Kitab 1 · Bab 50
Rasa takut kepada Allah (Khawf)
✦ 24 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ وإياي فارهبون ﴾ .سورة البقرة (40)
Terjemahan
Allah berfirman: "Maka bertakwalah kamu kepada-Ku." (Al-Baqarah: 40)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan tauhid uluhiyah dengan mengkhususkan rasa takut (rahbah) hanya kepada Allah. Perintah "fa'rahbun" merupakan bentuk larangan dari syirik, karena rasa takut yang mendalam dan pengagungan sejati wajib dipersembahkan kepada-Nya semata. Ini adalah pondasi takwa yang mengharuskan kita menjauhi segala yang dibenci Allah, baik syirik maupun maksiat lainnya.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan tauhid uluhiyah dengan mengkhususkan rasa takut (rahbah) hanya kepada Allah. Perintah "fa'rahbun" merupakan bentuk larangan dari syirik, karena rasa takut yang mendalam dan pengagungan sejati wajib dipersembahkan kepada-Nya semata. Ini adalah pondasi takwa yang mengharuskan kita menjauhi segala yang dibenci Allah, baik syirik maupun maksiat lainnya.
# 2
وقال تعالى: ﴿ إن بطش ربك لشديد ﴾ .سورة البروج(12)
Terjemahan
Allah berfirman: "Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras." (Al-Buruj: 12)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan tentang kekuasaan dan keadilan Allah yang mutlak. Ancaman azab-Nya yang sangat keras ditujukan kepada orang-orang zalim dan kafir yang mendustakan kebenaran. Pelajaran utamanya adalah menanamkan rasa takut (khauf) kepada Allah agar senantiasa menjauhi kemaksiatan dan kezaliman, sekaligus menjadi peringatan bahwa setiap perbuatan pasti akan mendapat balasan di akhirat.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan tentang kekuasaan dan keadilan Allah yang mutlak. Ancaman azab-Nya yang sangat keras ditujukan kepada orang-orang zalim dan kafir yang mendustakan kebenaran. Pelajaran utamanya adalah menanamkan rasa takut (khauf) kepada Allah agar senantiasa menjauhi kemaksiatan dan kezaliman, sekaligus menjadi peringatan bahwa setiap perbuatan pasti akan mendapat balasan di akhirat.
# 3
وقال تعالى: ﴿ وكذلك أخذ ربك إذا أخذ القرى وهي ظالمة إن أخذه أليم شديد،
إن في ذلك لآية لمن خاف عذاب الآخرة، ذلك يوم مجموع له الناس وذلك يوم مشهود، وما نؤخره إلا لأجل معدود، يوم يأت لا تكلم نفس إلا بإذنه، فمنهم شقي وسعيد. فأما الذين شقوا ففي النار لهم فيها زفير وشهيق ﴾ .سورة هود (102-106)
Terjemahan
Allah berfirman: "Demikianlah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya sangat pedih. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. (Hari Kiamat) itu adalah hari ketika semua manusia dikumpulkan, dan hari itu adalah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). Dan Kami tidak menunda-Nya, melainkan sampai waktu yang ditentukan. Pada hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas dengan erangannya." (Hud: 102-106)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa azab Allah sangat pedih bagi kaum yang zalim. Hal ini menjadi peringatan dan pelajaran agar manusia takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat adalah kepastian, di mana semua manusia akan dikumpulkan dan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya, yang akan menentukan nasib akhir mereka di surga atau neraka.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa azab Allah sangat pedih bagi kaum yang zalim. Hal ini menjadi peringatan dan pelajaran agar manusia takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat adalah kepastian, di mana semua manusia akan dikumpulkan dan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya, yang akan menentukan nasib akhir mereka di surga atau neraka.
# 4
وقال تعالى: ﴿ ويحذركم اللَّه نفسه ﴾ .سورة آل عمران(28)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dia mengancam kamu dengan azab-Nya." (Ali 'Imran: 28)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan bahwa peringatan Allah bukanlah ancaman kosong, melainkan perwujudan kasih sayang-Nya. Allah yang Maha Pengasih justru memperingatkan hamba-Nya agar menjauhi segala yang mendatangkan murka dan azab-Nya. Ini menjadi motivasi untuk senantiasa takut kepada Allah, menjaga ketaatan, dan menjauhi maksiat, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah kehidupan.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan bahwa peringatan Allah bukanlah ancaman kosong, melainkan perwujudan kasih sayang-Nya. Allah yang Maha Pengasih justru memperingatkan hamba-Nya agar menjauhi segala yang mendatangkan murka dan azab-Nya. Ini menjadi motivasi untuk senantiasa takut kepada Allah, menjaga ketaatan, dan menjauhi maksiat, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah kehidupan.
# 5
وقال تعالى: ﴿ يوم يفر المرء من أخيه، وأمه وأبيه، وصاحبته وبنيه، لكل امرئ منهم يومئذ شأن يغنيه ﴾ .سورة عبس(34-37)
Terjemahan
Allah berfirman: "Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya." ('Abasa: 34-37)
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan dahsyatnya kengerian dan kesibukan manusia pada Hari Kiamat. Ikatan keluarga dan kasih sayang duniawi akan terputus sama sekali karena setiap orang sibuk dengan urusan dan keselamatan dirinya sendiri. Pelajaran utamanya adalah agar kita tidak terlena oleh hubungan duniawi sehingga melalaikan persiapan amal untuk menghadapi hari tersebut.
