Kitab 1 · Bab 58
Diperbolehkan menerima apa yang diberikan orang lain, selama kamu tidak memintanya dan tidak berusaha menginginkannya
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عَنْ سالمِ بنِ عبدِ اللَّهِ بنِ عُمَرَ ، عَنْ أَبيهِ عبدِ اللَّه بنِ عُمَرَ ، عَنْ عُمَرَ رضي اللَّه عنهم قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُعْطِيني العطَاءَ ، فَأَقُولُ : أَعطهِ مَن هو أَفقَرُ إِلَيهِ مِنِّي، فقال : « خُذهُ ، إِذَا جاءَكَ مِن هذا المَالِ شَيءٌ ، وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ ولا سَائِلٍ ، فَخُذْهُ فتَموَّلْهُ فَإِن شِئتَ كُلْهُ ، وإِن شِئْتَ تَصْدَقْ بِهِ ، وَمَا لا، فَلا تُتبِعْهُ نَفْسَكَ » قال سالمٌ : فَكَانَ عَبدُ اللَّه لا يسأَلُ أَحداً شَيْئاً ، وَلا يَرُدُّ شَيئاً أُعْطِيه . متفقٌ عليه .
« مشرفٌ » بالشين المعجمة : أَيْ : متَطَلِّعٌ إِلَيْه .
Terjemahan
Dari Salim bin 'Abdullah bin 'Umar, dari ayahnya, 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberiku sebagian harta rampasan perang. Saat itu aku berkata: "Berikanlah ini kepada orang yang lebih fakir daripadaku." Beliau bersabda: "Ambillah. Apabila sesuatu diberikan kepadamu, sedangkan kamu tidak berhasrat dan tidak memintanya, maka ambillah dan jadikanlah ia sebagai milikmu. Jika kamu mau, kamu boleh memakannya atau bersedekah dengannya. Adapun sesuatu yang tidak diberikan kepadamu, maka janganlah kamu menginginkannya." Salim berkata: Oleh karena itulah, Ibnu 'Umar tidak pernah meminta sesuatu pun kepada orang lain, dan tidak pernah menolak sesuatu yang diberikan kepadanya. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan prinsip menerima pemberian (hibah) yang halal tanpa meminta atau sangat berharap. Harta yang datang tanpa diusahakan dan tanpa rasa tamak boleh diterima untuk dimanfaatkan sendiri atau disedekahkan. Intinya adalah menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta dan bersikap qanaah (merasa cukup) dengan rezeki yang diberikan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan prinsip menerima pemberian (hibah) yang halal tanpa meminta atau sangat berharap. Harta yang datang tanpa diusahakan dan tanpa rasa tamak boleh diterima untuk dimanfaatkan sendiri atau disedekahkan. Intinya adalah menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta dan bersikap qanaah (merasa cukup) dengan rezeki yang diberikan Allah.