Kitab 18 · Bab 115
Larangan melanggar sesuatu yang Allah dan Rasul-Nya larang.
✦ 5 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾[سورة النور(63)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul (Muhammad) takut akan mendapat cobaan (fitnah) atau ditimpa azab yang pedih." (QS. An-Nur: 63)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kewajiban mutlak untuk taat kepada Rasulullah ﷺ dan larangan keras menyelisihi perintah beliau. Ancaman bagi yang menyelisihinya adalah fitnah (kesesatan dalam hati) atau azab yang pedih. Oleh karena itu, mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan menjauhi penyimpangan darinya adalah jalan keselamatan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kewajiban mutlak untuk taat kepada Rasulullah ﷺ dan larangan keras menyelisihi perintah beliau. Ancaman bagi yang menyelisihinya adalah fitnah (kesesatan dalam hati) atau azab yang pedih. Oleh karena itu, mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan menjauhi penyimpangan darinya adalah jalan keselamatan.
# 2
وقال تعالى: ﴿وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ ﴾[سورة آل عمران(30)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dia memperingatkan kamu akan (siksa)-Nya." (QS. Ali 'Imran: 30)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan tentang sifat Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Peringatan Allah terhadap diri-Nya sendiri menegaskan keseriusan ancaman siksa-Nya bagi orang yang durhaka. Di balik peringatan yang keras ini, tersirat kasih sayang Allah agar hamba-Nya takut dan kembali ke jalan yang lurus. Hal ini menjadi motivasi untuk senantiasa taat dan menjauhi maksiat.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan tentang sifat Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Peringatan Allah terhadap diri-Nya sendiri menegaskan keseriusan ancaman siksa-Nya bagi orang yang durhaka. Di balik peringatan yang keras ini, tersirat kasih sayang Allah agar hamba-Nya takut dan kembali ke jalan yang lurus. Hal ini menjadi motivasi untuk senantiasa taat dan menjauhi maksiat.
# 3
وقال تعالى: ﴿إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ﴾[سورة البروج(12)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya azab Tuhanmu sangatlah keras." (QS. Al-Buruj: 12)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan tentang kekuasaan dan keadilan Allah yang mutlak. Meskipun Allah Maha Pengasih, siksa-Nya sangat keras bagi orang-orang yang sombong, zalim, dan terus-menerus mengingkari kebenaran. Pelajaran utamanya adalah menanamkan rasa takut (khauf) kepada Allah agar kita senantiasa berada dalam ketaatan dan menjauhi segala bentuk kezaliman serta maksiat.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan tentang kekuasaan dan keadilan Allah yang mutlak. Meskipun Allah Maha Pengasih, siksa-Nya sangat keras bagi orang-orang yang sombong, zalim, dan terus-menerus mengingkari kebenaran. Pelajaran utamanya adalah menanamkan rasa takut (khauf) kepada Allah agar kita senantiasa berada dalam ketaatan dan menjauhi segala bentuk kezaliman serta maksiat.
# 4
وقال تعالى: ﴿وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ﴾[سورة هود(102)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Demikianlah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya sangat pedih, sangat keras." (QS. Hud: 102)
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Inti pelajarannya adalah peringatan keras bahwa kezaliman suatu masyarakat akan mendatangkan azab Allah yang pedih dan tak terelakkan. Hal ini menegaskan sifat keadilan Allah dan menjadi pelajaran agar manusia segera bertaubat dan meninggalkan kedurhakaan sebelum siksa-Nya datang.
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Inti pelajarannya adalah peringatan keras bahwa kezaliman suatu masyarakat akan mendatangkan azab Allah yang pedih dan tak terelakkan. Hal ini menegaskan sifat keadilan Allah dan menjadi pelajaran agar manusia segera bertaubat dan meninggalkan kedurhakaan sebelum siksa-Nya datang.
# 5
وَعَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي اللَّه عَنْهُ أنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إنَّ اللَّه تَعَالى يَغَارُ ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ أنْ يَأْتيَ المَرْءُ مَا حَرَّمَ اللَّه عَليهِ » متفقٌ عليه.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dia berkata: Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah murka, dan kemurkaan-Nya adalah ketika seseorang melanggar larangan-Nya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan bahwa kemurkaan Allah yang sangat besar ditimpakan kepada orang yang dengan sengaja melanggar hal-hal yang telah diharamkan-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkap sifat cemburu (ghirah) Allah yang merupakan bentuk kesempurnaan keagungan-Nya. Inti pelajarannya adalah bahwa kemurkaan Allah timbul ketika hamba-Nya dengan sengaja melanggar batasan dan melakukan yang diharamkan. Hal ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga diri dari maksiat dan menghormati segala ketetapan Allah, karena setiap pelanggaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap kehormatan hukum-Nya.
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan bahwa kemurkaan Allah yang sangat besar ditimpakan kepada orang yang dengan sengaja melanggar hal-hal yang telah diharamkan-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkap sifat cemburu (ghirah) Allah yang merupakan bentuk kesempurnaan keagungan-Nya. Inti pelajarannya adalah bahwa kemurkaan Allah timbul ketika hamba-Nya dengan sengaja melanggar batasan dan melakukan yang diharamkan. Hal ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga diri dari maksiat dan menghormati segala ketetapan Allah, karena setiap pelanggaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap kehormatan hukum-Nya.