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan dahsyatnya kengerian dan kesibukan manusia pada Hari Kiamat. Ikatan keluarga dan kasih sayang duniawi akan terputus sama sekali karena setiap orang sibuk dengan urusan dan keselamatan dirinya sendiri. Pelajaran utamanya adalah agar kita tidak terlena oleh hubungan duniawi sehingga melalaikan persiapan amal untuk menghadapi hari tersebut.
# 6
وقال تعالى: ﴿ يا أيها الناس اتقوا ربكم إن زلزلة الساعة شيء عظيم، يوم ترونها تذهل كل مرضعة عما أرضعت،وتضع كل ذات حمل حملها، وترى الناس سكارى وما هم بسكارى ولكن عذاب اللَّه شديد﴾ .سورة الحج(1-2)
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu peristiwa yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya, setiap perempuan yang menyusui akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras." (Al-Hajj: 1-2)
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan dahsyatnya hari Kiamat hingga melampaui naluri manusia paling dasar, seperti kasih sayang ibu. Gambaran manusia seperti mabuk padahal tidak, menegaskan bahwa kengerian itu berasal dari azab Allah yang sangat keras. Intinya, ayat ini adalah peringatan keras untuk bertakwa dan menyadari bahwa kehidupan akhirat adalah realitas yang pasti dan mengerikan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan dahsyatnya hari Kiamat hingga melampaui naluri manusia paling dasar, seperti kasih sayang ibu. Gambaran manusia seperti mabuk padahal tidak, menegaskan bahwa kengerian itu berasal dari azab Allah yang sangat keras. Intinya, ayat ini adalah peringatan keras untuk bertakwa dan menyadari bahwa kehidupan akhirat adalah realitas yang pasti dan mengerikan.
# 7
وقال تعالى: ﴿ ولمن خاف مقام ربه جنتان ﴾ الآيات.سورة الرحمن(46)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya (di akhirat) ada dua surga." (Ar-Rahman: 46)
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang memiliki rasa takut (khauf) kepada Allah, yaitu takut akan menghadap dan dihisab di akhirat, adalah dua surga. Rasa takut di sini bukanlah rasa cemas yang putus asa, melainkan rasa takut yang disertai harap (khauf raja') dan mendorong untuk taat serta menjauhi maksiat. Dengan demikian, kunci meraih kenikmatan surga yang agung adalah menghadirkan rasa takut dan pengawasan Allah (muraqabah) dalam setiap amal perbuatan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang memiliki rasa takut (khauf) kepada Allah, yaitu takut akan menghadap dan dihisab di akhirat, adalah dua surga. Rasa takut di sini bukanlah rasa cemas yang putus asa, melainkan rasa takut yang disertai harap (khauf raja') dan mendorong untuk taat serta menjauhi maksiat. Dengan demikian, kunci meraih kenikmatan surga yang agung adalah menghadirkan rasa takut dan pengawasan Allah (muraqabah) dalam setiap amal perbuatan.
# 8
وقال تعالى: ﴿ وأقبل بعضهم على بعض يتساءلون. قالوا: إنا كنا قبل في أهلنا مشفقين، فمن اللَّه علينا ووقانا عذاب السموم، إنا كنا من قبل ندعوه إنه هو البر الرحيم ﴾ سورة الطور(25-28)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan mereka (penghuni surga) saling berhadap-hadapan sambil bertanya-tanya. Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami dahulu, ketika masih berada di tengah-tengah keluarga, merasa takut (akan azab Allah). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sungguh, Dialah yang melimpahkan kebaikan, lagi Maha Penyayang.'" (Ath-Thur: 25-28)
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan percakapan penghuni surga yang menyadari bahwa rasa takut mereka kepada Allah di dunia menjadi sebab keselamatan. Hikmahnya, rasa khauf (takut) kepada azab Allah adalah motivasi penting untuk tetap taat dan beribadah, yang akhirnya membawa kepada rahmat dan perlindungan-Nya. Pengakuan mereka menegaskan bahwa keselamatan abadi adalah karunia Allah atas ketakwaan hamba.
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan percakapan penghuni surga yang menyadari bahwa rasa takut mereka kepada Allah di dunia menjadi sebab keselamatan. Hikmahnya, rasa khauf (takut) kepada azab Allah adalah motivasi penting untuk tetap taat dan beribadah, yang akhirnya membawa kepada rahmat dan perlindungan-Nya. Pengakuan mereka menegaskan bahwa keselamatan abadi adalah karunia Allah atas ketakwaan hamba.
# 9
عن ابنِ مسعودٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : حدثنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وهو الصَّادِقُ المصدوقُ : « إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْن أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْماً نُطْفَةً ، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلِكَ ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مثْلَ ذلِكَ ، ثُمَّ يُرْسَلُ المَلَكُ ، فَيَنْفُخُ فِيهِ الرَّوحَ ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِماتٍ : بِكَتْبِ رِزقِةِ ، وَأَجلِهِ ، وَعمَلِهِ ، وَشَقيٌّ أَوْ سعِيدٌ . فَوَ الَّذِي لا إِله غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وبَيْنَهَا إِلاَّ ذِراعٌ ، فَيَسْبقُ عَلَيْهِ الْكِتابُ ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْل النَّارِ ، فَيَدْخُلُهَا ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ yang benar dan dibenarkan bersabda kepada kami: "Sesungguhnya penciptaan setiap kalian dikumpulkan dalam rahim ibunya selama 40 hari (pertama) berupa nutfah (sperma), kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama 40 hari berikutnya, kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging). Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk mencatat empat hal: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia celaka atau bahagia." Aku bersumpah demi Zat yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, sungguh ada seseorang yang beramal dengan amalan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, namun karena takdir telah mendahuluinya, dia melakukan amalan ahli neraka, maka dia pun masuk neraka. Dan ada seseorang yang beramal dengan amalan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, namun karena takdir telah mendahuluinya, dia melakukan amalan ahli surga, maka dia pun masuk surga. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tahapan penciptaan manusia dalam rahim dan bahwa takdir seseorang (rezeki, ajal, amal, dan akhir hidupnya) telah ditetapkan oleh Allah sejak awal. Namun, takdir akhir (surga/neraka) tetap ditentukan oleh amal perbuatan yang dilakukan hingga akhir hayat, yang juga telah diketahui Allah.
