan akidah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.