Niat
Ψ£ΩΩ Ψ¬Ψ²Ψ‘ Ω Ω Ψ§ΩΩΨ¬Ω Ψ ΩΨ§ΩΨͺΨ±ΨͺΩΨ¨ Ψ£Ω Ψ§Ω ΩΩΨ―Ω ΨΉΨΆΩ ΨΉΩΩ ΨΉΨΆΩ
Niat dalam Wudu
Niat merupakan salah satu fardu wudu yang pertama dan paling mendasar. Tanpa niat, wudu dianggap tidak sah menurut mazhab Syafi'i.
Definisi Niat
Niat adalah menyengaja sesuatu bersamaan dengan pelaksanaannya. Ada tiga unsur penting dalam niat:
- Tempatnya: Di dalam hati. Niat cukup dalam hati, tidak harus diucapkan.
- Mengucapkan dengan lisan: Hukumnya sunnah, untuk membantu hati agar lebih fokus.
- Waktunya: Bersamaan dengan membasuh bagian pertama wajah β tidak boleh terlalu awal (sebelum membasuh wajah) dan tidak boleh terlambat.
Lafaz Niat Wudu
"Aku niat berwudu untuk menghilangkan hadats kecil, fardu karena Allah Ta'ala."
Makna Tertib
Tertib berarti melaksanakan fardu wudu secara berurutan dari awal hingga akhir. Tidak sah mendahulukan membasuh tangan sebelum wajah, atau membasuh kaki sebelum kepala. Urutan yang benar adalah: niat β wajah β tangan β kepala β kaki.
Dalil
"Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kitab Safinatun Najah Β· Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami Β· Mazhab Syafi'i