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tahapan penciptaan manusia dalam rahim dan bahwa takdir seseorang (rezeki, ajal, amal, dan akhir hidupnya) telah ditetapkan oleh Allah sejak awal. Namun, takdir akhir (surga/neraka) tetap ditentukan oleh amal perbuatan yang dilakukan hingga akhir hayat, yang juga telah diketahui Allah.
# 10
وعنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زِمَامٍ ، مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari beliau (Ibnu Mas'ud) radhiyallahu 'anhu juga, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada hari itu (hari Kiamat), neraka didatangkan dengan ditarik oleh 70.000 tali, dan setiap talinya ditarik oleh 70.000 malaikat." Diriwayatkan oleh Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya neraka Jahanam dan kekuasaan Allah. Jumlah malaikat yang sangat besar (4,9 miliar) yang menariknya menegaskan bahwa azab Allah itu nyata dan sangat mengerikan. Gambaran ini menjadi peringatan keras agar manusia takut dan menjauhi segala perbuatan yang mengakibatkan siksa neraka.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya neraka Jahanam dan kekuasaan Allah. Jumlah malaikat yang sangat besar (4,9 miliar) yang menariknya menegaskan bahwa azab Allah itu nyata dan sangat mengerikan. Gambaran ini menjadi peringatan keras agar manusia takut dan menjauhi segala perbuatan yang mengakibatkan siksa neraka.
# 11
وعن النُّعْمَانِ بنِ بَشِيرٍ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : سمِعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يقول: « إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَاباً يَوْمَ الْقِيامَة لَرَجُلٌ يُوضَعُ في أَخْمَصِ قَدميْهِ جمْرَتَانِ يغْلي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ مَا يَرى أَنَّ أَحداً أَشَدُّ مِنْه عَذَاباً ، وَإِنَّه لأَهْونُهُمْ عذَاباً » متفق عليه .
Terjemahan
Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seorang lelaki yang di bawah kedua telapak kakinya diletakkan dua bara api, sehingga membuat otaknya mendidih. Dia mengira tidak ada seorang pun yang menerima siksaan lebih berat darinya, padahal dia adalah orang yang paling ringan siksanya." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan betapa dahsyatnya siksa neraka, di mana siksaan yang paling ringan pun sudah sangat mengerikan dan tak tertahankan. Ini merupakan peringatan keras agar kita senantiasa takut kepada Allah dan menjauhi segala perbuatan maksiat. Di sisi lain, hadis ini juga menjadi motivasi untuk bersungguh-sungguh dalam beramal saleh agar dapat selamat dari azab tersebut.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan betapa dahsyatnya siksa neraka, di mana siksaan yang paling ringan pun sudah sangat mengerikan dan tak tertahankan. Ini merupakan peringatan keras agar kita senantiasa takut kepada Allah dan menjauhi segala perbuatan maksiat. Di sisi lain, hadis ini juga menjadi motivasi untuk bersungguh-sungguh dalam beramal saleh agar dapat selamat dari azab tersebut.
# 12
وعن سمُرةَ بنِ جُنْدبٍ ، رضي اللَّه عنه ، أَن نبيَّ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذهُ النَّارُ إِلى كَعْبَيهِ ، ومِنْهُمْ منْ تأْخُذُهُ إِلى رُكْبَتَيْهِ ، وَمِنْهُمْ منْ تَأْخُذُهُ إِلى حُجْزتِهِ ، وِمِنْهُمْ منْ تَأْخُذُهُ إِلى تَرْقُوَتِهِ » رواه مسلم .
« الحُجْزَةُ » : مَعْقِدُ الإِزارِ تحْتَ السُّرَّةِ . و « التَّرْقُوَةُ » بفتحِ التاءِ وضم القاف : هِي العظْمُ الذِي عِندَ ثُغْرةِ النَّحْرِ ، وللإِنْسَانِ ترْقُوَتانِ في جَانِبَي النَّحْرِ.
Terjemahan
Dari Samurah bin Jundab radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Allah ﷺ bersabda: "Di antara mereka (penghuni neraka) ada yang api neraka membakar sampai kedua mata kakinya, ada yang sampai kedua lututnya, ada yang sampai pinggangnya, dan ada yang sampai tulang selangkanya." Diriwayatkan oleh Muslim.
