โฆ Thaharah โฆ
9
Pembagian Air
โฝ Teks Arab
ูุตู ) ุงูู
ุงุก ูููู ููุซูุฑ : ุงููููู ู
ุงุฏูู ุงูููุชูู ุ ูุงููุซูุฑ ููุชุงู ูุฃูุซุฑ. ุงููููู ูุชูุฌุณ ุจูููุน
ุงููุฌุงุณุฉ ููู ูุฅู ูู ูุชุบูุฑ . ูุงูู ุงุก ุงููุซูุฑ ุงู ูุชูุฌุณ ุฅุงู ุฅุฐุง ุชุบูุฑ
ุทุนู ู ุฃู ูููู ุฃู ุฑูุญู
ุงููุฌุงุณุฉ ููู ูุฅู ูู ูุชุบูุฑ . ูุงูู ุงุก ุงููุซูุฑ ุงู ูุชูุฌุณ ุฅุงู ุฅุฐุง ุชุบูุฑ
ุทุนู ู ุฃู ูููู ุฃู ุฑูุญู
โ Transliterasi Latin
Fashl. Al-maa'u qaliilun wa katsiir. Al-qaliilu maa duunal qullatain. Wal-katsiiru qullatani fa-aktsaru. Al-qaliilu yatanajjasu bi-wuquu'in-najaasati fiihi wa-in lam yataghayyar. Wal-katsiiru laa yatanajjasu illaa idzaa taghayyara tha'muhu aw lawnuhu aw riihuhu.
โฆ Terjemahan
Pasal. Air terbagi menjadi dua: sedikit dan banyak. Air sedikit adalah air yang kurang dari dua kulah. Air banyak adalah air yang mencapai dua kulah atau lebih. Air sedikit menjadi najis apabila terkena najis, meskipun tidak berubah sifatnya. Sedangkan air banyak tidak menjadi najis kecuali apabila berubah rasa, warna, atau baunya.
โ Penjelasan
Pembagian Air dan Hukumnya
Dalam fiqih Islam, air memiliki kedudukan penting sebagai alat bersuci. Para ulama membagi air berdasarkan volume dan kesuciannya untuk menentukan hukum penggunaannya dalam ibadah.
Pembagian Air Berdasarkan Volume
- Air Sedikit: Air yang volumenya kurang dari dua kulah. Ukuran dua kulah setara dengan wadah berbentuk kubus berukuran sekitar 60 cm ร 60 cm ร 60 cm, atau sekitar 216 liter. Air sedikit yang terkena najis langsung menjadi air mutanajis (najis) meskipun tidak berubah rasa, warna, atau baunya.
- Air Banyak: Air yang volumenya mencapai dua kulah atau lebih. Air banyak tidak najis hanya karena terkena najis, kecuali apabila salah satu sifatnya berubah: rasa, warna, atau bau.
Empat Kategori Air Berdasarkan Hukum
- Air Mutlak (Suci dan Menyucikan): Air murni yang belum bercampur apa pun, seperti air hujan, air sumur, air sungai, air laut, air es yang mencair, dan air embun. Boleh diminum dan digunakan untuk bersuci.
- Air Musta'mal (Suci tapi Tidak Menyucikan): Air yang sudah dipakai untuk menghilangkan hadats atau najis, atau air yang sudah bercampur dengan benda suci hingga mengubah salah satu sifatnya (seperti air teh, air kopi).
- Air Mutanajis (Air Najis): Air yang terkena najis dan volumenya kurang dari dua kulah, atau air yang berubah salah satu sifatnya akibat najis meskipun volumenya banyak. Tidak boleh digunakan untuk bersuci.
- Air Makruh: Air yang dijemur di bawah terik matahari dalam wadah logam selain emas dan perak. Makruh digunakan untuk badan, namun tetap sah untuk bersuci.
Dalil
ุฅูููู ุงููู
ูุงุกู ุทููููุฑู ููุง ููููุฌููุณููู ุดูููุกู
"Sesungguhnya air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang menajiskannya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
ุฅูุฐูุง ุจูููุบู ุงููู
ูุงุกู ูููููุชููููู ููู
ู ููุญูู
ููู ุงููุฎูุจูุซู
"Apabila air mencapai dua kulah, maka ia tidak membawa kotoran (najis)." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i