✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 46

Keutamaan dan dorongan untuk saling mencintai karena Allah, memberitahu orang yang kita cintai bahwa kita mencintainya, dan apa yang harus dibaca ketika memberitahunya demikian

✦ 13 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ محمد رَسُول اللَّهِ، والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم ﴾ إلى آخر السورة.سورة الفتح(29)
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Muhammad adalah utusan Allah; dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (QS. Al-Fath: 29)

Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan karakter utama komunitas beriman: ketegasan terhadap musuh-musuh agama dan kelembutan terhadap sesama Muslim. Sikap "keras" bukan berarti zalim, tetapi tegas dalam prinsip dan membela kebenaran. Sementara, kasih sayang internal adalah pondasi persatuan umat. Kedua sifat ini harus seimbang, mencerminkan identitas Muslim yang kuat sekaligus penuh rahmat.

# 2
وقال تعالى: ﴿ والذين تبوءوا الدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ﴾ .سورة الحشر(9)
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka." (QS. Al-Hasyr: 9)

Penjelasan singkat: Ayat ini mengabadikan kemuliaan akhlak kaum Anshar yang mencintai saudara seimannya, kaum Muhajirin, dengan tulus dan ikhlas. Pelajaran utamanya adalah kewajiban untuk mengutamakan persaudaraan iman di atas segala ikatan kesukuan, serta pentingnya saling membantu dan berkorban demi kemaslahatan umat. Keutamaan ini diperoleh karena keimanan dan kesiapan mereka menerima kebenaran sebelum yang lain.

# 3
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga hal, barangsiapa memilikinya, niscaya dia akan merasakan manisnya iman: (1) Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, (2) Hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan (3) Hendaknya dia benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya darinya, sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka." (Muttafaqun 'alaih)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tiga tanda utama orang yang merasakan manisnya iman. Intinya, iman yang sejati terwujud ketika cinta kepada Allah dan Rasul-Nya mengalahkan segala cinta duniawi, ketika mencintai atau membenci seseorang hanya dilandasi oleh ridha Allah, serta ketika memiliki ketakutan yang sangat untuk kembali pada kekafiran. Ketiga hal ini menunjukkan kesempurnaan tauhid, ketulusan ibadah, dan kokohnya keyakinan dalam hati seorang mukmin.

# 4
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Pemimpin yang adil, (2) Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3) Laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, (4) Dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, (5) Laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu dia menjawab: 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah,' (6) Laki-laki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, dan (7) Laki-laki yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian lalu kedua matanya meneteskan air mata (karena takut kepada-Nya)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjanjikan naungan Allah di hari Kiamat bagi tujuh golongan yang istimewa. Inti pelajarannya adalah bahwa perlindungan Allah diperoleh melalui ketakwaan yang terwujud dalam berbagai aspek kehidupan: keadilan dalam kepemimpinan, konsistensi ibadah di masa muda, kecintaan pada masjid, persaudaraan ikhlas karena Allah, keteguhan menolak maksiat, dan kedermawanan yang tersembunyi. Hadis ini mendorong setiap muslim untuk mengisi peran dan kesempatannya dengan amal shaleh.

# 5
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إن اللَّه تعالى يقولُ يَوْمَ الْقِيَامةِ : أَيْنَ المُتَحَابُّونَ بِجَلالِي ؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ في ظِلِّي يَومَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّي » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari Kiamat, Allah akan berfirman: 'Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.'" (HR. Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan mencintai seseorang semata-mata karena Allah, bukan karena kepentingan duniawi. Allah menjanjikan naungan khusus di hari Kiamat bagi orang yang memelihara ikatan ukhuwah islamiyah berdasarkan iman dan takwa. Ini menjadi motivasi untuk memurnikan hubungan persaudaraan, menjadikan ridha Allah sebagai satu-satunya dasar.