"Al-Hujzah" adalah ikat pinggang di bawah pusar. "At-Tarqwah" (dengan fathah ta' dan dhamah qaf) adalah tulang yang berada di lekuk leher. Manusia memiliki dua tulang selangka di kedua sisi leher.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa azab neraka memiliki tingkat yang berbeda-beda bagi para penghuninya, sesuai dengan tingkat dosa dan kesalahan masing-masing. Perbedaan kedalaman api yang membakar tubuh menggambarkan keadilan Allah dalam memberikan balasan. Pelajaran utamanya adalah untuk senantiasa takut kepada azab Allah, sekaligus berharap akan rahmat-Nya, serta memotivasi untuk menjauhi segala dosa besar maupun kecil.
"Al-Hujzah" adalah ikat pinggang di bawah pusar. "At-Tarqwah" (dengan fathah ta' dan dhamah qaf) adalah tulang yang berada di lekuk leher. Manusia memiliki dua tulang selangka di kedua sisi leher.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa azab neraka memiliki tingkat yang berbeda-beda bagi para penghuninya, sesuai dengan tingkat dosa dan kesalahan masing-masing. Perbedaan kedalaman api yang membakar tubuh menggambarkan keadilan Allah dalam memberikan balasan. Pelajaran utamanya adalah untuk senantiasa takut kepada azab Allah, sekaligus berharap akan rahmat-Nya, serta memotivasi untuk menjauhi segala dosa besar maupun kecil.
# 13
وعن ابنِ عمر رضي اللَّه عنهما أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ العالمِينَ حَتَّى يَغِيب أَحدُهُمْ في رَشْحِهِ إِلى أَنْصَافِ أُذُنَيه » متفقٌ عليه.
و « الرَّشْحُ » العرَقُ .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Manusia berdiri di hadapan Tuhan semesta alam, hingga keringat salah seorang dari mereka merendamnya sampai separuh telinganya." Muttafaqun 'alaih.
"Ar-Rasyhu" artinya keringat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya kondisi hari Kiamat, di mana manusia berdiri lama di padang Mahsyar menunggu hisab. Keringat yang menggenang hingga separuh telinga menunjukkan betapa berat, panik, dan dahsyatnya tekanan pada hari tersebut. Gambaran ini mengingatkan kita untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan amal saleh dan takwa, serta menumbuhkan rasa takut (khauf) kepada Allah atas beratnya perhitungan di akhirat.
"Ar-Rasyhu" artinya keringat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya kondisi hari Kiamat, di mana manusia berdiri lama di padang Mahsyar menunggu hisab. Keringat yang menggenang hingga separuh telinga menunjukkan betapa berat, panik, dan dahsyatnya tekanan pada hari tersebut. Gambaran ini mengingatkan kita untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan amal saleh dan takwa, serta menumbuhkan rasa takut (khauf) kepada Allah atas beratnya perhitungan di akhirat.
# 14
وعن أَنس ، رضي اللَّه عنه ، قال : خَطَبَنَا رَسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، خُطْبَةً ما سَمِعْتُ مِثْلَهَا قَطُّ ، فقال : « لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قلِيلا ولبَكيْتمْ كَثِيراً» فَغَطَّى أَصْحابُ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وجُوهَهمْ ، وَلهُمْ خَنينٌ . متفقٌ عليه .
وفي رواية : بَلَغَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَنْ أَصْحابِهِ شَيءٌ فَخَطَبَ ، فقال : « عُرضَتْ عَلَيَّ الجنَّةُ والنَّارُ ، فَلَمْ أَر كَاليَوْمِ في الخَيْر وَالشَّرِّ ، ولَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعلَمُ لَضحِكْتُمْ قلِيلاً ، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيراً » فَما أتَى عَلَى أَصْحَابِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يوْمٌ أَشَدُّ مِنْهُ غَطَّوْا رُؤُسهُمْ وَلَهُمْ خَنِينٌ .
« الخَنِينُ » بِالخاءِ المعجمة : هُوَ البُكَاءُ مَعَ غُنَّةٍ وَانْتِشَاقُ الصَّوتِ مِنَ الأَنْفِ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ pernah berkhutbah kepada kami dengan suatu khutbah yang belum pernah aku dengar sepertinya. Beliau bersabda: "Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." Maka para sahabat Rasulullah ﷺ menutupi wajah mereka sambil merintih. Muttafaqun 'alaih.
Dalam riwayat lain: Telah sampai kepada Rasulullah ﷺ sesuatu tentang para sahabatnya, lalu beliau berkhutbah dan bersabda: "Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." Maka tidak ada hari yang lebih berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil merintih.
"Al-Khanin" (dengan kha' mu'jamah) adalah tangisan dengan suara sengau dan tarikan napas dari hidung.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan betapa beratnya pengetahuan Nabi ﷺ tentang hakikat akhirat, yang tidak sepenuhnya diketahui manusia. Sabda beliau mengajarkan agar kita tidak terlena oleh dunia dan selalu merasa takut (khauf) kepada Allah. Tangisan dan rintihan para sahabat menjadi teladan bagi kita untuk senantiasa mengingat akhirat, memperbanyak amal ibadah, dan menjaga diri dari kelalaian.
Dalam riwayat lain: Telah sampai kepada Rasulullah ﷺ sesuatu tentang para sahabatnya, lalu beliau berkhutbah dan bersabda: "Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." Maka tidak ada hari yang lebih berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil merintih.
