Kitab 1 · Bab 82
Anjuran bagi pemimpin, hakim, dan pihak berwenang lainnya untuk memilih pejabat yang baik, serta peringatan tentang bahaya bergaul dengan orang jahat dan menerima nasihat mereka.
✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين ﴾ .سورة الزحرف(67)
Terjemahan
Allah berfirman: "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf: 67)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan bahwa ikatan persahabatan dan kesetiaan duniawi akan terputus di akhirat, kecuali persaudaraan yang dibangun atas dasar ketakwaan kepada Allah. Hanya hubungan yang dilandasi iman dan ketaatan yang akan kekal dan saling menguntungkan di hari kiamat. Oleh karena itu, kita harus memilih dan menjadi teman yang mengajak pada kebaikan dan ketakwaan.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan bahwa ikatan persahabatan dan kesetiaan duniawi akan terputus di akhirat, kecuali persaudaraan yang dibangun atas dasar ketakwaan kepada Allah. Hanya hubungan yang dilandasi iman dan ketaatan yang akan kekal dan saling menguntungkan di hari kiamat. Oleh karena itu, kita harus memilih dan menjadi teman yang mengajak pada kebaikan dan ketakwaan.
# 2
عن أبي سعيدٍ وأبي هريرة رضي اللَّه عنهما أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا بَعَثَ اللَّهُ مِن نبي ، ولا استَخْلَف مِنْ خَليفَةٍ إلاَّ كَانَتْ لَهُ بِطَانتَانِ : بِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالمَعْرُوفِ وَتحُضُّهُ عليه ، وبِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالشَّرِّ وتحُضُّهُ عليهِ والمَعصُومُ من عَصَمَ اللَّهُ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap nabi yang diutus Allah dan setiap pemimpin yang Allah jadikan pemimpin, pasti memiliki dua pembisik (pendamping). Pembisik pertama mendorongnya untuk berbuat baik dan mendukungnya dalam hal itu. Sedangkan pembisik yang lain mendorongnya untuk berbuat buruk dan mendukungnya dalam hal itu. Dan orang yang terjaga dari pembisik yang buruk adalah orang yang dijaga oleh Allah." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan: Setiap manusia, termasuk pemimpin, memiliki dua kecenderungan dalam hati: kebaikan dan keburukan. Kecenderungan mana yang menang tergantung pada pertolongan dan penjagaan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan realita kehidupan para pemimpin, termasuk nabi dan khalifah, bahwa mereka selalu dikelilingi dua jenis penasihat. Hikmahnya, seorang pemimpin harus cerdas memilih lingkungan dan memfilter nasihat, mendekatkan diri pada penasihat yang mengajak pada kebaikan dan menjauhi yang mendorong keburukan. Keselamatan dari pengaruh buruk merupakan perlindungan khusus dari Allah, yang harus diiringi dengan ikhtiar untuk selalu berada dalam lingkaran kebaikan.
Penjelasan: Setiap manusia, termasuk pemimpin, memiliki dua kecenderungan dalam hati: kebaikan dan keburukan. Kecenderungan mana yang menang tergantung pada pertolongan dan penjagaan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan realita kehidupan para pemimpin, termasuk nabi dan khalifah, bahwa mereka selalu dikelilingi dua jenis penasihat. Hikmahnya, seorang pemimpin harus cerdas memilih lingkungan dan memfilter nasihat, mendekatkan diri pada penasihat yang mengajak pada kebaikan dan menjauhi yang mendorong keburukan. Keselamatan dari pengaruh buruk merupakan perlindungan khusus dari Allah, yang harus diiringi dengan ikhtiar untuk selalu berada dalam lingkaran kebaikan.
# 3
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذا أرَادَ اللَّه بالأمِيرِ خيراً ، جَعَلَ له وزيرَ صِدقٍ ، إن نَسي ذكَّرهُ ، وَإن ذَكَرَ أعَانَهُ ، وَإذا أَرَاد بهِ غَيرَ ذلك جعَلَ له وَزِيرَ سُوءٍ ، إن نَسي لم يُذَكِّره ، وَإن ذَكَرَ لم يُعِنْهُ». رواه أبو داود بإسناد جيدٍ على شرط مسلم .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang pemimpin, Dia menjadikan menterinya orang-orang yang baik. Jika ia lupa, mereka mengingatkannya. Dan jika ia ingat, mereka membantunya. Apabila Allah menghendaki keburukan bagi seorang pemimpin, Dia menjadikan menterinya orang-orang yang buruk. Jika ia lupa, mereka tidak mengingatkannya. Dan jika ia ingat, mereka tidak membantunya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik, sesuai syarat Muslim)
Penjelasan: Kualitas para pembantu dan penasihat sangat mempengaruhi kualitas kepemimpinan seseorang. Ini adalah salah satu bentuk takdir dan ujian dari Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kualitas pembantu dan penasihat (menteri) seorang pemimpin adalah cermin dari takdir dan pertolongan Allah baginya. Penasihat yang baik (wazir shidq) menjadi sarana kebaikan, dengan fungsi mengingatkan saat lupa dan mendukung saat benar. Sebaliknya, penasihat buruk (wazir suu') akan memperburuk kepemimpinan, dengan membiarkan kesalahan dan enggan membantu kebaikan. Ini adalah pelajaran tentang urgitas memilih orang-orang shaleh dan kompeten di sekitar kekuasaan.
Penjelasan: Kualitas para pembantu dan penasihat sangat mempengaruhi kualitas kepemimpinan seseorang. Ini adalah salah satu bentuk takdir dan ujian dari Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kualitas pembantu dan penasihat (menteri) seorang pemimpin adalah cermin dari takdir dan pertolongan Allah baginya. Penasihat yang baik (wazir shidq) menjadi sarana kebaikan, dengan fungsi mengingatkan saat lupa dan mendukung saat benar. Sebaliknya, penasihat buruk (wazir suu') akan memperburuk kepemimpinan, dengan membiarkan kesalahan dan enggan membantu kebaikan. Ini adalah pelajaran tentang urgitas memilih orang-orang shaleh dan kompeten di sekitar kekuasaan.