✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 64

Ciri Khas Orang Kaya yang Bersyukur adalah mereka yang mencari rezeki dengan cara yang benar dan membelanjakan harta dengan tepat

✦ 7 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ فأما من أعطى واتقى، وصدق بالحسنى، فسنيسره لليسرى ﴾ .سورة الليل(5-7)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Allah) dan bertakwa kepada Allah serta membenarkan (adanya) pahala yang terbaik (surga), maka Kami akan memudahkan baginya jalan menuju kemudahan (baik di dunia maupun di akhirat)." (Al-Lail: 5-7)

Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan tiga sifat utama yang memudahkan jalan kebaikan bagi seorang hamba: (1) kedermawanan dengan memberikan harta di jalan Allah, (2) ketakwaan dengan menjauhi larangan-Nya, dan (3) keyakinan yang tulus terhadap janji Allah berupa balasan terbaik (surga). Allah menjanjikan kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat bagi yang mengamalkannya, menunjukkan bahwa keimanan yang benar pasti melahirkan amal shaleh dan jalan hidup yang diberkahi.

# 2
وقال تعالى: ﴿ وسيجنبها الأتقى، الذي يؤتي ماله يتزكى، وما لأحد عنده من نعمة تجزى، إلا ابتغاء وجه ربه الأعلى، ولسوف يرضى ﴾ .سورة الليل(17-21)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Kami akan menjauhkan orang yang bertakwa dari neraka, yaitu orang yang memberikan hartanya untuk menyucikan dirinya, bukan untuk membalas budi seseorang kepadanya, tetapi hanya untuk mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Kelak dia akan mendapat kepuasan (dari Allah)." (Al-Lail: 17-21)

Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan ciri utama orang bertakwa (الأتقى) yang akan diselamatkan dari neraka. Ciri itu adalah mendermakan harta dengan ikhlas semata untuk menyucikan jiwa dan mencari ridha Allah, bukan untuk pamrih atau balas budi kepada manusia. Balasan bagi mereka adalah kepuasan dan keridhaan tertinggi dari Allah di akhirat.

# 3
وقال تعالى: ﴿ إن تبدوا الصدقات فنعما هي، وإن تخفوها وتؤتوها الفقراء فهو خير لكم، ويكفر عنكم من سيئاتكم، والله بما تعملون خبير ﴾ .سورة البقرة(271)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 271)

Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan keutamaan menyembunyikan sedekah karena lebih mendekati ikhlas dan lebih melindungi harga diri penerima. Meski menampakkannya diperbolehkan, sifat rendah hati dan menghindari riya' lebih utama. Allah menjanjikan pengampunan dosa sebagai balasan, menunjukkan bahwa sedekah yang tersembunyi memiliki nilai tersendiri di sisi-Nya.

# 4
وقال تعالى:﴿ لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون، وما تنفقوا من شيء فإن اللَّه به عليم ﴾ .سورة آل عمران(92)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (Ali 'Imran: 92)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa kunci mencapai kebajikan sejati (al-birr) adalah dengan menginfakkan harta yang paling dicintai, bukan sekadar kelebihan. Ini mengajarkan nilai pengorbanan dan keikhlasan, di mana kadar cinta pada harta diuji. Allah Maha Mengetahui segala niat dan amal, menjamin bahwa pengorbanan ikhlas tidak akan sia-sia.

# 5
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ مسعودٍ رضي اللَّه عنه قال : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا حَسَدَ إِلاَّ في اثَنَتَيْنِ : رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً ، فَسَلَّطَهُ على هَلكَتِهِ في الحَقِّ . ورَجُلٌ آتَاه اللَّهُ حِكْمَةً فُهو يَقضِي بِها وَيُعَلِّمُهَا » متفقٌ عليه وتقدم شرحه قريباً .
Terjemahan
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh hasad (iri/dengki) kecuali terhadap dua jenis orang: (Pertama) orang yang Allah berikan harta, lalu ia menginfakkannya secara total di jalan yang benar; dan (Kedua) orang yang Allah berikan ilmu, lalu ia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini membolehkan hasad (ghibthah) yang berarti iri dalam artian ingin meneladani, bukan mendengki. Nabi mengarahkan semangat kompetisi positif hanya pada dua hal: pertama, kepada orang yang kaya dan pandai menafkahkannya di jalan kebenaran; kedua, kepada orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkannya. Intinya, Islam mendorong umatnya untuk berlomba dalam kebaikan, khususnya dalam bidang infak harta dan penyebaran ilmu yang bermanfaat.

