Kitab 1 · Bab 70
Keutamaan Bergaul dengan Manusia dan Menghadiri Pertemuan Mereka
✦ 2 Hadith ✦
# 1
اعْلم أَن الاخْتِلاط بالنَّاسِ على الوَجْهِ الذي ذَكَرْتُهُ هو المختار الذي كان عليه رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وسائِرُ الأَنبياءِ صلواتُ اللَّهِ وسلامُه عليهم ، وكذلك الخُلفاءُ الرَّاشدونَ ، وَمَنْ بعدهُم من الصَّحَابةِ والتَّابعينَ ، ومَنْ بَعدَهُم من عُلَمَاءِ المسلمينَ وأَخْيارِهم ، وهو مَذْهَبُ أَكْثَرِ التَّابعينَ ومَنْ بعدَهُم ، وَبِهِ قَالَ الشَّافعيُّ وأَحْمَدُ ، وأَكْثَرُ الفُقَهَاءِ رضي اللَّه عنهم أَجمعين
Terjemahan
Ketahuilah bahwa bergaul dengan manusia dengan cara yang telah aku sebutkan adalah pilihan yang menjadi jalan Rasulullah ﷺ dan seluruh Nabi shallallahu 'alaihim wasallam, demikian pula para Khulafaur Rasyidin, para sahabat setelah mereka, para tabi'in, dan para ulama serta orang-orang shalih setelah mereka. Ini adalah madzhab mayoritas tabi'in dan orang-orang setelah mereka, dan ini pula pendapat Asy-Syafi'i, Ahmad, dan mayoritas fuqaha radhiyallahu 'anhum ajma'in.
Penjelasan singkat: Bergaul dengan masyarakat (ikhtilath) dengan baik dan bijak sesuai tuntunan syariat adalah sunnah Nabi, para sahabat, dan ulama salaf. Ini bukanlah sikap isolasi, tetapi interaksi yang positif untuk menyebarkan kebaikan. Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi'i dan Ahmad, sebagai bentuk meneladani cara hidup Rasulullah ﷺ dalam membina umat.
Penjelasan singkat: Bergaul dengan masyarakat (ikhtilath) dengan baik dan bijak sesuai tuntunan syariat adalah sunnah Nabi, para sahabat, dan ulama salaf. Ini bukanlah sikap isolasi, tetapi interaksi yang positif untuk menyebarkan kebaikan. Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi'i dan Ahmad, sebagai bentuk meneladani cara hidup Rasulullah ﷺ dalam membina umat.
# 2
قال تعالى : ﴿ وتَعاونُوا عَلى البِرِ والتَّقْوَى ﴾ ( المائدة : 2 )
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa." (Al-Maidah: 2)
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan solidaritas sosial yang positif dengan dasar iman. Tolong-menolong hanya diperintahkan dalam kebaikan (al-birr) dan ketakwaan (at-taqwa), bukan dalam dosa dan permusuhan. Ini mengajarkan bahwa ukuran kebersamaan adalah nilai agama, bukan sekadar kepentingan kelompok. Hikmahnya, kerja sama dalam kebaikan memperkuat masyarakat dan mendatangkan ridha Allah.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan solidaritas sosial yang positif dengan dasar iman. Tolong-menolong hanya diperintahkan dalam kebaikan (al-birr) dan ketakwaan (at-taqwa), bukan dalam dosa dan permusuhan. Ini mengajarkan bahwa ukuran kebersamaan adalah nilai agama, bukan sekadar kepentingan kelompok. Hikmahnya, kerja sama dalam kebaikan memperkuat masyarakat dan mendatangkan ridha Allah.