✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 47

Tanda-tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya, dorongan untuk berpegang teguh pada akhlak ini, dan berusaha untuk meraih cinta-Nya

✦ 5 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ قل إن كنتم تحبون اللَّه فاتبعوني يحببكم اللَّه، ويغفر لكم ذنوبكم، والله غفور رحيم ﴾ .سورة آل عمران(31)
Terjemahan
Allah berfirman: "Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Ali 'Imran: 31)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa bukti cinta sejati kepada Allah adalah dengan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ. Konsekuensi dari mengikuti petunjuk Nabi adalah meraih cinta Allah dan ampunan-Nya. Dengan demikian, kecintaan kepada Allah harus dibuktikan dengan komitmen pada syariat dan teladan Rasul, bukan hanya perasaan semata.

# 2
وقال تعالى: ﴿ يا أيها الذين آمنوا من يرتد منكم عن دينه فسوف يأتي اللَّه بقوم يحبهم ويحبونه، أذلة على المؤمنين أعزة على الكافرين، يجاهدون في سبيل اللَّه، ولا يخافون لومة لائم، ذلك فضل اللَّه يؤتيه من يشاء، والله واسع عليم ﴾ .سورة المائدة(54)
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." (Al-Ma'idah: 54)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa kemurtadan sebagian orang tidak akan melemahkan agama Allah. Allah akan menggantinya dengan generasi baru yang memiliki sifat-sifat mulia: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, lembut terhadap sesama mukmin, tegas terhadap kekufuran, berjihad tanpa takut celaan. Ini adalah janji dan karunia Allah bagi orang yang dipilih-Nya, menunjukkan bahwa pemeliharaan agama ini dijamin oleh-Nya.

# 3
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري . معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون .
Terjemahan
Pertama: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman: 'Barangsiapa memusuhi wali-Ku (kekasih-Ku yang beriman dan bertakwa), maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang dia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, pasti Aku beri, dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku lindungi.'" Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

Penjelasan singkat: Hadis qudsi ini menegaskan bahwa permusuhan terhadap wali Allah adalah dosa besar. Ibadah yang paling dicintai Allah adalah yang wajib. Kemudian, dengan istiqamah mengerjakan amalan sunnah, seorang hamba akan mencapai maqam mahabbah (dicintai Allah), di mana Allah akan melindungi dan membimbing seluruh gerak-geriknya.

# 4
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه. وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba-Nya, Dia memanggil Jibril dan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.' Penduduk langit pun mencintainya. Kemudian dia diterima (dicintai) oleh penduduk bumi." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat lain dari Muslim: "Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril: 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit: 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.' Penduduk langit pun mencintainya. Kemudian dia diterima (dicintai) oleh penduduk bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril: 'Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru di langit: 'Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah dia.' Penduduk langit pun membencinya. Kemudian kebencian terhadapnya pun tertanam di bumi."

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tanda dan konsekuensi cinta Allah kepada seorang hamba. Cinta Allah yang utama akan berbuah pada cinta makhluk pilihan-Nya (Jibril dan malaikat), lalu berlanjut menjadi penerimaan dan kecintaan dari manusia di bumi. Intinya, ridha Allah adalah sumber segala kebaikan dan keberkahan, baik di langit maupun di bumi.

# 5
وعن عائشةَ رضي اللَّهُ عنها ، أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بعَثَ رَجُلاً عَلَى سرِيَّةٍ ، فَكَانَ يَقْرأُ لأَصْحابِهِ في صلاتِهِمْ ، فَيخْتِمُ بــ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } فَلَمَّا رَجَعُوا ، ذَكَروا ذلكَ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال : « سَلُوهُ لأِيِّ شَيءٍ يَصْنَعُ ذلكَ ؟ » فَسَأَلوه ، فَقَالَ : لأنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ ، فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّه تعالى يُحبُّهُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ mengutus seorang laki-laki dalam suatu pasukan. Dia selalu membaca (Al-Qur'an) dalam shalatnya sebagai imam mereka, dan selalu mengakhiri dengan "Qul huwallahu ahad" (Surah Al-Ikhlas). Ketika mereka kembali, mereka menyebutkan hal itu kepada Nabi, lalu beliau bersabda: "Tanyakanlah kepadanya, apa yang mendorongnya melakukan hal itu?" Mereka pun menanyakannya. Dia menjawab: "Karena surah itu (mengandung) sifat Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), dan aku senang membacanya." Rasulullah ﷺ bersabda: "Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan membaca Surah Al-Ikhlas karena ia mengandung sifat-sifat Allah yang murni. Cinta seorang hamba kepada sifat-sifat Allah, dengan membacanya dalam shalat, akan dibalas dengan kecintaan Allah kepadanya. Hal ini mengajarkan bahwa ibadah yang dilandasi ilmu dan kecintaan kepada Allah akan mencapai derajat yang tinggi.