# 6
وعنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، ولا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ، أَوَ لا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوه تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بينَكم »رواه مسلم .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa iman yang sempurna harus terwujud dalam hubungan sosial yang penuh kasih sayang. Rasulullah memberikan solusi praktis untuk menumbuhkan cinta itu, yaitu dengan membiasakan menyebarkan salam. Salam bukan sekadar ucapan, tetapi simbol doa, pengakuan, dan penghormatan yang dapat meruntuhkan sekat permusuhan dan memperkuat persaudaraan, sehingga menjadi jalan menuju surga.

# 7
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنَّ رَجُلاً زَار أَخاً لَهُ في قَرْيَةٍ أُخْرَى ، فَأَرْصَد اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجتِهِ مَلَكاً » وذكر الحديث إلى قوله : « إِن اللَّه قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ » رواه مسلم . وقد سبق بالبابِ قبله .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada seorang laki-laki yang bepergian untuk menjenguk saudaranya di desa lain. Allah mengutus seorang malaikat untuk menjaganya di perjalanan. Laki-laki itu pun mengingat hadits ini secara lengkap hingga kalimat: 'Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya.'" Diriwayatkan oleh Muslim.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar dari silaturahmi, khususnya menjenguk saudara seiman karena Allah. Perbuatan ini dicintai Allah sehingga Dia mengutus malaikat untuk menemani dan mendoakan pelakunya di perjalanan. Puncak balasannya adalah kecintaan Allah yang setara dengan kecintaan hamba tersebut kepada saudaranya karena-Nya, menunjukkan bahwa cinta karena Allah adalah sebab meraih cinta-Nya.

# 8
وعن البَرَاءِ بْنِ عَازبٍ رضي اللَّهُ عنهما عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنه قال في الأَنْصَار : « لا يُحِبُّهُمْ إِلاَّ مُؤمِنٌ ، وَلا يُبْغِضُهُمْ إِلاَّ مُنَافِقٌ ، مَنْ أَحَبَّهُمْ أحبَّه اللَّهُ ، وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّه » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang kaum Anshar: "Orang yang mencintai mereka adalah orang yang beriman, dan orang yang membenci mereka adalah orang munafik. Barangsiapa mencintai mereka, Allah akan mencintainya, dan barangsiapa membenci mereka, Allah akan membencinya." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kecintaan kepada kaum Anshar, yang telah berjasa besar dalam menegakkan Islam, adalah ciri keimanan. Sebaliknya, kebencian terhadap mereka adalah tanda kemunafikan. Hikmahnya, loyalitas kepada para penolong agama merupakan bagian dari kesempurnaan iman dan akan mendatangkan kecintaan Allah, sementara mengingkari jasa mereka mendatangkan kebencian-Nya.

# 9
وعن مُعَاذٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : المُتَحَابُّونَ في جَلالي ، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ » . رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .
Terjemahan
Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah berfirman: 'Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, mereka akan mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat para Nabi dan orang-orang yang mati syahid karena-Ku merasa iri.'" Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan shahih."

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan cinta dan persaudaraan yang ikhlas karena Allah. Pahala bagi orang yang saling mencintai demi agama-Nya sangat agung, yaitu mimbar cahaya di akhirat yang didambakan bahkan oleh para nabi dan syuhada. Ini mendorong kita untuk memurnikan hubungan sosial dengan niat mencari ridha Allah, bukan kepentingan duniawi.