"Al-Khanin" (dengan kha' mu'jamah) adalah tangisan dengan suara sengau dan tarikan napas dari hidung.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan betapa beratnya pengetahuan Nabi ﷺ tentang hakikat akhirat, yang tidak sepenuhnya diketahui manusia. Sabda beliau mengajarkan agar kita tidak terlena oleh dunia dan selalu merasa takut (khauf) kepada Allah. Tangisan dan rintihan para sahabat menjadi teladan bagi kita untuk senantiasa mengingat akhirat, memperbanyak amal ibadah, dan menjaga diri dari kelalaian.
# 15
وعن المِقْدَاد ، رضيَ اللَّه عنه ، قال : سَمِعْتُ رسولَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « تُدْني الشَّمْسُ يَومَ القِيَامَةِ مِنَ الخَلْقِ حتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيل » قَالَ سُلَيمُ بْنُ عَامرٍ الرَّاوي عنْ المِقْدَاد : فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي ما يَعْني بِالميلِ ، أَمَسَافَةَ الأَرضِ أَمِ المِيل الَّذي تُكْتَحَلُ بِهِ العيْنُ « فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمالِهمْ في العَرَقِ ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلى كعْبَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلى رُكْبَتَيْهِ ، ومِنْهُمْ منْ يَكون إِلى حِقْوَيْهِ ومِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ العَرَقُ إِلجاماً » وَأَشَارَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِيدِهِ إِلى فِيه . رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Al-Miqdad radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada hari Kiamat, matahari didekatkan kepada makhluk hingga jaraknya dari mereka seperti satu mil." Sulaim bin 'Amir, perawi dari Al-Miqdad, berkata: "Demi Allah, aku tidak tahu apa yang beliau maksud dengan 'mil', apakah jarak di bumi atau celak yang digunakan untuk mata." (Beliau bersabda): "Maka manusia akan berkeringat sesuai dengan kadar amal mereka. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pinggang, dan ada yang keringatnya mencekiknya." Dan Rasulullah ﷺ mengisyaratkan dengan tangannya ke mulutnya. Diriwayatkan oleh Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya hari Kiamat, di mana matahari didekatkan sangat jaraknya. Hikmah utamanya adalah bahwa pada hari itu, manusia akan merasakan langsung akibat amal perbuatannya di dunia, yang diwakili oleh tingkat keringat yang menyengsarakan. Hal ini menjadi peringatan tentang beratnya hisab dan motivasi untuk meningkatkan ketakwaan serta amal shaleh selama hidup di dunia.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya hari Kiamat, di mana matahari didekatkan sangat jaraknya. Hikmah utamanya adalah bahwa pada hari itu, manusia akan merasakan langsung akibat amal perbuatannya di dunia, yang diwakili oleh tingkat keringat yang menyengsarakan. Hal ini menjadi peringatan tentang beratnya hisab dan motivasi untuk meningkatkan ketakwaan serta amal shaleh selama hidup di dunia.
# 16
وعن أبي هريرة ، رضيَ اللَّه عنه ، أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ القِيامَةِ حَتَّى يذْهَب عَرَقُهُمْ في الأَرْضِ سَبْعِينَ ذِراعاً ، ويُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ » متفقٌ عليه .
ومعنى « يَذْهَبُ في الأَرْضِ » : ينزِل ويغوص .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Manusia berkeringat pada hari Kiamat, hingga keringat mereka masuk ke dalam bumi sedalam 70 hasta, dan keringat itu mencekik mereka hingga mencapai telinga mereka." Muttafaqun 'alaih.
Makna "yadzhabu fil ardhi" adalah turun dan masuk ke dalam.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya suasana hari Kiamat, di mana manusia akan merasakan penderitaan dan kesulitan yang luar biasa. Keringat yang membanjiri dan mencekik merupakan gambaran nyata tentang rasa takut, cemas, dan tekanan hebat yang akan dialami. Gambaran ini menjadi peringatan keras agar setiap muslim senantiasa takut kepada Allah, mempersiapkan amal shaleh, dan menjauhi maksiat sebagai bekal menghadapi hari yang penuh kesulitan tersebut.
Makna "yadzhabu fil ardhi" adalah turun dan masuk ke dalam.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya suasana hari Kiamat, di mana manusia akan merasakan penderitaan dan kesulitan yang luar biasa. Keringat yang membanjiri dan mencekik merupakan gambaran nyata tentang rasa takut, cemas, dan tekanan hebat yang akan dialami. Gambaran ini menjadi peringatan keras agar setiap muslim senantiasa takut kepada Allah, mempersiapkan amal shaleh, dan menjauhi maksiat sebagai bekal menghadapi hari yang penuh kesulitan tersebut.
# 17
وعنه قال : كنا مع رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذ سَمِعَ وَجْبَةً فقال : « هَلْ تَدْرُونَ ما هذا؟» قُلْنَا : اللَّه وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ ، قال : هذا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ في النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَريفاً فَهُوَ يهْوِي في النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلى قَعْرِهَا ، فَسَمِعْتُمْ وجْبَتَهَا» رواه مسلم .
Terjemahan
Dari beliau (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu juga, ia berkata: Suatu hari kami bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh. Beliau bertanya: "Tahukah kalian suara apakah ini?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Ini adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu, dan baru sekarang sampai ke dasarnya, sehingga kalian mendengar suaranya." Diriwayatkan oleh Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya neraka dan dalamnya jurangnya. Batu yang dijatuhkan membutuhkan waktu 70 tahun untuk mencapai dasar, menunjukkan dimensi neraka yang tak terbayangkan. Ini menjadi peringatan keras agar manusia tak meremehkan azab Allah dan segera bertaubat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya neraka dan dalamnya jurangnya. Batu yang dijatuhkan membutuhkan waktu 70 tahun untuk mencapai dasar, menunjukkan dimensi neraka yang tak terbayangkan. Ini menjadi peringatan keras agar manusia tak meremehkan azab Allah dan segera bertaubat.