# 6
وعن ابْنِ عمر رضي اللَّه عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا حَسَد إِلاَّ في اثنَتَين : رَجُلٌ آتَاهُ اللَّه القُرآنَ ، فهو يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيل وآنَاءَ النَّهارِ . وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّه مَالاً . فهوَ يُنْفِقهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وآنَاءَ النَّهارِ » متفقٌ عليه . « الآنَاءُ » السَّاعَاتُ .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh hasad (iri/dengki) kecuali terhadap dua jenis orang: (Pertama) orang yang Allah berikan ilmu Al-Qur'an, lalu ia membacanya (dalam shalatnya) siang dan malam; dan (Kedua) orang yang Allah berikan harta, lalu ia menginfakkannya (di jalan Allah) siang dan malam." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa hasad (iri hati) umumnya terlarang, namun ada dua pengecualian yang diperbolehkan, yaitu untuk memotivasi diri. Kita boleh menginginkan kebaikan seperti orang yang tekun beribadah dengan Al-Qur'an siang-malam, dan orang yang rajin berinfak di jalan Allah. Hikmahnya, hasad jenis ini tidak untuk mendengki, tetapi untuk menumbuhkan semangat mengejar kebaikan dan amal shaleh tanpa mengharapkan hilangnya nikmat dari orang lain.

# 7
وعَن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ فُقَرَاءَ المُهَاجِرِينَ أَتَوْا رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . فقالوا : ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجاتِ العُلَى . والنَّعِيمِ المُقِيمِ . فَقَال : « ومَا ذَاكَ ؟ » فَقَالُوا : يُصَلُّونَ كمَا نُصَلِّي ، ويَصُومُونَ كمَا نَصُومُ . وَيَتَصَدَّقُونَ ولا نَتَصَدَّقُ ، ويَعتِقُونَ ولا نَعتقُ فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفَلا أُعَلِّمُكُمْ شَيئاً تُدرِكُونَ بِهِ مَنْ سبَقَكُمْ ، وتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلاَ يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُم إِلاَّ مَنْ صَنَعَ مِثلَ ما صَنَعْتُم ؟ » قالوا : بَلَى يا رسولَ اللَّه ، قَالَ : « تُسبحُونَ ، وتحمَدُونَ وتُكَبِّرُونَ ، دُبُر كُلِّ صَلاة ثَلاثاً وثَلاثِينَ مَرَّةً » فَرَجَعَ فُقَرَاءُ المُهَاجِرِينَ إِلى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَقَالُوا : سمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الأَموَالِ بِمَا فَعلْنَا ، فَفَعَلوا مِثْلَهُ ؟ فَقَالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ذلك فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يشَاءُ » متفقٌ عليه ، وهذا لفظ روايةِ مسلم . « الدُّثُورُ » : الأَموالُ الكَثِيرَةُ ، واللَّه أعلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka berkata: "Orang-orang yang berharta telah memperoleh derajat yang tinggi dan pahala yang kekal." Beliau bertanya: "Mengapa?" Mereka menjawab: "Mereka shalat seperti kami shalat, mereka berpuasa seperti kami berpuasa, tetapi mereka bisa bersedekah sedangkan kami tidak, dan mereka bisa memerdekakan budak sedangkan kami tidak." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian dapat menyusul orang-orang yang sebelum kalian dan mendahului orang-orang setelah kalian, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian kecuali orang yang melakukan seperti yang kalian lakukan?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Ucapkanlah 'Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar' setiap selesai shalat, masing-masing tiga puluh tiga kali." Kemudian orang-orang fakir Muhajirin itu kembali menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Saudara-saudara kami yang kaya telah mendengar apa yang kami lakukan, lalu mereka pun melakukannya juga?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa amal kebajikan tidak terbatas pada harta. Bagi yang tidak mampu bersedekah harta, Rasulullah SAW mengajarkan zikir "tasbih, tahmid, dan takbir" sebagai pengganti yang pahalanya sangat besar. Intinya, setiap muslim memiliki kesempatan yang setara untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah dengan memaksimalkan amal yang mampu dilakukannya, sehingga kekurangan materi bukanlah penghalang untuk berlomba dalam kebaikan.