✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 69

Dianjurkan Menyendiri ketika Masyarakat Menjadi Buruk, atau Khawatir Agama Terancam dan Terjerumus dalam Perkara yang Meragukan

✦ 6 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ ففروا إلى اللَّه إن لكم منه نذير مبين ﴾ .سورة الذريات(50)
Terjemahan
Allah berfirman: "Maka berhijrahlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata dari-Nya untukmu." (Adz-Dzariyat: 50)

Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Perintah "berhijrahlah kepada Allah" merupakan seruan untuk meninggalkan segala maksiat dan dosa, serta berpindah menuju ketaatan dengan sepenuh hati. Hijrah yang dimaksud adalah perubahan total dalam diri, dari kekufuran menuju iman, dan dari kelalaian menuju kesadaran beribadah. Peringatan dalam ayat ini menegaskan bahwa hijrah tersebut adalah jalan keselamatan menuju ampunan dan rahmat-Nya.

# 2
وعن سعد بن أبي وقَّاص رضي اللَّه عنه ، قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُول: « إِنَّ اللَّه يحِبُّ العَبدَ التَّقِيَّ الغَنِيَّ » رواه مسلم . والمُرَاد بــ « الغَنِيِّ » : غَنِيُّ النَّفْسِ . كما سَبَقَ في الحديث الصحيح .
Terjemahan
Dan dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa lagi kaya." Diriwayatkan oleh Muslim.
Yang dimaksud dengan "kaya" adalah kaya jiwa, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits shahih sebelumnya.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kecintaan Allah diraih dengan mengombinasikan ketakwaan dan kekayaan jiwa. "Kaya" di sini bukanlah kaya harta, melainkan kaya hati, yaitu merasa cukup (qana'ah) dengan pemberian Allah. Dengan demikian, hamba yang paling dicintai adalah yang bertakwa dan tidak meminta-minta, menjaga harga diri, serta merasa berkecukupan dengan rezeki yang halal.

# 3
وعن أبي سعيد الخُدريِّ رضي اللَّه عنه قال : قال رَجُلُ أَيُّ النَّاسِ أفضَلُ يارسولَ اللَّه ؟ قال : « مُؤْمِنٌ مجَاهِدٌ بِنَفسِهِ وَمَالِهِ في سبيل اللَّه » قال : ثم من ؟ قال : «ثم رَجُلٌ مُعتَزِلٌ في شِعْبٍ مِن الشِّعَاب يَعبُدُ رَبَّهِ » . وفي روايةٍ « يتَّقِي اللَّه . ويَدَع النَّاسِ مِن شَرّْهِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Seorang laki-laki bertanya: "Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling utama?" Beliau menjawab: "Seorang mukmin yang berjihad dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah." Laki-laki itu bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab: "Kemudian seorang yang menyendiri di suatu lembah gunung (ketika seluruh masyarakat menjadi buruk) untuk beribadah kepada Tuhannya."
Dalam riwayat lain disebutkan: "Dia bertakwa kepada Allah dan tidak berbuat kerusakan terhadap manusia umumnya."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tingkatan keutamaan manusia. Yang paling utama adalah mukmin yang berjihad total dengan jiwa dan harta di tengah masyarakat. Tingkat berikutnya adalah orang yang mengisolasi diri di tempat terpencil untuk beribadah dan menjaga diri agar tidak menyakiti orang lain, terutama ketika kondisi sosial sudah rusak. Intinya, kontribusi aktif untuk kebaikan bersama lebih utama daripada ibadah pasif untuk keselamatan diri sendiri.

# 4
وعنه قالَ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يُوشِكَ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَال المُسْلِم غَنَمٌ يَتَّتبَّعُ بهَا شَعَفَ الجِبَال . وموَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدينِهِ من الفِتنِ » رواه البخاري . و « شَعَفَ الجِبَالِ » : أَعْلاَهَا .
Terjemahan
Dari dia (Abu Sa'id Al-Khudri) radhiyallahu 'anhu juga, Rasulullah ﷺ bersabda: "Harta yang paling baik bagi seorang muslim hampir-hampir menjadi kambing, yang dia gembalakan di puncak gunung dan tempat-tempat turunnya hujan, karena dia berhijrah untuk melindungi agamanya dari berbagai fitnah."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang prioritas menjaga agama di atas harta dan kedudukan dunia. Ketika fitnah merajalela, keselamatan iman adalah yang utama, bahkan jika harus mengorbankan kehidupan kota yang nyaman dengan hidup sederhana di pengasingan. Hikmahnya, kesederhanaan dan menjauh dari kerusakan masyarakat lebih baik daripada kekayaan yang membahayakan akidah.

