✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Perintah
Kitab 1 · Bab 79

Pemimpin yang Adil

✦ 6 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ إن اللَّه يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى ﴾ الآية.سورة النحل(90)
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi bantuan kepada kerabat." (QS. An-Nahl: 90)

Penjelasan singkat: Ayat ini merupakan prinsip universal dan inti ajaran Islam yang mengatur hubungan manusia. Perintah berlaku adil adalah dasar segala interaksi sosial dan hukum. Berbuat ihsan (kebaikan melebihi kewajiban) mengajak pada akhlak mulia yang lebih tinggi. Sedangkan perintah menyantuni kerabat menekankan pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan sebagai fondasi masyarakat yang kokoh.

# 2
وقال تعالى: ﴿ وأقسطوا إن اللَّه يحب المقسطين ﴾ .سورة الحجرات(9)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." (Al-Hujurat: 9)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan perintah tegas dari Allah untuk berbuat adil dalam segala hal. Hikmahnya adalah bahwa keadilan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga merupakan jalan untuk meraih cinta Allah. Dengan demikian, seorang muslim harus menegakkan keadilan, baik terhadap pihak yang disukai maupun tidak, karena itu adalah ciri ketakwaan yang dicintai-Nya.

# 3
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّه في ظِلِّهِ يومَ لا ظِلَّ إلاَّ ظِلُّهُ : إمَامٌ عادِلٌ ، وشَابٌّ نَشَأَ في عِبادَةِ اللَّهِ تَعالى ، ورَجُلٌ مُعَلَّقٌ قَلبُهُ في المَسَاجِدِ ، ورجُلانِ تَحَابَّا في اللَّه ، اجتَمعَا عليهِ ، وتَفرَّقَا علَيهِ ، ورجُلٌ دعَتهُ امرَأَةٌ ذَاتُ مَنصِب وجمَالٍ ، فقَال : إنِّى أَخَافُ اللَّه ، ورَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصدقةٍ ، فَأَخْفَاها حَتَّى لا تَعلَمَ شِمالُهُ ما تُنفِقُ يميِنُهُ ، ورَجُلٌ ذَكَر اللَّه خَالِياً فَفَاضَتْ عينَاهُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil; pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah; laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya; laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata: 'Aku takut kepada Allah'; laki-laki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya; dan laki-laki yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian lalu kedua matanya meneteskan air mata." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjanjikan naungan Allah di hari Kiamat bagi tujuh golongan yang istimewa. Intinya, perlindungan itu diberikan kepada siapa saja yang konsisten dalam ketakwaan, baik dalam urusan publik (seperti pemimpin adil) maupun privat (seperti menjaga diri dari godaan). Hikmahnya, ibadah yang ikhlas dan menjaga hubungan karena Allah, dalam segala bentuk dan profesi, adalah jalan meraih ridha-Nya.

# 4
وعن عبد اللَّهِ بنِ عمرو بن العاص رضي اللَّهُ عنهما قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « إنَّ المُقسِطينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلى مَنابِرَ مِنْ نورٍ : الَّذِينَ يعْدِلُونَ في حُكْمِهِمْ وأَهليهِمْ وما وُلُّوا » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah akan berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka adalah orang-orang yang berlaku adil dalam hukum mereka, terhadap keluarga mereka, dan terhadap apa yang mereka pimpin." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dan kedudukan tinggi bagi orang yang berlaku adil di semua aspek kehidupan. Keadilan bukan hanya dalam hukum formal, tetapi juga harus ditegakkan dalam lingkup keluarga dan segala bentuk kepemimpinan. Balasan dari Allah bagi mereka yang konsisten berbuat adil adalah tempat yang mulia di akhirat, digambarkan dengan mimbar dari cahaya.

# 5
وعَن عوفِ بن مالكٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعْتُ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : «خِيَارُ أَئمَتكُمْ الَّذينَ تُحِبُّونهُم ويُحبُّونكُم ، وتُصَلُّونَ علَيْهِم ويُصَلُّونَ علَيْكُمْ ، وشِرَارُ أَئمَّتِكُم الَّذينَ تُبْغِضُونهُم ويُبْغِضُونَكُمْ ، وتَلْعُنونَهُمْ ويلعنونكم » قال : قُلْنا يا رسُول اللَّهِ ، أَفَلا نُنابِذُهُمْ ؟ قالَ : « لا ، ما أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاةَ ، لا ، ما أَقَامُوا فيكُمُ الصَلاة » مسلم. قوله : « تُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ » : تَدْعونَ لهُمْ .
Terjemahan
Dari Auf bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian." Ditanyakan: "Wahai Rasulullah, apakah kami harus memerangi mereka dengan pedang?" Beliau menjawab: "Tidak, selama mereka masih menegakkan shalat. Jika kalian melihat sesuatu yang tidak kalian sukai dari pemimpin kalian, maka bencilah perbuatannya, tetapi janganlah kalian melepaskan ketaatan kepadanya." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan ciri pemimpin yang baik dan yang buruk berdasarkan hubungan timbal balik cinta dan doa dengan rakyat. Nabi juga memberikan batasan penting untuk tidak memberontak selama pemimpin masih menegakkan shalat, yang menjadi simbol penjagaan asas agama. Hikmahnya, umat Islam diperintahkan untuk sabar dan memperbaiki kepemimpinan dengan cara yang benar, selama prinsip-prinsip pokok Islam masih ditegakkan.

# 6
وعَنْ عِيَاضِ بن حِمار رضي اللَّهُ عَنْهْ قالَ : سمِعْت رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : «أَهْلُ الجَنَّةِ ثَلاثَةٌ : ذُو سُلْطانٍ مُقْسِطٌ مُوَفَّقٌ ، ورَجُلٌ رَحِيمٌ رَقيقٌ القَلْبِ لِكُلِّ ذِى قُرْبَى وَمُسْلِمٍ ، وعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيالٍ » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dan dari 'Iyadh bin Himar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Penghuni surga ada tiga: Penguasa yang adil dan mendapat taufik; laki-laki yang penyayang, lembut hatinya terhadap setiap kerabat dan muslim; dan laki-laki yang menjaga kehormatan diri, menahan diri (dari meminta-minta) dan mempunyai keluarga." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggariskan tiga profil utama penghuni surga yang dikehendaki Allah. Pertama, pemimpin yang adil dan diberi taufik. Kedua, orang yang lembut hati dan penyayang kepada sesama. Ketiga, orang yang menjaga harga diri, tidak meminta-minta meski dalam kesederhanaan, dan bertanggung jawab pada keluarga. Intinya, jalan menuju surga terbuka melalui amal sosial: berbuat adil, menyebar kasih sayang, dan hidup mandiri dengan penuh kemuliaan.