Kitab 1 · Bab 67
Larangan Berharap Mati karena Masalah dan Kesedihan yang Menimpanya, tetapi Tidak Mengapa jika Khawatir Agamanya Terancam
✦ 3 Hadith ✦
# 1
عنْ أبي هُريرة رضيَ اللَّهُ عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « لا يَتَمَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ إِمَا مُحسِناً ، فَلَعَلَّهُ يَزْدادُ ، وَإِمَّا مُسِيئاً فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ » متفقٌ عليه، وهذا لفظ البخاري .
وفي روايةٍ لمسلم عن أبي هُريْرةَ رضي اللَّهُ عنه عَنْ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا يَتَمَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ ، وَلا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ ، إِنَّهُ إِذا ماتَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ ، وَإِنَّهُ لا يَزيدُ المُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلاَّ خَيراً » .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengharapkan kematian. Jika dia seorang yang berbuat baik, semoga dia dapat menambah amal kebaikannya. Tetapi jika dia seorang yang berbuat buruk, semoga dia dapat bertaubat." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam satu riwayat Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian dan janganlah mendoakannya sebelum datang waktunya. Sesungguhnya apabila seseorang mati, terputuslah semua amalannya. Dan sesungguhnya bertambahnya usia seorang mukmin hanyalah menambah kebaikan baginya."
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang seorang muslim mengharapkan kematian. Bagi yang banyak berbuat baik, harapan hidup memberi kesempatan untuk menambah pahala. Bagi yang banyak berdosa, hidup adalah peluang untuk bertaubat dan memperbaiki diri sebelum ajal tiba. Larangan ini mengajarkan untuk selalu optimis dan produktif dalam sisa waktu hidup yang diberikan Allah.
Dalam satu riwayat Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian dan janganlah mendoakannya sebelum datang waktunya. Sesungguhnya apabila seseorang mati, terputuslah semua amalannya. Dan sesungguhnya bertambahnya usia seorang mukmin hanyalah menambah kebaikan baginya."
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang seorang muslim mengharapkan kematian. Bagi yang banyak berbuat baik, harapan hidup memberi kesempatan untuk menambah pahala. Bagi yang banyak berdosa, hidup adalah peluang untuk bertaubat dan memperbaiki diri sebelum ajal tiba. Larangan ini mengajarkan untuk selalu optimis dan produktif dalam sisa waktu hidup yang diberikan Allah.
# 2
وعن أنسٍ رضي اللَّه عنه قال : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : لا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ أَصَابَهُ فَإِنْ كانْ لابُدَّ فاعِلاَ ، فَلْيَقُل : اللَّهُمَّ أَحْيِني ما كانَتِ الحَياةُ خَيْراً لي ، وتَوَفَّني إِذا كانَتِ الوفاةُ خَيراً لي » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena suatu musibah yang menimpanya. Jika dia terpaksa (berdoa), hendaklah dia berdoa: 'Ya Allah, berilah aku kehidupan jika kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang seorang Muslim untuk berharap mati karena kesulitan hidup. Sebagai gantinya, Nabi mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah pilihan terbaik: hidup jika itu baik, atau mati jika itu lebih baik. Hikmahnya adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada hikmah dan ketetapan Allah, serta optimisme bahwa selama kita masih hidup, pasti ada kebaikan dan kesempatan beribadah di dalamnya.
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang seorang Muslim untuk berharap mati karena kesulitan hidup. Sebagai gantinya, Nabi mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah pilihan terbaik: hidup jika itu baik, atau mati jika itu lebih baik. Hikmahnya adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada hikmah dan ketetapan Allah, serta optimisme bahwa selama kita masih hidup, pasti ada kebaikan dan kesempatan beribadah di dalamnya.
# 3
وعَنْ قَيسِ بنِ أبي حازمٍ قال : دَخَلْنَا عَلى خَباب بنِ الأَرَتِّ رضيَ اللَّهُ عنهُ نَعُودُهُ وَقَدِ اكْتَوى سَبْعَ كَيَّاتٍ فقال : إِنَّ أَصْحابنا الَّذِينَ سَلَفُوا مَضَوْا ، ولَم تَنْقُصْهُمُ الدُّنْيَا ، وإِنَّا أَصَبْنَا ما لا نجِدُ لَهُ مَوْضِعاً إِلاَّ الترابَ ولَوْلاَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نهانَا أَنْ نَدْعُوَ بالمَوْتِ لَدَعَوْتُ بِهِ ثُمَّ أَتَيْنَاهُ مَرَّةً أُخْرَى وهُوَ يَبْني حائطاً لَهُ ، فقال : إِنَّ المُسْلِمَ لَيُؤْجَرُ في كُلِّ شَيءٍ يُنْفِقُهُ إِلاَّ في شَيءٍ يَجْعَلُهُ في هذا الترابِ . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ رواية البخاري .
Terjemahan
Dari Qais bin Abu Hazim, ia berkata: Kami menjenguk Khabbab bin Al-Aratt, dan dia sedang membakar (mengobati) dirinya di tujuh tempat. Dia berkata: "Sesungguhnya sahabat-sahabat kami yang terdahulu telah meninggal, dan mereka tidak mengambil bagian dari dunia sedikit pun. Sedangkan kami, kami telah mendapatkan harta hingga tidak ada tempat untuk menyimpannya selain menguburnya. Seandainya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak melarang kami berdoa meminta kematian, niscaya aku akan berdoa memintanya." Kemudian aku menemuinya lagi pada saat dia sedang membangun tembok, dia berkata: "Seorang muslim pasti akan diberi pahala atas semua yang dia nafkahkan, kecuali apa yang dia tanam di tanah ini (untuk menyombongkan diri)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa harta dunia yang melimpah bukanlah tolok ukur kebahagiaan dan keberuntungan seorang muslim. Khabbab radhiyallahu 'anhu justru merasa gelisah dengan harta yang diperolehnya. Hikmahnya, seorang muslim hendaknya zuhud terhadap dunia, bersyukur, dan bersabar atas segala ujian, karena semua amal kebaikan—termasuk infak di jalan Allah—akan diganjar pahala. Larangan berdoa untuk mati juga mengajarkan pentingnya bersabar menunggu ketetapan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa harta dunia yang melimpah bukanlah tolok ukur kebahagiaan dan keberuntungan seorang muslim. Khabbab radhiyallahu 'anhu justru merasa gelisah dengan harta yang diperolehnya. Hikmahnya, seorang muslim hendaknya zuhud terhadap dunia, bersyukur, dan bersabar atas segala ujian, karena semua amal kebaikan—termasuk infak di jalan Allah—akan diganjar pahala. Larangan berdoa untuk mati juga mengajarkan pentingnya bersabar menunggu ketetapan Allah.