# 18
وعن عَدِيِّ بنِ حاتمٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ما مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بيْنَهُ وبَيْنَهُ تَرْجُمَانٌ ، فَيَنْظُرُ أَيْمنَ مِنْهُ ، فَلا يَرَى إِلاَّ ما قَدَّمَ ، وينظر أشأم منه فلا يرى إلا ما قدم ، وينْظُرُ بيْنَ يَدَيهِ ، فَلا يَرَى إِلاَّ النَّارِ تِلْقَاءَ وَجهِهِ، فاتَّقُوا النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap kalian pasti akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. Saat itu, ia melihat ke kanan tidak melihat apa pun selain amal yang telah ia perbuat, lalu ia melihat ke kiri juga tidak melihat apa pun selain amal yang telah ia perbuat, kemudian ia melihat ke depan tidak melihat apa pun selain neraka yang ada di hadapannya. Oleh karena itu, jagalah dirimu dari neraka meskipun hanya dengan (bersedekah) sepotong kurma."
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keyakinan tentang hisab (perhitungan amal) di akhirat, di mana setiap manusia akan berdialog langsung dengan Allah tanpa perantara. Gambaran tentang hanya melihat amal sendiri dan neraka di depan mata mengajarkan tanggung jawab pribadi yang mutlak. Inti hikmahnya adalah motivasi untuk berlomba dalam kebaikan sekecil apa pun, seperti sedekah sepotong kurma, sebagai perisai dari siksa neraka.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keyakinan tentang hisab (perhitungan amal) di akhirat, di mana setiap manusia akan berdialog langsung dengan Allah tanpa perantara. Gambaran tentang hanya melihat amal sendiri dan neraka di depan mata mengajarkan tanggung jawab pribadi yang mutlak. Inti hikmahnya adalah motivasi untuk berlomba dalam kebaikan sekecil apa pun, seperti sedekah sepotong kurma, sebagai perisai dari siksa neraka.
# 19
وعن أبي ذَرٍّ ، رضي اللَّهُ عنه ، قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنِّي أَرى مالا تَرَوْنَ ، أَطَّتِ السَّماءُ وحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ ، مَا فِيهَا موْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلاَّ وَمَلَكٌ واضِعٌ جبهتهُ ساجِداً للَّهِ تَعَالى ، واللَّه لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ ، لضَحِكْتمْ قَلِيلاً ، وَلَبكَيْتُمْ كَثِيراً ، وما تَلَذَّذتُم بِالنِّسَاءِ عَلَى الْفُرُشِ وَلَخَرجْتُمْ إِلى الصُّعُداتِ تَجْأَرُون إِلى اللَّه تَعَالَى » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسن .
وَ « أَطَّتْ » بفتح الهمزة وتشديد الطاءِ، وَتَئِطُّ » بفتح التاءِ وبعدها همزة مكسورة ، والأَطِيطُ : صَوْتُ الرَّحلِ وَالْقَتَبِ وشِبْهِهِمَا ، ومعْناهُ : أَنَّ كَثْرَةَ مَنْ في السَّماءِ مِنَ المَلائِكَةِ الْعابِدينَ قَدْ أَثْقَلَتْهَا حَتَّى أَطَّتْ .
وَ « الصُّعُدَاتِ » بضم الصاد والعين : الطُّرُقَاتُ ، ومعنى « تَجأَرُونَ » : تَسْتَغِيثُونَ .
Terjemahan
Dan dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat. Langit merintih dan memang pantas baginya untuk merintih. Tidak ada tempat seluas empat jari di langit melainkan ada seorang malaikat yang meletakkan dahinya bersujud kepada Allah Ta'ala. Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis, serta kalian tidak akan lagi merasakan kenikmatan bersama istri-istri kalian di atas tempat tidur, dan kalian pasti akan keluar ke jalan-jalan untuk memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala." Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits hasan.
"Atthat" dengan fathah hamzah dan tasydid pada tha', dan "ta'iththu" dengan fathah ta' dan setelahnya hamzah kasrah. Al-athiith adalah suara pelana dan sejenisnya. Maknanya: Banyaknya malaikat yang beribadah di langit telah memberatkannya sehingga ia merintih.
"Ash-shu'adaat" dengan dhamah shad dan 'ain: jalan-jalan. Makna "taj'arun": kalian memohon pertolongan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkap realitas gaib di langit yang dipenuhi malaikat yang terus bersujud, menunjukkan keagungan dan kesibukan makhluk dalam beribadah. Nabi mengajak kita untuk memiliki kesadaran akhirat (zuhud) yang mendalam. Jika ilmu tentang hakikat ini terbuka, manusia akan lebih banyak bersedih dan takut kepada Allah daripada larut dalam kesenangan dunia yang fana.
"Atthat" dengan fathah hamzah dan tasydid pada tha', dan "ta'iththu" dengan fathah ta' dan setelahnya hamzah kasrah. Al-athiith adalah suara pelana dan sejenisnya. Maknanya: Banyaknya malaikat yang beribadah di langit telah memberatkannya sehingga ia merintih.