# 5
وعنْ أبي هُريرة رضيَ اللَّه عنْه . عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ما بَعَثَ اللَّه نَبِيًّا إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ » فَقَال أَصْحابُه : وَأَنْتَ ؟ قَالَ : « نَعَمْ ، كُنْت أَرْعَاهَا عَلى قَرارِيطَ لأَهْلِ مَكَّةَ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: "Setiap Nabi yang diutus Allah semuanya pernah menggembala kambing." Para sahabatnya bertanya: "Termasuk engkau juga?" Beliau menjawab: "Ya, aku dahulu menggembalakannya untuk penduduk Mekah dengan upah beberapa qirath."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa profesi menggembala kambing adalah sunnah para nabi. Hal ini mengajarkan pentingnya latihan kepemimpinan dengan mengasuh, sabar, dan bertanggung jawab terhadap amanah, sekalipun terlihat sederhana. Nabi Muhammad ﷺ juga pernah melakukannya, menunjukkan kemuliaan kerja halal dan sikap rendah hati. Kisah upah qirath yang diterima beliau menjadi teladan dalam kejujuran dan profesionalitas bekerja.

# 6
وعنه عَنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنه قال : « مِنْ خَير مَعَاشِ النَّاسِ رَجُلٌ مُمْسِكٌ عِنَانَ فَرسِهِ في سَبِيلِ اللَّه ، يَطيرُ عَلى مَتنِهِ ، كُلَّمَا سَمِعَ هَيْعَةً أَوْ فَزْعَةً ، طارَ عَلَيْهِ يَبْتَغِي الْقَتلَ ، أَو المَوْتَ مظَانَّه ، أَوْ رَجُلٌ في غُنَيمَةٍ في رَأْسِ شَعَفَةٍ مِن هَذِهِ الشَّعَفِ ، أَوْ بَطنِ وادٍ مِن هَذِهِ الأَوديَةِ ، يُقِيم الصَّلاةَ ويُؤتي الزَّكاةَ ، ويَعْبُد رَبَّهُ حتَّى يَأْتِيَهُ اليَقِينُ ليَسَ مِنَ النَّاسِ إِلاَّ في خَيْرٍ » رواه مسلم . « يَطِيرُ » أَي يُسرع . « ومَتْنُهُ » : ظَهْرُهُ . « وَالهَيْعَةُ » : الصوتُ للحربِ . «وَالفَزَعَةُ»: نحوهُ . وَ « مَظَانُّ الشَّيءِ » : المواضع التي يُظَنُّ وجودُه فيها . « والغُنَيمَةُ » بضم الغين تصغير الغنم . « الشَّعْفَةُ » بفتح الشِّين والعين : هي أَعْلى الجبَل
Terjemahan
Dan darinya (Sa'ad bin Abi Waqqash) dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda: "Di antara sebaik-baik penghidupan manusia adalah seorang laki-laki yang memegang tali kekang kudanya di jalan Allah, ia terbang di atas punggungnya. Setiap kali mendengar teriakan (perang) atau rasa takut, ia terbang menungganginya mencari kematian atau tempat-tempat yang diperkirakan ada kematian. Atau seorang laki-laki yang bersama kambing gembalaannya di puncak bukit atau di dasar lembah dari lembah-lembah ini, ia mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan beribadah kepada Tuhannya hingga datang kepadanya kematian. Tidaklah dia berada di antara manusia melainkan dalam kebaikan." Diriwayatkan oleh Muslim.
"Yathiru" artinya bergegas. "Matnuhu" artinya punggungnya. "Al-Hai'ah" adalah suara untuk perang. "Al-Faza'ah" semisalnya. "Mazhannu asy-syai'" adalah tempat-tempat yang diduga adanya sesuatu itu. "Al-Ghunaimah" dengan dhammah ghain adalah bentuk kecil dari al-ghanam (kambing). "Asy-Sya'fah" dengan fathah syin dan 'ain adalah puncak gunung.

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan dua bentuk kehidupan terbaik yang diridai Allah. Pertama, kehidupan mujahid yang berjihad di jalan-Nya dengan penuh pengorbanan. Kedua, kehidupan ahli ibadah yang konsisten beribadah, menjalankan kewajiban (shalat, zakat), dan menjauhi fitnah di tempat yang sunyi. Keduanya sama-sama mulia, masing-masing sesuai dengan peran dan kesempatannya dalam menegakkan agama.