✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 63

Bersaing dalam Berbuat Kebaikan untuk Hari Akhirat

✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ وفي ذلك فليتنافس المتنافسون ﴾ .سورة المطففين(26)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Dan terhadap harta benda (yang diperoleh), hendaklah orang-orang yang mampu segera menafkahkannya di jalan kebaikan."

Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam QS. Al-Muthaffifin: 26. Makna "berlomba-lomba" di dalamnya merujuk pada bersegera dan bersaing dalam meraih kebaikan akhirat, seperti amal shaleh dan ketaatan, bukan dalam hal duniawi. Pelajaran utamanya adalah mendorong umat untuk mengorientasikan semangat kompetisi pada hal-hal yang bernilai pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.

# 2
وعن سهلِ بنِ سعدٍ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أُتِيَ بِشَرَابٍ ، فَشَرِبَ مِنهُ وَعَن يَمِينِهِ غُلامٌ ، وَعَن يسارِهِ الأَشْيَاخُ ، فقال لِلْغُلام : « أَ تَأْذَنُ لي أَن أُعْطِيَ هُؤلاءِ؟ فَقَالَ الغُلامُ : لا وَاللَّهِ يا رسُولَ اللَّه لا أُوثِرُ بِنَصيبي مِنكَ أَحَداً ، فَتَلَّهُ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في يَدِهِ . متفقٌ عليه . « تَلَّهُ » بالتاءِ المثناةِ فوق ، أَيْ : وَضَعَهُ ، وَهَذَا الغُلامُ هُوَ ابنُ عَبَّاسٍ رضي اللَّه عنهما.
Terjemahan
Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diberi minuman, lalu beliau meminumnya. Di sebelah kanan beliau ada seorang anak laki-laki (yang masih kecil) dan di sebelah kiri beliau ada para sesepuh (orang tua). Maka beliau berkata kepada anak itu: "Apakah engkau mengizinkanku untuk memberikan (minuman ini) kepada mereka (para sesepuh)?" Anak itu menjawab: "Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan mendahulukan siapa pun atas bagianku darimu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan (gelas) itu di tangan anak itu. (Muttafaqun 'alaih).
"Tallahu" dengan huruf ta' di atas, artinya: meletakkannya. Anak laki-laki ini adalah Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab memuliakan dan mendahulukan orang yang di sebelah kanan, serta pentingnya meminta izin ketika hendak mengubah hak yang telah diberikan. Rasulullah SAW, meski di sebelah kirinya ada para sesepuh, tetap menghormati posisi anak di kanannya dan meminta persetujuannya. Sikap anak (Ibnu Abbas) yang tegas mempertahankan haknya untuk didahulukan juga diajarkan, menunjukkan bahwa hak yang sah harus dihormati.

# 3
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عَنِ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « بيْنَا أَيُّوبُ عليه السلام يَغتَسِلُ عُريَاناً ، فَخَرَّ عَلَيْهِ جَرَادٌ مِن ذَهَبٍ ، فَجَعَلَ أَيُّوبُ يَحِثي في ثَوبِهِ، فَنَادَاهُ رَبُّهُ عَزَّ وَجلَّ : يَا أَيُّوبُ ، أَلَم أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عمَّا تَرَى ؟، قال : بَلَى وَعِزَّتِكَ، وَلكِن لا غِنَى بي عَن بَرَكَتِكَ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika Nabi Ayyub sedang mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba seekor belalang emas jatuh. Maka Nabi Ayyub mengumpulkannya dan meletakkannya di pakaiannya. Lalu Rabb-nya memanggilnya: 'Wahai Ayyub, bukankah Aku telah memberimu kecukupan melebihi apa yang engkau lihat?' Ia menjawab: 'Benar, demi kemuliaan-Mu, tetapi aku tidak bisa tidak membutuhkan berkah dari-Mu'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kekayaan hakiki bukan sekadar merasa cukup (ghina an-nafs), tetapi selalu merasa butuh dan bergantung pada berkah Allah. Nabi Ayyub, meski telah dikaruniai kecukupan, tetap bersemangat mengumpulkan rezeki yang halal sebagai bentuk syukur dan pengharapan akan keberkahan-Nya. Hikmahnya, seorang mukmin harus menggabungkan antara tawakal dengan usaha, serta menjadikan setiap rezeki sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.