"Ash-shu'adaat" dengan dhamah shad dan 'ain: jalan-jalan. Makna "taj'arun": kalian memohon pertolongan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkap realitas gaib di langit yang dipenuhi malaikat yang terus bersujud, menunjukkan keagungan dan kesibukan makhluk dalam beribadah. Nabi mengajak kita untuk memiliki kesadaran akhirat (zuhud) yang mendalam. Jika ilmu tentang hakikat ini terbuka, manusia akan lebih banyak bersedih dan takut kepada Allah daripada larut dalam kesenangan dunia yang fana.
# 20
وعن أبي بَرْزَة بِراءٍ ثم زايٍ نَضْلَةَ بنِ عُبَيْدٍ الأَسْلَمِيِّ ، رضي اللَّه عنه ، قال: قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَزُولُ قَدمَا عبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيم فَعَلَ فِيهِ ، وعَنْ مالِهِ منْ أَيْنَ اكْتَسبهُ ، وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَن جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاهُ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Abu Barzah Nadhlah bin 'Ubaid Al-Aslami radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "(Pada hari akhirat) kedua kaki manusia tidak akan dapat bergerak ke mana pun hingga ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; dan tentang tubuhnya, untuk apa ia gunakan."
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat atas nikmat utama yang diberikan Allah. Pertanyaan mencakup umur, ilmu, harta, dan kesehatan, yang semuanya adalah amanah. Intinya, kita harus memanfaatkan setiap nikmat tersebut untuk ketaatan dan kebaikan, bukan untuk hal yang sia-sia atau maksiat, sebagai bekal menghadapi hisab.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat atas nikmat utama yang diberikan Allah. Pertanyaan mencakup umur, ilmu, harta, dan kesehatan, yang semuanya adalah amanah. Intinya, kita harus memanfaatkan setiap nikmat tersebut untuk ketaatan dan kebaikan, bukan untuk hal yang sia-sia atau maksiat, sebagai bekal menghadapi hisab.
# 21
وعن أبي هريرة ، رضي اللَّه عنه ، قال : قرأَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { يوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبارَهَا } ثم قال : « أَتَدْرُونَ مَا أَخَبَارُهَا ؟ » قالوا : اللَّهُ ورَسُولُهُ أَعْلَمُ . قال : «فَإِنَّ أَخْبَارَها أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا ، تَقُولُ : عَمِلْتَ كَذَا وكذَا في يَوْمِ كَذَا وَكَذَا ، فهَذِهِ أَخْبَارُهَا » رواه التِّرْمِذِي وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ membaca satu ayat yang artinya: "Pada hari itu (hari kiamat) bumi menceritakan beritanya." Kemudian beliau bertanya: "Tahukah kalian apa beritanya?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya beritanya adalah bahwa ia menjadi saksi atas setiap hamba, laki-laki dan perempuan, terhadap apa yang mereka perbuat di atas permukaannya. Ia berkata: 'Engkau melakukan perbuatan ini pada hari ini.' Itulah beritanya."
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits ini hasan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan makna bumi menjadi saksi di hari Kiamat. Bumi akan bersaksi dan menceritakan semua perbuatan setiap manusia yang dilakukan di atasnya, lengkap dengan jenis amal dan waktunya. Ini mengajarkan kita untuk selalu merasa diawasi (muraqabah) dan bertanggung jawab atas segala tindakan, karena tidak ada satu pun perbuatan yang tersembunyi dari catatan alam.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits ini hasan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan makna bumi menjadi saksi di hari Kiamat. Bumi akan bersaksi dan menceritakan semua perbuatan setiap manusia yang dilakukan di atasnya, lengkap dengan jenis amal dan waktunya. Ini mengajarkan kita untuk selalu merasa diawasi (muraqabah) dan bertanggung jawab atas segala tindakan, karena tidak ada satu pun perbuatan yang tersembunyi dari catatan alam.
# 22
وعن أبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ ، رضي اللَّه عنه ، قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ ، وَاسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ » فَكَأَنَّ ذلِكَ ثَقُلَ عَلى أَصْحَابِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالَ لَهُمْ : « قُولُوا: حَسْبُنَا اللَّه وَنِعْمَ الْوكِيلُ » رواه الترمذي وقال حديثٌ حسنٌ .
« الْقَرْنُ » : هُوَ الصُّورُ الَّذِي قال اللَّه تعالى : { وَنُفِخَ في الصُّورِ } كَذَا فَسَّرَهُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم .
Terjemahan
Dan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Bagaimana aku bisa merasa tenang, sedangkan pemegang sangkakala telah meletakkan sangkakala di mulutnya, mendengarkan (perintah) kapan ia diperintahkan untuk meniup, lalu ia meniupnya?" Seakan-akan hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah ﷺ, maka beliau bersabda kepada mereka: "Katakanlah: 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.'"
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits hasan.
"Al-Qarn" adalah sangkakala (ash-shur) yang disebutkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya: "Dan ditiuplah sangkakala." Demikianlah Rasulullah ﷺ menafsirkannya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kecemasan Nabi ﷺ akan dekatnya hari Kiamat, yang ditandai dengan malaikat Israfil bersiap meniup sangkakala. Sikap ini mengajarkan seorang muslim untuk selalu hidup dalam kesadaran akhirat dan tidak terlena oleh dunia. Sebagai solusi atas kecemasan itu, Nabi ﷺ mengajarkan doa "Hasbunallahu wa ni'mal wakil", yang merupakan bentuk penyerahan diri, ketawakalan, dan keyakinan bahwa perlindungan Allah cukup bagi hamba-Nya.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits hasan.