# 10
وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ . قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ
Terjemahan
Dan dari Abu Idris Al-Khaulani rahimahullah, dia berkata: "Aku memasuki Masjid Damaskus, tiba-tiba ada seorang pemuda yang gigi-giginya putih bersinar, dan orang-orang banyak di sekitarnya. Jika mereka berselisih dalam suatu perkara, mereka merujuknya kepadanya dan menerima pendapatnya. Aku pun bertanya tentangnya, lalu dikatakan: 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu.' Keesokan harinya, aku datang lebih awal (ke masjid), namun ternyata dia telah mendahuluiku. Aku mendapatinya sedang shalat. Aku menunggunya hingga selesai shalat, kemudian aku mendatanginya dari arah depannya, lalu aku mengucapkan salam kepadanya dan berkata: 'Demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Dia bertanya: 'Karena Allah?' Aku jawab: 'Karena Allah.' Dia bertanya lagi: 'Karena Allah?' Aku jawab: 'Karena Allah.' Lalu dia memegang kerah bajuku dan menarikku ke dekatnya seraya berkata: 'Bergembiralah! Karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Allah Ta'ala berfirman: 'Pasti akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, saling duduk karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku, dan saling memberi karena-Ku.''" (Hadits shahih riwayat Malik dalam Al-Muwatha' dengan sanadnya yang shahih). Ucapan beliau "hajjartu" artinya aku datang pagi-pagi sekali. Ucapan "Allahi faqultu: Allâh" yang pertama dengan hamzah yang dipanjangkan untuk pertanyaan, dan yang kedua tanpa dipanjangkan.

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kewibawaan ilmu. Mu'adz bin Jabal, meski masih muda, menjadi rujukan masyarakat karena kedalaman ilmunya. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang ditentukan oleh ilmu dan ketakwaannya, bukan semata usia. Selain itu, kesungguhannya dalam beribadah (selalu datang lebih awal ke masjid) membuktikan bahwa ilmu yang bermanfaat harus diiringi dengan amal shaleh.

# 11
عن أبي كَريمةَ المِقْدَادِ بن مَعْدِ يكَرب رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال « إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ ، فَلْيُخْبِرْه أَنَّهُ يُحِبُّهُ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ.
Terjemahan
Dari Mu'adz radhiyallahu 'anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda: "Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu. Wahai Mu'adz, aku wasiatkan kepadamu, janganlah engkau tinggalkan untuk membaca di setiap akhir shalat (sebelum salam): 'Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika' (Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)." Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i dengan sanad yang hasan.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya mengekspresikan cinta dan kasih sayang sesama muslim secara verbal. Menyatakan "aku mencintaimu karena Allah" dapat menguatkan ikatan persaudaraan (ukhuwah), menghilangkan rasa dengki, dan mendatangkan cinta balasan dari Allah. Perintah Nabi ini menunjukkan bahwa cinta bukan hanya perasaan di hati, tetapi harus diungkapkan untuk mempererat hubungan.

# 12
وعن مُعَاذٍ رضي اللَّه عنه ، أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، أَخَذَ بِيَدِهِ وقال : « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح .
Terjemahan
Dari Mu'adz radhiyallahu 'anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda: "Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu. Wahai Mu'adz, aku wasiatkan kepadamu, janganlah engkau tinggalkan untuk membaca di setiap akhir shalat (sebelum salam): 'Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika' (Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)." Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i dengan sanad yang hasan.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua hal utama. Pertama, pentingnya membina hubungan kasih sayang antar muslim berdasarkan ketakwaan. Kedua, wasiat Rasulullah agar kita senantiasa memohon pertolongan Allah untuk istiqamah dalam zikir, syukur, dan memperbagus ibadah, khususnya setelah shalat. Doa ini adalah permohonan agar ibadah kita tidak sekadar ritual, tetapi penuh makna dan keikhlasan.

# 13
وعن أَنسٍ ، رضي اللَّه عنه ، أَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يا رسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Ada seorang laki-laki yang sedang bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba ada laki-laki lain lewat di depannya. Dia berkata: 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini.' Nabi bertanya kepadanya: 'Apakah engkau telah memberitahukannya?' Laki-laki itu menjawab: 'Belum.' Beliau bersabda: 'Beritahukanlah kepadanya.' Kemudian laki-laki itu menemui laki-laki yang lain dan berkata: 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Laki-laki yang lain itu membalas: 'Semoga Dia yang engkau cintai karena-Nya juga mencintaimu.'" Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya mengekspresikan cinta yang ikhlas karena Allah. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk menyampaikan perasaan tersebut, karena hal itu akan mempererat ukhuwah islamiyah dan mendatangkan cinta balasan dari Allah. Praktik ini membersihkan hati dari riya' dan menjadi sebab turunnya rahmat.