"Al-Qarn" adalah sangkakala (ash-shur) yang disebutkan Allah Ta'ala dalam firman-Nya: "Dan ditiuplah sangkakala." Demikianlah Rasulullah ﷺ menafsirkannya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kecemasan Nabi ﷺ akan dekatnya hari Kiamat, yang ditandai dengan malaikat Israfil bersiap meniup sangkakala. Sikap ini mengajarkan seorang muslim untuk selalu hidup dalam kesadaran akhirat dan tidak terlena oleh dunia. Sebagai solusi atas kecemasan itu, Nabi ﷺ mengajarkan doa "Hasbunallahu wa ni'mal wakil", yang merupakan bentuk penyerahan diri, ketawakalan, dan keyakinan bahwa perlindungan Allah cukup bagi hamba-Nya.
# 23
وعن أبي هريرة ، رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ خَافَ أَدْلَجَ، وَمَنْ أَدْلَجَ ، بَلَغَ المَنْزلَ ألا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَاليةٌ ، أَلا إِنَّ سِلْعةَ اللَّهِ الجَنَّةُ» رواه الترمذي وقال :حديثٌ حسنٌ .
و « أَدْلَجَ » بِإِسْكان الدَّال ، ومعناه : سَارَ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ، وَالمُرَادُ : التَّشْمِيرُ في الطَّاعَة . واللَّه أعلم .
Terjemahan
Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang takut (kepada Allah), maka ia akan berangkat di awal malam (bersungguh-sungguh). Dan barangsiapa yang berangkat di awal malam, niscaya ia akan sampai ke tujuan. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga."
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits hasan.
"Adlaja" dengan sukun pada dal, artinya: berjalan di awal malam. Yang dimaksud adalah: bersungguh-sungguh dalam ketaatan. Wallahu a'lam.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa rasa takut kepada Allah (khauf) harus menjadi pendorong untuk bersungguh-sungguh (bersegera) dalam beramal saleh, bagai musafir yang berangkat di awal malam untuk mencapai tujuan. Kesungguhan itulah kunci untuk meraih tujuan akhir, yaitu surga, yang digambarkan sebagai "barang dagangan Allah" yang sangat mahal. Dengan demikian, mahalnya surga memerlukan usaha dan pengorbanan yang serius, bukan sekadar keinginan.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: Hadits hasan.
"Adlaja" dengan sukun pada dal, artinya: berjalan di awal malam. Yang dimaksud adalah: bersungguh-sungguh dalam ketaatan. Wallahu a'lam.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa rasa takut kepada Allah (khauf) harus menjadi pendorong untuk bersungguh-sungguh (bersegera) dalam beramal saleh, bagai musafir yang berangkat di awal malam untuk mencapai tujuan. Kesungguhan itulah kunci untuk meraih tujuan akhir, yaitu surga, yang digambarkan sebagai "barang dagangan Allah" yang sangat mahal. Dengan demikian, mahalnya surga memerlukan usaha dan pengorbanan yang serius, bukan sekadar keinginan.
# 24
وعن عائشةَ ، رضي اللَّه عنها ، قالت : سمعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يقول : «يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُراةً غُرْلاً » قُلْتُ : يا رسول اللَّه الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ جَمِيعاً يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلى بَعْضٍ ،؟ قال : « يا عَائِشَةُ الأَمرُ أَشَدُّ من أَنْ يُهِمَّهُم ذلكَ » .
وفي روايةٍ : « الأَمْرُ أَهَمُّ مِن أَن يَنْظُرَ بَعضُهُمْ إِلى بَعْضٍ » متفقٌ عليه . « غُرلاً » بضَمِّ الغَيْنِ
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada hari kiamat, manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan dalam keadaan belum dikhitan." Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah laki-laki dan perempuan saling melihat satu sama lain?" Beliau menjawab: "Wahai 'Aisyah, urusan pada hari itu lebih berat daripada mereka mempedulikan hal itu."
Dalam riwayat lain: "Urusan pada hari itu sangat penting, sehingga mereka tidak mempedulikan untuk saling melihat."
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya suasana Hari Kiamat, di mana manusia dikumpulkan dalam keadaan paling hina dan telanjang. Jawaban Nabi ﷺ kepada Aisyah menegaskan bahwa pada hari itu, manusia akan diliputi ketakutan dan kesibukan yang sangat besar dengan hisab dan nasib mereka sendiri, sehingga tidak lagi memikirkan atau memperhatikan aib dan keadaan orang lain. Hikmahnya adalah agar kita menyadari keseriusan hari akhir dan mempersiapkan diri dengan amal saleh, bukan dengan malu terhadap sesama manusia.
Dalam riwayat lain: "Urusan pada hari itu sangat penting, sehingga mereka tidak mempedulikan untuk saling melihat."
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan dahsyatnya suasana Hari Kiamat, di mana manusia dikumpulkan dalam keadaan paling hina dan telanjang. Jawaban Nabi ﷺ kepada Aisyah menegaskan bahwa pada hari itu, manusia akan diliputi ketakutan dan kesibukan yang sangat besar dengan hisab dan nasib mereka sendiri, sehingga tidak lagi memikirkan atau memperhatikan aib dan keadaan orang lain. Hikmahnya adalah agar kita menyadari keseriusan hari akhir dan mempersiapkan diri dengan amal saleh, bukan dengan malu terhadap sesama manusia.